Sukses

4 Dampak Trauma Masa Kecil pada Orang Dewasa

Punya trauma yang mendalam saat masih anak-anak? Bisa saja dampaknya terasa hingga dewasa, lho!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian besar orang, masa kanak-kanak adalah yang paling menyenangkan dan sulit dilupakan. Namun, ada pula sebagian orang yang memiliki pengalaman buruk di masa kecilnya, dan hal tersebut sama-sama sulit untuk dilupakan. Masa kecil yang indah tentu dikenang sebagai memori yang indah pula. Sedangkan masa kecil yang kurang membahagiakan akan menjadi trauma yang membekas hingga dewasa.

Ya, apa yang Anda terima atau alami semasa kecil memang akan sangat memengaruhi kehidupan ketika dewasa. Jadi, jika Anda mendapat pengalaman dan ajaran yang positif, kemungkinan besar Anda akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan bahagia.

Sementara itu, jika yang didapatkan adalah pengalaman buruk yang menyebabkan trauma, yang kemungkinan terjadi adalah dampak negatif sebagai berikut:

1. Hidup dengan kepalsuan

Dilansir dari Psychology Today, ciri-ciri orang yang membawa luka emosional masa kecil hingga dewasa ditunjukkan dengan menciptakan kepribadian palsu.

Sebagai anak, Anda mungkin ingin orang tua menyayangi dan merawat Anda dengan baik. Lantas, ketika orang tua tidak melakukan hal tersebut, Anda akan mencoba berubah menjadi tipe anak yang akan dicintai oleh mereka.

Perlu Anda tahu, mengubur perasaan terlalu lama dan berpura-pura menjadi “orang lain” dapat menghilangkan jati diri yang sebenarnya. Sebab, Anda merasa takut apabila “topeng” itu terjatuh dan orang-orang tidak akan mencintai, menerima, dan memerhatikan Anda lagi .

2. Selalu menyalahkan diri sendiri

Selalu dimarahi dan disalahkan semasa kecil, meski itu bukan kesalahan Anda, bisa menyebabkan munculnya sifat rendah diri di kemudian hari. Tak hanya itu, kejadian tersebut juga bisa membuat Anda selalu merasa bertanggung jawab terhadap semua kesalahan yang terjadi di sekitar.

Padahal, terus-menerus menyalahkan diri sendiri bisa menimbulkan kelelahan batin hingga depresi. Keadaan ini bisa berujung pada pemikiran untuk melakukan bunuh diri.

3. Menjadi seorang pemarah

Apabila sedari kecil Anda hidup di lingkungan keluarga yang selalu bertindak kasar, selalu marah, Anda akan cenderung tumbuh sebagai pribadi yang pemarah. Ya, mungkin Anda pernah merasa sudah melakukan yang terbaik saat masih anak-anak, tetapi orang tua tidak pernah mengapresiasi atau malah meremehkannya. Alhasil, “nilai” atau cara berinteraksi kasar tersebut tertanam lama dalam diri Anda. Dan, Anda akan selalu bersikap ofensif saat seseorang mengkritik, karena Anda trauma dengan penilaian dari orang lain.

4. Menjadi orang yang pasif

Tidak pernah dipercaya untuk melakukan tindakan yang berarti dan tidak pernah diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat semasa kanak-kanak bisa membuat Anda tumbuh menjadi pribadi yang pasif. Sebab, Anda merasa trauma jika nantinya pendapat yang dilontarkan malah akan mengundang amarah, cemoohan, atau bahkan langsung diusir oleh orang lain.

Itulah empat kondisi yang bisa terjadi jika di masa kecil Anda sempat merasakan trauma mendalam. Jika Anda merasa mengalami salah satunya, segera periksakan diri ke dokter atau psikiater. Jangan simpan sendiri atau dilampiaskan kepada orang lain, siapapun itu.

[NB/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar