Sukses

Vape Bisa Picu Kanker Paru?

Meski dianggap cukup aman dibanding rokok konvensional, vape diyakini bisa menyebabkan kanker paru. Benarkah begitu?

Klikdokter.com, Jakarta Vape atau rokok eletrik sekarang sedang digandrungi oleh sebagian masyarakat Indonesia. Vape dianggap sebagai jenis rokok baru yang bisa menggantikan rokok umum yang berbahan dasar tembakau. Akan tetapi, banyak ahli menyebut bahwa vape malah bisa menyebabkan kanker paru. Benarkah demikian?

Dilansir dari berbagai sumber, vape pertama kali dikenal di Indonesia pada tahun 2012. Kala itu, vape dianggap sebagai pengganti rokok tembakau yang memiliki kandungan tar dan nikotin berbahaya. Seiring berjalannya waktu, vape semakin hari semakin digandrungi perokok di Indonesia.

Orang yang mengisap vape disebut vapor. Vape menggunakan alat yang ditenagai oleh baterai. Setiap asap yang diembuskan oleh vapor berasal dari liquid—cairan yang memiliki rasa—melalui proses pembakaran di dalam alat tersebut.

Belakangan, cairan dari vape sudah memiliki kadar nikotin dan tar seperti rokok biasa. Padahal, sebelumnya, liquid yang pertama kali masuk ke Indonesia hanya memiliki rasa, seperti buah-buahan.

Bisa menyebabkan kanker paru?

Menurut WebMD, vape bisa menyebabkan kanker paru-paru lewat cara yang agak sedikit berbeda dengan rokok konvensional. Hal ini terutama benar jika Anda menggunakan vape yang beraroma.

Seperti disebutkan di atas, vape menggunakan baterai untuk membantu memanaskan nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya. Mereka mengubahnya menjadi uap yang bisa Anda hirup. Banyak bahan kimia yang menyebabkan kanker berada dalam uap ini. Itu termasuk formaldehida, logam berat, dan partikel yang bisa terjebak di bagian terdalam paru-paru Anda.

Sulit untuk mengetahui berapa banyak bahan kimia yang masuk saat Anda mengisap vape. Biasanya, vape memiliki tingkat bahan kimia yang lebih rendah dibandingkan rokok biasa. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa vape tegangan tinggi memiliki lebih banyak formaldehida dan racun lain daripada rokok elektrik standar.

Tak cuma itu, beberapa bahan kimia dalam vape juga dapat mengiritasi saluran udara di paru-paru Anda. Studi telah menemukan bahwa perasa seperti kayu manis dapat menyebabkan peradangan sel paru-paru. Namun begitu, lebih banyak penelitian diperlukan untuk memahami risiko jangka panjang dari vape ini.

1 dari 2 halaman

Paru-paru

Salah satu bahan kimia dalam beberapa perasa vape adalah bumbu beraroma mentega yang disebut diacetyl. Zat ini dikaitkan dengan penyakit paru-paru serius yang disebut bronchiolitis obliterans atau dikenal dengan paru-paru “popcorn”.

Nama “popcorn” disematkan karena tak jarang orang yang bekerja di pabrik microwave popcorn jatuh sakit dengan masalah paru-paru yang serius karena menghirup diacetyl. Zat ini digunakan untuk membumbui popcorn, karamel, dan produk susu. Cara bahan-bahan kimia yang dihirup dengan vape sangat mirip dengan cara para pekerja di pabrik microwave popcorn menghirupnya.

Bahan kimia ini dapat menyebabkan batuk kering yang tidak akan hilang. Ini juga menyebabkan sesak napas, mengi, sakit kepala, demam, sakit, dan lainnya. Uap juga dapat mengiritasi mata, kulit, hidung, dan tenggorokan Anda. Diacetyl menyamarkan kantong udara kecil di paru-paru Anda. Itu membuat saluran udara Anda menjadi tebal dan sempit.

Setelah hubungan antara penyakit diacetyl dan paru-paru ditemukan, banyak perusahaan popcorn mengeluarkan bahan kimia itu dari produk mereka. Akan tetapi, zat ini masih digunakan sebagai campuran banyak rasa dalam vape, termasuk vanila, maple, kelapa. Ini juga telah ditemukan dalam banyak vape beraroma alkohol, rasa permen, dan rasa buah. Rasa-rasa ini menarik bagi vapor anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda.

Tidak ada obat untuk paru-paru popcorn, tetapi beberapa obat dapat membantu agar tidak menjadi lebih buruk. Di antaranya, beberapa jenis antibiotik, steroid untuk mengurangi peradangan di paru-paru Anda, dan obat-obatan untuk memperlambat sistem kekebalan Anda semakin buruk.

Tentu penelitian lanjutan yang lebih mendalam soal vape menyebabkan kanker paru perlu terus dikaji. Namun begitu, para vapor tetap harus berhati-hati mengenai hal ini. Kontaminasi bahan-bahan kimia dan alat vape yang belum teruji keamanannya bisa sangat berbahaya untuk kesehatan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar