Sukses

Kenali Efek Penis Filler pada Kesehatan

Metode penis filler diklaim sebagai salah satu cara untuk memperbesar penis. Meski demikian, tetap saja ada efeknya pada kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini penis filler semakin populer di kalangan pria, terutama di Eropa. Metode memperbesar penis ini merupakan tindakan operasi non-bedah untuk meningkatkan ketebalan organ vital tersebut. Salah satu alasan seorang pria rela menjalani metode ini adalah untuk mendongkrak rasa percaya dirinya. Metode ini diklaim memiliki efek cepat dalam pertumbuhan penis. Caranya juga mudah tanpa harus melewati prosedur bedah yang rumit dan menyakitkan.

Dilansir dari BBC, seorang pria bernama Abdul Hasan (27), dalam tayangan program Victoria Derbyshire mengaku pernah menjalani metode penis filler. Hasan yang sebenarnya memiliki ukuran penis yang normal, mengaku merasa puas dengan hasil yang didapatnya lewat cara penis filler. Oleh karena itu, dia pun kembali lagi untuk menjalani tindakan ini.

Keputusan untuk menjalani metode penis filler – seperti dijalani Abdul Hasan – rasanya tidak bisa diambil secara gegabah. Perlu pemahaman dan konsultasi dengan dokter sebelum pasienn memutuskan untuk menjalani tindakan tersebut.

Kenali prosedur penis filler

Dalam tindakan penis filler, sejumlah cairan disuntikkan ke jaringan lunak di bawah kulit batang. Biasanya cairan tersebut adalah asam hyaluronic.

Penis filler adalah prosedur non-bedah yang dapat dilakukan dalam hitungan jam di klinik spesialis. Jika dilakukan di Inggris, biayanya sekitar 3.000 Pound sterling (sekitar Rp 58 juta) untuk sekali tindakan.

Hal ini dirancang untuk meningkatkan ketebalan lemak penis pria, biasanya sekitar 1 atau 2 sentimeter tapi tergantung pada jumlah yang disuntikkan. Penis filler tidaklah permanen dan hanya bertahan sekitar 18 bulan.

"Filler itu tidak selamanya, akan ada masanya habis. Idealnya kalau mau mengubah bentuk, seperti memperbesar organ, itu biasanya melakukan tindakan operasi bedah plastik. Cuma kalau filler, ini namanya tindakan non-infasif atau non-surgery. Dalam hal ini, tindakan bedah plastik, tapi minimal infasifnya, tidak pakai pisau, tidak ada sayat-sayat. Metode ini lebih disukai karena komplikasi lebih kecil," ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Tetap ada efeknya pada kesehatan

Walaupun begitu, seorang pria yang melakukan penis filler tetap akan merasakan efek samping dari tindakan tersebut. Menurut dr. Sepri, efeknya memang cuma sementara, tapi hati-hati dengan efek infeksi dan alergi yang tidak terduga. Kondisi ini bisa terjadi karena penis filler tidak permanen, sedangkan  tindakan bedah lebih permanen.

Penis filler ini tidak bisa menyatu dengan organ tubuh dan efek yang ditimbulkan biasanya rasa sakit pada saat tindakan, lalu biasanya akan bengkak, merah, nyeri. Selain itu, komplikasi yang paling sering terjadi adalah, jika ada reaksi alergi dari bahan filler tersebut, karena ini sama dengan memasukkan zat asing ke dalam tubuh" jelas dr. Sepri.

Selain efek di atas, penis filler yang menggunakan cairan tentu akan degradasi dengan sendirinya. Jika tubuh bereaksi terhadap zat asing yang masuk, tubuh akan menolak cairan tersebut saat degradasi. Kondisi ini bisa berbahaya karena berisiko mengakibatkan bengkak, infeksi, abses, dan sepsis.

Menurut dr.Sepri tindakan penis filler sendiri tidak memiliki manfaat dari sisi kesehatan. Manfaatnya hanya dari segi estetika dan dilakukan untuk kepuasan diri saja. "Berbeda dengan sirkumsisi, yang merupakan indikasi medis. Kalau penis filler tidak ada indikasi medis," pungkas dr. Sepri.

Tindakan penis filler masih terdengar baru di Indonesia. Metode memperbesar penis tersebut – yang bagi sebagian besar pelakunya dilakukan untuk memenuhi ego – memang  masih memancing banyak pro dan kontra. Jika Anda tertarik mengetahui hal ini lebih lanjut, berkonsultasilah dengan dokter yang ahli untuk mencari tahu apa kegunaan dan efek sampingnya dari tindakan ini.  

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar