Sukses

9 Jenis Depresi yang Mungkin Perlu Anda Tahu

Tahukah Anda bahwa depresi memiliki ragam dan jenis yang berbeda? Cari tahu selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Apa hal pertama yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata depresi? Apakah stres, tidak mood, atau kelainan mental? Hal tersebut memang benar, tapi tidak sepenuhnya.

Faktanya, depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat secara terus-menerus. Keadaan ini bisa memengaruhi kemampuan berpikir dan berperilaku, serta dapat memicu berbagai masalah fisik maupun emosional.

Depresi terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut sembilan di antaranya:

1. Depresi klinis

Dilansir dari Reader’s Digest, saat Anda tidak sanggup bangun dari tempat tidur dan merasa hampa atau kosong saat berada di keramaian, atau mudah tersinggung, bisa jadi Anda mengalami depresi klinis.

Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), depresi jenis ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Ciri-ciri lainnya adalah putus asa, tidak berkonsentrasi, terdapat perubahan nafsu makan, perubahan berat badan, merasakan nyeri terus-menerus, hingga berpikiran untuk bunuh diri.

2. Depresi atypical

Depresi atypical digambarkan sebagai perasaan yang tidak mampu merasakan kebahagiaan sama sekali, meski berada di situasi yang menggembirakan. Subtipe depresi ini lebih banyak dijumpai pada kaum wanita ketimbang pria.

Gejala dari depresi atypical, antara lain: adanya peningkatan nafsu makan, kenaikan berat badan, terlalu sensitif terhadap penolakan, banyak tidur, merasa kaki dan tangan “terlalu berat” untuk digerakkan, dan merasa tidak layak untuk hidup.

3. Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seperti namanya, depresi ini terjadi selama musim-musim tertentu saja. Pada umumnya Seasonal Affective Disorder (SAD) terjadi selama musim dingin. Menurut American Academy of Family Physicians, sekitar 4–6 persen orang yang menderita depresi jenis ini mengalami gejala berat, sedangkan 10–20 persennya mengalami gejala yang lebih ringan.

Sama seperti depresi atypical, SAD juga lebih banyak ditemukan pada wanita, khususnya di usia 20-an. Meski begitu, bukan berarti pria tidak bisa mengalaminya. Pasalnya, penyanyi asal Korea Selatan, Jonghyun SHINee, meninggal bunuh diri di tahun 2017 akibat mengidap seasonal affective disorder.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Gangguan bipolar

Bipolar atau juga disebut dengan manic depression merupakan penyakit mental yang ditandai dengan adanya perubahan suasana hati yang ekstrem. Sekitar 2,6 persen populasi di Amerika Serikat  didiagnosis gangguan bipolar dan 83 persennya dalam kategori yang berat.

5. Persistent Depressive Disorder (PDD)

Depresi jenis ini sering disebut dengan depresi kronis atau dysthymia. Secara konsisten, penderitanya akan memiliki suasana hati yang buruk dan berlangsung lebih dari 2 tahun. Penderita depresi jenis ini seperti hidup di bawah “selimut basah nan dingin” dan tidak memiliki gairah untuk hidup.

6. Depresi mayor

Sekitar 16,2 juta orang dewasa di Amerika Serikat pernah mengalami depresi yang satu ini. Gejalanya meliputi selalu merasa tertekan, merasakan nyeri yang tidak jelas di sekujur tubuhnya, dan memiliki gangguan tidur. Umumnya, gejala depresi mayor berlangsung selama hitungan minggu atau bulan.

7. Depresi situasional

Depresi jenis ini disebut sebagai gangguan penyesuaian dan kerap terjadi setelah tertimpa penyakit serius, perceraian, masalah hak asuh anak, kematian orang yang dicintai, terlilit hutang, dan berada di dalam hubungan yang penuh kekerasan.

Gejalanya depresi situasional mirip dengan jenis depresi lain, namun ditambah dengan perasaan malu dan bersalah. Apabila depresi situasional ini berlangsung lebih dari 6 bulan, kemungkinan besar keadaan ini akan berkembang ke tingkatan yang lebih parah.

8. Postpartum Depression

Banyak ibu baru yang mengalami depresi jenis ini. Mereka biasanya akan menunjukkan perubahan suasana hati, mudah menangis, sulit tidur, cemas berlebihan, merasa gagal/tidak pantas/tidak berguna dalam mengurus anaknya, dan tidak merasakan adanya ikatan dengan anak yang dilahirkannya.

Menurut American Psychological Association, jika dibiarkan, depresi si ibu akan berkembang menjadi keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya.

9. Depresi dengan fitur psikotik

Depresi berat ini biasanya akan menyebabkan penderitanya kehilangan kontak dengan realita. Penderitanya akan lebih sering berhalusinasi, melihat, mendengar, mencium dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ada.

Itu dia sembilan jenis depresi yang paling sering dijumpai di masyarakat. Jika Anda merasa mengalami gejala dari salah satu jenis depresi di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, psikolog atau psikiater. Dengan demikian, keadaan yang Anda alami tidak akan berujung kepada hal-hal yang tidak diinginkan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar