Sukses

Air Mata Darah, Gejala Penyakit Apa Ini?

Air mata darah bukanlah hal fiktif. Kondisi ini dapat menandakan adanya suatu penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Menangis dengan air mata darah mungkin terdengar seperti cerita fiksi. Faktanya, kondisi mata keluar darah bisa menandakan adanya suatu penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi seputar gangguan kesehatan ini adalah ketika Live Science memberitakan seorang pria Italia yang mengeluarkan air mata darah.

Pria 52 tahun itu memutuskan pergi ke ruang gawat darurat setelah kedua matanya mengeluarkan air mata berwarna merah. Ia merasa syok karena hal tersebut belum pernah terjadi padanya.

Meskipun air mata yang keluar tampak dramatis, pria tersebut nyatanya tidak mengalami pendarahan pada bagian mata atau trauma pada wajah. Ia juga memiliki penglihatan normal dan mampu menggerakkan kedua matanya tanpa masalah. Setelah satu jam menetes, air mata darah tersebut kemudian berhenti secara spontan.

Artikel Lainnya: Mata Terus Berair, Kapan Anda Perlu Khawatir?

Apa Itu Air Mata Darah?

Air mata darah, atau disebut sebagai haemolacria, adalah sebuah kondisi langka yang menyebabkan seseorang memproduksi air mata yang diwarnai darah atau sebagian mengandung darah.

Pada kebanyakan kasus, haemolacria merupakan gejala dari kondisi lainnya dan biasanya tidak berbahaya. Namun, apabila Anda mengalami darah yang bercampur air mata, terjadi berulang kali, atau disertai gejala-gejala lainnya, Anda harus segera mencari bantuan medis.

Artikel Lainnya: Jangan Ditahan, Ini Manfaat Sehat Menangis bagi Tubuh

1 dari 3 halaman

Ini Kondisi yang Menjadi Penyebab Air Mata Darah

Penyebab mata keluar darah atau haemolacria telah dihubungkan dengan banyak penyakit dan kondisi kesehatan. Berikut di antaranya:

1. Perdarahan dari Konjungtiva

Konjungtiva adalah sebuah jaringan ikat yang melapisi permukaan bola mata dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtiva banyak berisi pembuluh darah pada permukaannya.

Beberapa penyebab haemolacria karena adanya keterlibatan konjungtiva adalah kecelakaan, inflamasi, lesi vaskular, terkena benda asing, hingga luka karena bahan kimia.

2. Blefaritis

Tepi kelopak mata yang meradang karena blefaritis dapat menyebabkan erosi pada permukaan kelopak mata, dan akhirnya memicu perdarahan.

3. Penyebab Lainnya

Selain itu, terdapat banyak penyebab lainnya, seperti mimisan, infeksi, tumor, perubahan hormon, tekanan darah tinggi, hemofilia, melanoma, gangguan psikiatri, dll.

Pada banyak kasus haemolacria, tidak ditemukan penyebab atau penjelasan medisnya. Akibatnya, kondisi ini hanya sebagai gejala spontan yang biasanya cepat teratasi seiring berjalannya waktu (secepat dimulainya). Namun, jika Anda mengalami gejala-gejala tambahan lainnya, segeralah temui dokter.

Artikel Lainnya: Tips Deteksi Gangguan Kesehatan Lewat Mata

2 dari 3 halaman

Pengobatan Perdarahan Mata

Sebelum merekomendasikan pengobatan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis.

Beberapa hal yang mungkin dilakukan adalah menyelidiki dan mengairi area mata yang terkena, mengambil sampel untuk kultur identifikasi kelainan, melakukan endoskopi hidung, atau menjalani CT scan sinus.

Untuk penanganan, biasanya tergantung dari penyebab yang mendasari. Umumnya kondisi air mata darah tidak membutuhkan pengobatan. Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menunggu dan melihat perkembangan.

Namun, pada kasus yang lebih serius, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan atau tetes mata antibiotik untuk mengatasi infeksi, pelebaran dan pembilasan untuk pengeringan air mata, atau bahkan operasi.

Perlu diingat bahwa sebelum melakukan penanganan, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Operasi dan prosedur invasif lainnya mungkin hanya dibutuhkan pada kondisi yang lebih serius.

Haemolacria, meskipun awalnya sangat mengagetkan, biasanya termasuk tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Kondisi ini juga sering dilihat sebagai gejala dari penyakit atau masalah kesehatan tertentu.

Apabila kondisi air mata darah itu disertai dengan gejala-gejala tambahan, seperti ketidaknyamanan atau nyeri, segeralah periksakan ke dokter.

Untuk informasi kesehatan menarik lainnya, Anda bisa mengunduh aplikasi KlikDokter. Di sini, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah kesehatan yang Anda alami.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar