Sukses

Tak Ingin Anak Alami Kanker Paru, Jangan Merokok di Depan Anak!

Merokok di depan anak dapat menyebabkan anak memiliki risiko mengalami kanker paru dan berbagai penyakit lainnya!

Klikdokter.com, Jakarta Kanker paru tidak hanya bisa dialami perokok, tapi juga oleh orang yang menghirup asap rokok, termasuk anak-anak. Ironisnya, studi membuktikan bahwa di Asia Tenggara sebanyak 50 hingga 70 persen bayi dan balita menjadi perokok pasif akibat kebiasaan merokok orang tua mereka. Angka ini jauh lebih besar daripada yang terjadi di Eropa dan Amerika.

Menghirup asap rokok jauh lebih berbahaya daripada merokok

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa zat yang dihirup dari asap rokok 10 kali lipat lebih beracun daripada zat yang didapat saat mengisap rokok. Itulah sebabnya, perokok tangan kedua (orang yang menghirup asap rokok) mengalami dampak kesehatan yang tak kalah membahayakan dengan perokok.

Tercatat, terdapat 250 zat berbahaya dalam asap rokok, dan 50 di antaranya telah terbukti meningkatkan risiko kanker. Zat-zat berbahaya tersebut di antaranya adalah:

  • Amonia, yang bisa ditemukan pada deterjen
  • Arsen, zat beracun yang sering dipakai dalam kasus pembunuhan
  • Butan, terkandung dalam pemantik api
  • Kadmium, zat di dalam baterai
  • Asam stearat, bisa ditemukan di dalam wax
  • Toluen, sering digunakan sebagai pelarut bahan kimia

Lebih berbahaya lagi, zat-zat ini tak langsung hilang setelah asap rokok hilang. Asap rokok akan tertinggal di pakaian, rambut, sofa, bagian dalam mobil, dan sebagainya. Zat beracun tersebut juga ikut melekat pada benda-benda tersebut.

Jadi sekalipun orang tua tak merokok secara langsung di depan anak, merokok di ruangan yang juga ditempati anak akan membuat si kecil tetap bisa menghirup zat-zat beracun itu.

1 dari 2 halaman

Menghirup asap rokok dan kanker paru

Kejadian kanker paru pada anak terbilang cukup jarang terjadi. Jika anak menghirup asap rokok, kanker paru memang tak serta merta terjadi pada masa kanak-kanak. Studi menyebutkan bahwa anak yang menjadi perokok pasif, memiliki risiko 1,5 hingga 2 kali lipat mengalami kanker paru saat ia dewasa.

Risikonya lebih besar jika anak sudah “menghirup” asap rokok sejak dalam kandungan karena sang Ibu merokok, atau terbiasa menghirup asap rokok. Racun dalam asap rokok bisa diteruskan ke anak melalui plasenta dan melalui air susu ibu saat si kecil sudah lahir.

Sebenarnya tak hanya kanker paru, anak yang menjadi perokok pasif juga berisiko mengalami kanker lainnya saat dewasa, seperti limfoma (kanker kelenjar getah bening) dan leukemia (kanker sel darah putih).

Bukan hanya efek jangka panjang saat dewasa, anak yang sering mengisap asap rokok juga rentan mengalami berbagai penyakit saat kanak-kanak. Studi membuktikan bahwa asap rokok meningkatkan risiko anak mengalami sudden infant death syndrome (SIDS) sebesar 94%, meningkatkan risiko asma sebesar 21%, meningkatkan risiko infeksi telinga tengah sebesar 50%, serta risiko gangguan saraf sebesar 60%.

Kiat agar anak terhindar dari bahaya asap rokok

Cara terbaik agar anak tak mengalami bahaya asap rokok adalah orang tua harus berhenti merokok.  Untuk dapat berhenti merokok, pertama-tama orang tua harus memiliki tekad yang kuat untuk itu. Setelah itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Selanjutnya dokter dapat memberikan obat-obatan untuk secara perlahan mengurangi ketergantungan terhadap rokok. Selain itu, bergabung dalam komunitas untuk berhenti merokok juga bisa meningkatkan peluang untuk berhasil berhenti merokok.

Namun demikian, jika orang tua merasa belum siap untuk berhenti merokok, untuk melindungi anak dari bahaya asap rokok, setidaknya ciptakanlah lingkungan bebas asap rokok untuk anak dengan cara:

  • Biasakan untuk hanya merokok di luar rumah.
  • Segera mandi, keramas, dan cuci pakaian segera setelah masuk ke rumah agar tak ada zat beracun dari asap rokok yang menempel di dalam rumah.
  • Jangan pernah merokok di dalam mobil, meski dengan jendela mobil yang terbuka lebar.
  • Pastikan lingkungan sekolah anak bebas dari asap rokok.

Sebagai orang tua, tentu Anda selalu ingin melindungi buah hati, bukan? Oleh karena itu, stop merokok sekarang juga agar anak terhindar dari kanker paru. Selain itu, yang juga tidak kalah penting, lakukan pola hidup sehat mulai sekarang.

[HNS]

0 Komentar

Belum ada komentar