Sukses

5 Tips Atasi Nyeri Telinga Saat Naik Pesawat

Pernah merasakan nyeri telinga saat sedang naik pesawat, terutama saat lepas landas dan mendarat? Berikut ini cara mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Pernah mengalami gendang telinga sakit seperti sedang ditekan atau kemasukan air? Kondisi serupa ini kerap terjadi pada orang yang bepergian dengan naik pesawat terbang, terutama saat pesawat tinggal landas dan mendarat. Selain itu, biasanya nyeri telinga akan melanda ketika pesawat terbang lebih rendah dibanding ketinggian sebelumnya.

Kondisi telinga yang sakit saat naik atau turun pesawat dikenal dengan istilah barotrauma atau aerotritis. Keadaan ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Jika mengalami nyeri telinga karena naik pesawat, Anda biasanya refleks menekan telinga atau mencoba menggerakkan otot rahang dengan membuka mulut agar kuping tidak lagi terasa sakit. Hal tersebut wajar dilakukan.

Kenali penyebab barotrauma

Secara umum, telinga dibagi dalam tiga bagian besar, yakni luar, tengah, dan dalam. Pada bagian tengah telinga, terdapat ruangan berisi udara yang terhubung dengan hidung dan tenggorokan melalui sebuah saluran yang disebut tuba eustachius.

Pada kondisi normal, udara di dalam telinga tengah akan bergerak ke tuba eustachius untuk menyeimbangkan keadaan telinga tengah dengan tekanan udara sekitar. Namun, saat berada di pesawat yang hendak mendarat, proses itu mengalami hambatan sehingga membuat telinga Anda sakit.

Secara medis, menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, itu bisa terjadi karena penurunan ketinggian pesawat akan menyebabkan tekanan dalam kabin meningkat, dengan tekanan udara di telinga relatif lebih rendah. Hal ini mengakibatkan gendang telinga tertarik ke dalam dan meregang, sehingga tuba eustachius akan gagal membuka. Pada akhirnya, Anda akan merasakan nyeri di bagian telinga.

Keadaan ini bisa membahayakan ketika Anda sedang mengalami infeksi telinga, batuk atau pilek, karena bisa membuat tuba eustachius membengkak. Akibatnya, telinga bagian tengah akan kesulitan untuk menyeimbangkan tekanan udara dengan di luar. Akibatnya, Anda akan mendapatkan rasa nyeri yang sangat parah.

Selain terasa nyeri, keluhan lain akibat barotrauma adalah :

  • Telinga terasa penuh
  • Penurunan fungsi pendengaran
  • Pusing berputar
  • Tinitus atau bunyi berdenging di dalam telinga
  • Darah dari telinga.

Pada beberapa kasus, tekanan udara yang tidak seimbang saat Anda naik pesawat dapat menyebabkan tumpukan cairan di telinga tengah dan pecah pembuluh darah. Jika tekanan yang dihasilkan terlalu besar, risiko robeknya gendang telinga juga menjadi semakin tinggi.

1 dari 2 halaman

Tips mengatasi barotrauma

Jika demikian, lantas bagaimana cara untuk mengatasi barotrauma? Berikut beberapa tips untuk mencegah dan mengatasi barotrauma.

  1. Cobalah untuk melakukan gerakan mengunyah, menelan, atau menguap saat pesawat hendak lepas landas atau mendarat.
  2. Lakukan parasat valsava, yaitu dengan menutup hidung dan mengejan secara bersamaan. Tapi harus hati-hati, tindakan ini tidak boleh dilakukan jika sedang batuk atau pilek.
  3. Jangan tidur, baik saat lepas landas dan pendaratan. Jika Anda terjaga dalam dua momen itu, Anda dapat melakukan teknik perawatan diri yang diperlukan ketika Anda merasakan tekanan pada telinga Anda.
  4. Gunakan penyumbat telinga yang disaring. Penyumbat telinga ini secara perlahan menyamakan tekanan terhadap gendang telinga Anda selama lepas landas dan mendarat. Anda dapat membeli ini di toko obat, atau klinik pendengaran lokal Anda.
  5. Mempertimbangkan kembali rencana perjalanan Anda, karena alasan kesehatan, seperti pilek, infeksi sinus, hidung tersumbat, atau infeksi telinga. Atau jika Anda baru saja menjalani operasi telinga, bicarakan dengan dokter Anda tentang waktu yang aman untuk bepergian.

Sementara itu, jika Anda membawa anak dalam penerbangan dan menemukan kasus telinga anak Anda sakit atau ia mengalami nyeri telinga, Anda harus melakukan hal berikut.

  • Berikan bayi atau balita minum saat lepas landas atau mau mendarat agar mereka punya aktivitas menelan. Sebuah dot juga dapat membantu. Mintalah anak itu duduk sambil minum. Anak-anak yang lebih tua dari usia 4 tahun dapat mencoba mengunyah permen karet, minum melalui sedotan, atau meniup gelembung melalui sedotan.
  • Pertimbangkan obat tetes telinga. Bicaralah dengan dokter anak Anda tentang meresepkan obat tetes telinga yang mengandung pereda nyeri untuk penerbangan.

Itu adalah beberapa cara mengatasi barotrauma ketika Anda bepergian dengan naik pesawat. Jangan sepelekan nyeri telinga karena efeknya bisa sangat berbahaya bagi indera pendengaran, dan tentu saja mengganggu perjalanan Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar