Sukses

Tips Aman Naik Pesawat Saat Sakit Gigi

Ada beberapa kondisi kesehatan yang melarang seseorang bepergian dengan naik pesawat, salah satunya adalah sakit gigi. Bagaimana solusinya?

Klikdokter.com, Jakarta Pesawat Lion Air tipe B737 Max dengan nomor penerbangan JT 610, Senin (29/10) dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkalpinang. Kabarnya, copilot Harvino yang menerbangkan pesawat tersebut tengah menderita sakit gigi. Benarkah seseorang yang sakit gigi sebaiknya tidak bepergian dengan naik pesawat?

Dilansir dari Liputan6.com, Vini Wulandari (36) sang adik kandung dari copilot Harvino merasa kaget saat kemudian mengetahui sang kakak bertugas terbang ke Pangkalpinang. Menurutnya, sang kakak yang tengah menderita gigi berlubang tak seharusnya ditugaskan. Oleh sebab itu, ia sempat syok saat mendengar pesawat Lion Air yang dikemudikan sang kakak jatuh di perairan Tanjung Karawang.

Bahaya naik pesawat saat sakit gigi

Dilansir dari Huffington Post, berada di dalam pesawat ternyata dapat meningkatkan rasa nyeri pada sakit gigi. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan tekanan udara di kabin pesawat. Padahal, tekanan udara di dalam tubuh Anda baik dari sinus maupun telinga seharusnya sama dengan tekanan udara di kabin pesawat.

Itu sebabnya orang sering mengisap permen dan menelan sesuatu saat pesawat terbang atau mendarat. Pada dasarnya cara tersebut dilakukan untuk menjaga tekanan di dalam rongga sinus agar sesuai dengan tekanan di luar.

Hal serupa pun berlaku untuk gigi Anda. Udara yang terperangkap di dalam gigi akan mengubah tekanan di dalam rongga mulut hingga membuat gigi ngilu.

Dijelaskan oleh drg. Wiena Manggala dari KlikDokter, gigi berlubang seperti yang diderita copilot pesawat Lion Air JT 610 akan sangat mengganggu konsentrasi menerbangkan pesawat. Sebab, efek tidak menyenangkan akan muncul saat pesawat diterbangkan.

“Pada kondisi gigi berlubang, tekanan udara saat take off atau landing terkadang bisa menimbulkan sakit kepala dan sakit telinga. Nyeri pada gigi pun bisa merambat ke bagian tubuh lainnya,” jelasnya.

Udara yang masuk ke dalam gigi akan terperangkap, sehingga tidak dapat mengikuti tekanan kabin. Akibatnya, gigi pun semakin terasa sakit. Hal yang sama juga akan terjadi ketika gigi yang ditambal mulai terbuka. Udara dapat masuk ke dalam celah tambalan, sehingga menimbulkan sakit gigi.

Sayangnya, menyesuaikan tekanan udara di dalam gigi dengan di kabin tak semudah ketika Anda sakit telinga atau nyeri sinus. Oleh sebab itu, Anda harus melakukan tindakan pencegahan agar perjalanan dengan pesawat tetap nyaman saat sakit gigi sekalipun.

Yang sebaiknya Anda lakukan

Bila memang Anda merasa sakit gigi dan berencana pergi dengan pesawat, berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan, sesuai dengan saran dari drg. Wiena:

  1. Menambal gigi

Sebaiknya Anda tidak naik pesawat saat menderita sakit gigi. Sebelum berangkat, Anda bisa melakukan perawatan ke klinik gigi terdekat.

“Biasanya dokter akan membersihkan gigi terlebih dahulu dan memberikan obat ke area gigi yang berlubang untuk mengurangi sakit saat naik pesawat. Seminggu kemudian, Anda akan diminta untuk melakukan kontrol,” ucap drg. Wiena.

  1. Konsumsi obat antinyeri

Minum obat antinyeri untuk meredakan sakit gigi sebelum berangkat. Tapi ingat, jangan lupa konsultasikan juga kepada dokter gigi Anda, ya.

“Anda bisa mengonsumsi asam mefenamat hanya saat gigi terasa sakit. Namun, karena efek obat ini hanya bertahan hingga 8 jam, Anda disarankan untuk makan obat 3 kali dalam sehari,” pesan drg. Wiena.

  1. Lakukan pemeriksaan rutin

Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu, usahakan untuk rutin melakukan pemeriksaan gigi setiap 6 bulan sekali. Dengan demikian, bila ditemukan lubang, bisa langsung dikoreksi.

Sakit gigi saat bepergian naik pesawat akan membuat Anda merasa sangat tidak nyaman selama penerbangan. Tak heran, kemudian muncul berbagai spekulasi dari warganet seputar kecelakaan pesawat tersebut, dan kondisi tidak fit copilot Harvino yang menerbangkan Lion Air JT 610. Jadi, agar perjalanan Anda tetap aman dan nyaman, mulailah untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.

0 Komentar

Belum ada komentar