Sukses

Perlukah Minuman Berenergi Saat Olahraga di Car Free Day?

Saat atau setelah lari 5k di car free day, Anda pasti haus. Apakah dalam kondisi ini Anda lantas perlu minum minuman berenergi?

Klikdokter.com, Jakarta Hari Minggu saatnya car free day (CFD)! Ada banyak sekali aktivitas yang bisa Anda dan keluarga lakukan dalam momen bebas tanpa kendaraan bermotor ini. Bisa hanya berjalan-jalan menikmati udara segar minim polusi, wisata kuliner, atau memanfaatkannya dengan berolahraga. Nah, saat berolahraga di CFD, perlukah minum minuman berenergi?

Sebelum membahas penting atau tidaknya minum minuman berenergi, Anda perlu tahu intensitas olahraga yang dianjurkan. Menurut penjelasan dari dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, bila mengacu pada rekomendasi para ahli kesehatan, durasi olahraga per hari adalah 30 menit, yang dibagi-bagi menjadi 4-5 kali dalam sepekan.

"Biasanya, orang-orang yang olahraga pada saat CFD tidak memiliki waktu olahraga yang rutin pada hari kerja, entah karena kesibukan atau alasan lain. Kalau olahraga rutin tiap sesinya dianjurkan untuk dilakukan selama 30 menit, maka olahraga saat CFD kisaran waktunya sebaiknya tak lebih dari 45 menit,” jelasnya.

Setelah selesai berolahraga seperti menyelesaikan lari 5k, tentu saja tubuh berkeringat, terengah-engah, dan pastinya capek. Saat mengalami kondisi ini, sejumlah upaya dilakukan untuk mengembalikan stamina, salah satunya adalah dengan minum minuman berenergi. Bila ditinjau dari sisi medis, apakah ini dianjurkan?

Perlukah Anda minum minuman berenergi saat olahraga?

Pada dasarnya, minuman berenergi sebenarnya berbeda dengan minuman olahraga atau sports drink. Minuman ini diformulasikan untuk “mengantarkan” kafein dan stimulan lainnya, seperti guarana dan ginseng, untuk memberikan energi secara cepat kepada peminumnya.

Nah, minuman berenergi tidak didesain untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat berolahraga. Beberapa produk kalengan menawarkan kafein tinggi dan rendah cairan. Banyak juga yang berkarbonasi, yang mana dapat membuat peminumnya berserdawa, mual, dan perut kembung.

Minuman berenergi ada yang mengandung 40-80 mg kafein. Jika saat berusaha menggantikan hilangnya cairan saat berolahraga, kafein akan menstimulasi ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine, sehingga peminumnya akan makin kehilangan cairan.

“Apalagi jika Anda sudah minum satu atau dua cangkir kopi pada pagi hari, minum minuman berenergi dapat membuat Anda melewati batas aman konsumsi kafein harian yang dianjurkan para ahli. Ingat, cairan tubuh juga hilang saat Anda sekadar berjalan lewat keringat. Jika pelepas dahaga ini adalah minuman berkafein, Anda bisa terancam dehidrasi,” kata Dee Rollins, R.D., Ph.D, ahli diet dari Baylor Regional Medical Center, Amerika Serikat, kepada Very Well Fit.

Melihat dampak dari kafein pada tubuh, terutama tubuh yang kehilangan cairan saat berolahraga, minum minuman berenergi tidak dianjurkan. Tubuh Anda telah menggunakan banyak gula serta kehilangan elektrolit selama berolahraga. Karena itu, minuman yang baik untuk dikonsumsi setelah berolahraga adalah minuman-minuman yang dapat mengembalikan elektrolit yang hilang serta kadar gula darah ke jumlah yang normal. Akan lebih baik lagi jika dapat mengurangi kerusakan-kerusakan otot selama berolahraga.

Daripada minuman berenergi, kata dr. Rio Aditya kepada KlikDokter, lebih baik pilih minuman ini:

1. Susu cokelat

Susu cokelat memberikan tubuh Anda protein, kalsium, serta karbohidrat yang diperlukan untuk proses pemulihan otot dan perkembangan otot, terutama setelah olahraga yang sangat intens.

“Ada satu trik dalam mengonsumsi susu cokelat setelah olahraga, yaitu membuatnya dengan menggunakan blender dan dicampur pisang. Dengan tambahan pisang, susu Anda akan diperkaya dengan elektrolit yang diperlukan tubuh,” kata dr. Rio menganjurkan.

2. Air kelapa

Air kelapa kaya akan elektrolit dan antioksidan. Berdasarkan suatu studi, air kelapa diketahui memiliki kandungan potasium (elektrolit penting yang hilang dalam keringat yang membantu penyimpanan karbohidrat untuk energi) lima kali lebih banyak dibandingkan dengan minuman olahraga pada umumnya. Hal ini menjadikan air kelapa sebagai minuman pemulihan alami yang sangat baik.

3. Jus jeruk

Kata dr. Rio, gula alami yang dimiliki jus jeruk (tanpa gula tambahan) cukup untuk menggantikan sebagian gula yang digunakan tubuh. Jus jeruk juga mengandung karbohidrat dan potasium. Keunggulan minuman ini adalah kandungan vitamin C yang tinggi, yang artinya adalah sumber antioksidan.

4. Air putih

Tetap pilihan terbaik, air putih bisa mencegah terjadinya dehindrasi yang bisa membuat Anda pusing, lemas, dan nyeri otot setelah berolahraga.

Wah, untung saja minuman-minuman yang dianjurkan di atas mudah didapatkan saat car free day! Nah, mulai sekarang, daripada mengonsumsi minuman berenergi yang tidak efektif dalam menggantikan cairan tubuh yang hilang saat olahraga di car free day, lebih baik pilihlah yang alami dan memang dianjurkan. Selamat menikmati hari bebas kendaraan bermotor!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar