Sukses

6 Hal yang Perlu Anda Tanyakan kepada Apoteker

Apoteker bisa membantu penyembuhan kesehatan Anda. Berikut beberapa hal yang bisa Anda tanyakan kepada apoteker terkait obat dan kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang sedang sakit, biasanya sudah memiliki daftar pertanyaan kepada dokter untuk membantu diagnosis. Akan tetapi, untuk penyembuhan kesehatan, Anda perlu juga menanyakan beberapa hal kepada apoteker sebagai orang yang paling bertanggung jawab untuk urusan obat.

Sebagian besar orang berpikir bahwa tugas seorang apoteker hanyalah menyerahkan obat-obatan seperti yang ditentukan oleh dokter. Padahal, apoteker juga menawarkan berbagai layanan kesehatan lainnya.

“Apoteker dapat melihat seluruh gambaran (kesehatan) pasien lewat obat-obatan, yang mungkin tidak diketahui oleh dokter,” kata Scott A. Fields, MD, MHA, profesor dan wakil ketua departemen kedokteran di Oregon Health & Science University (OHSU).

Sebuah survei terhadap 5.200 apoteker berlisensi di Amerika Serikat menemukan bahwa kurang dari setengah waktu kerja mereka dihabiskan untuk mengisi resep. Sebanyak 6 dari 10 apoteker menyediakan manajemen terapi obat.

Sebagaimana didefinisikan oleh American Pharmacists Association, manajemen terapi obat termasuk ulasan terapi obat-obatan, konsultasi farmakoterapi, manajemen antikoagulasi, imunisasi, program kesehatan dan kebugaran, serta banyak layanan klinis lainnya.

1 dari 3 halaman

Lebih mudah menemui apoteker

Sebuah survei pada 2014 di AS menunjukkan bahwa pasien lebih sering bertemu apoteker di berbagai tempat layanan kesehatan. Hampir setengah dari apoteker di toko obat atau 57 persen dari apoteker di lokasi berbasis supermarket dilaporkan menawarkan pemeriksaan kesehatan dan imunisasi.

"Pasien rata-rata menemui apoteker 3 sampai 10 kali lebih sering dibanding menemui dokter. Jadi, dialog antara apoteker dan pasien ini dapat sangat penting untuk kesehatan pasien secara keseluruhan," kata Brad Tice, PharmD, pemimpin produk untuk manajemen terapi obat di Cardinal Health, sebuah perusahaan layanan perawatan kesehatan di Dublin, Ohio.

Yen Pham, RPh, direktur layanan farmasi di OHSU, juga setuju dengan pendapat Tice. “Sering kali kami berperan sebagai penyedia layanan kesehatan yang paling mudah diakses bagi pasien,” katanya.

Selain itu, apoteker dapat memainkan peranan penting dalam kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan pedoman pengobatan. Hal ini ditunjukkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of American Medical Association (JAMA).

2 dari 3 halaman

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa diajukan

Karena alasan apoteker lebih sering ditemui daripada dokter, maka dari itu penting bagi Anda untuk mengajukan pertanyaan lebih menyeluruh soal obat-obatan yang "menopang" kesehatan Anda. Saat hendak menebus resep, cobalah untuk mengajukan pertanyaan berikut kepada apoteker:

1. Adakah versi generik dari obat yang diresepkan?

Seorang apoteker dapat merekomendasikan Anda pilihan umum yang lebih murah daripada obat bermerek. "Perbedaan utama antara obat generik dan obat bermerek adalah harganya. Obat generik memiliki bahan aktif yang sama dengan obat bermerek. Akan tetapi, tidak semua generik sama," kata Pham. 

2. Adakah efek samping dari obat atau instruksi khusus?

Dokter Anda mungkin tidak terlalu menjelaskan setiap efek samping saat memberi resep. Padahal, informasi yang tercetak mengenai kontraindikasi dan efek samping bisa sangat banyak. Hal ini kadang membingungkan pasien.

Pham menyarankan pasien untuk menanyakan kepada apoteker tak hanya tentang efek samping obat, tetapi juga instruksi khusus saat minum obat. Seperti “sesudah makan atau sebelum makan" atau "di mana obat ini baiknya disimpan?".

3. Bagaimana jika saya kelebihan/kekurangan dosis tertentu?

Kelebihan atau kekurangan dosis saat minum obat sering terjadi pada pasien.  Tetapi penting untuk mengetahui bagaimana cara menangani situasi tersebut, seandainya itu terjadi.

4. Bagaimana saya harus menyimpan obat saya?

Kebanyakan obat harus disimpan di area kering pada suhu kamar, sementara yang lain memerlukan pendinginan. Bicarakan dengan apoteker tentang cara menyimpan obat-obatan, serta cara yang benar dalam membuang obat yang sudah tidak digunakan.

5. Minta masukan soal waktu tepat minum obat

Jika Anda mengonsumsi beberapa obat sekaligus, jangan ragu untuk meminta apoteker menyusunkan jadwal minum obat Anda. Ini penting untuk memaksimalkan keefektifan obat dan menghindari interaksi.

6. Konsultasi soal pengobatan juga bisa

Bahkan jika Anda tidak memiliki resep, Anda bisa berkonsultasi dengan apoteker tentang penyakit yang dialami dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

"(Apoteker) dapat mengajukan pertanyaan spesifik seperti di mana Anda merasakan sakit, bagaimana rasanya, sudah berapa lama ini terjadi, dan obat apa yang sudah Anda coba. Apoteker adalah sumber yang baik untuk bertanya tentang perawatan medis yang masuk akal," jelas Pham.

Bekerja sama dengan dokter utama sekaligus apoteker dapat memainkan peran dalam kesembuhan seorang pasien. Jika ada kesempatan, berkonsultasi jugalah dengan apoteker karena itu akan semakin menyempurnakan perawatan kesehatan Anda. 

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar