Sukses

Manfaat Olahraga Bela Diri untuk Anak

Jangan salah, olahraga bela diri ternyata juga baik dilakukan untuk anak. Simak penjelasannya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga bela diri memiliki berbagai macam cabang dan jenis, tergantung dari mana berasal. Meski olahraga ini kerap dikaitkan dengan kekerasan dan cedera yang parah, seni bela diri memberikan manfaat yang sangat baik bagi tumbuh kembang anak.

Salah satu olahraga bela diri yang sedang populer saat ini adalah Mixed Martial Arts (MMA). Tekniknya melibatkan pukulan, tendangan, kuncian dan bantingan. Selain itu, jenis olahraga bela diri ini mengombinasikan berbagai aliran bela diri seperti karate, tinju, taekwondo, kung fu, muay thai dan juga silat.

Menyoal jenis olahraga ini, dr. Rio Aditya kepada KlikDokter menjelaskan manfaat dari MMA.

“Olahraga MMA membutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa, karena regimen atau latihan yang diberikan cukup banyak dan berat. Selain itu, ia juga melibatkan seluruh anggota tubuh untuk bergerak, sehingga sangat baik untuk ketahanan tubuh,” ucapnya.

Bela diri dan tumbuh kembang anak

Aktivitas olahraga bela diri yang terkesan keras seolah hanya memberikan ruang bagi orang dewasa. Padahal jauh di balik itu, anak-anak juga bisa mendapatkan manfaat serupa dari aktivitas fisik yang satu ini. Apa sajakah itu?

  1. Tubuh lebih bugar

Kebugaran adalah elemen penting untuk semua kelas seni bela diri, terutama bagi anak-anak. Pemanasan dengan jumping jacks, push-up, peregangan umum, dan gerakan seni bela diri dapat menantang otot dan sistem kardiovaskular si Kecil.

Oleh sebab itu, fisik atlet bela diri kencang, fleksibel dan sehat. Tak pelak, anak Anda juga bisa merasakan efek serupa.

  1. Pertahanan diri yang lebih baik

Seni bela diri menggunakan pertahanan diri sebagai landasan seluruh gerakannya. Selain belajar jurus untuk melindungi diri ketika berada dalam bahaya, belajar bela diri juga sekaligus mengajarkan anak tentang membedakan perilaku kasar dan konsep melindungi diri.

Banyak sekolah seni bela diri juga mengajarkan teknik cerdas kepada anak-anak untuk membantu menghindar dari masalah yang berkaitan dengan pertarungan. Seni bela diri biasanya justru mengajarkan bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan perkelahian.

  1. Meningkatkan kedisiplinan

Seni bela diri membantu menanamkan fokus dan menjaga kesehatan mental anak Anda, memberinya kemampuan untuk berkonsentrasi pada tugas dan melihat sesuatu sampai ke akar.

Disiplin yang diajarkan di dojo misalnya, sehubungan dengan beberapa aspek yang kerap dikaitkan dalam bidang kehidupan lainnya, termasuk sekolah dan pekerjaan rumah tangga.

  1. Memiliki rasa hormat

Seni bela diri juga menjunjung rasa hormat. Meninju, menendang, melempar, dan mengunci semuanya merupakan hal yang sekunder dari rasa hormat yang ditunjukkan saat seseorang memasuki perguruan.

Anak-anak belajar membungkuk kepada para guru yang datang, serta membungkukkan badan kepada lawan sebelum mereka bertanding. Instruktur seni bela diri biasanya akan menanamkan cara hormat dan menginstruksikan siswa untuk mempraktekkan rasa hormat tersebut pada diri sendiri, orang tua, dan kerabat sekitar.

  1. Lebih percaya diri

Seorang anak yang terlibat dalam seni bela diri umumnya adalah anak yang percaya diri. Sistem peringkat sabuk memberikan mereka tujuan yang dapat diukur demi menempuh hal realistis untuk dicapai.

Rasa pencapaian yang dirasakan seorang anak dengan menguasai teknik baru atau lulus sabuk baru pun mampu membuatnya semakin percaya diri.

Begitu banyak manfaat olahraga bela diri untuk anak. Jadi, sebagai orang tua, Anda tak perlu terlalu cemas saat anak tertarik dengan seni bela diri. Selain memiliki filosofi yang luhur, aktivitas bela diri akan mendukung pertumbuhan anak menjadi lebih optimal, karena terhindar dari serangan obesitas atau penyakit kardiovaskular. Tunggu apa lagi? Yuk, libatkan si kecil pada aktivitas fisik ini!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar