Sukses

Tips Rumahan untuk Atasi Luka Bakar

Ada beberapa cara untuk mengatasi luka bakar yang derajatnya tergolong ringan, yang bisa dilakukan di rumah. Simak penjelasan selanjutnya.

Klikdokter.com, Jakarta Luka bakar biasa dialami siapa saja, usia dewasa hingga anak-anak. Misalnya akibat menyentuh benda panas, terciprat minyak saat memasak, tersengat aliran listrik, kena setrika, terpapar sinar matahari, tersenggol knalpot motor, hingga ekspos terhadap bahan kimia tertentu. Luka bakar memang bisa berbahaya. Namun, jika luka bakar yang dialami tergolong ringan, ada beberapa tips rumahan untuk mengatasinya.

Sebelum membahas mengenai cara mengatasi luka bakar di rumah, penting untuk mengenali derajat luka bakar terlebih dulu.

  • Luka bakar derajat 1: ditandai dengan kemerahan kering pada kulit dan hanya mengenai permukaan kulit (lapisan epidermis).
  • Luka bakar derajat 2: ditandai dengan kemerahan, lepuh atau lentingan berisi cairan di kulit yang terkena panas, dan telah mengenai lapisan dermis (bagian yang lebih dalam lagi). Umumnya kulit yang mengalami luka bakar derajat 2 tampak lebih basah.
  • Luka bakar derajat 3: ditandai dengan kulit berwarna abu-abu dan pucat. “Tidak didapatkan rasa nyeri karena ujung-ujung saraf sudah mengalami kerusakan bahkan kematian,” kata Theresia Rina Yunita dari KlikDokter menambahkan.

Di antara ketiga derajat luka bakar di atas, yang paling sering dijumpai di rumah adalah luka bakar derajat 1 dan derajat 2.

Pertolongan luka bakar di rumah

Pertolongan pertama bisa dilakukan untuk mengobati luka bakar ringan. Ini dilakukan agar kerusakan kulit yang terjadi tidak bertambah. Langkah-langkah di bawah ini bisa segera Anda lakukan setelah insiden terjadi.

  • Lepaskan segala aksesori yang menempel pada bagian yang terkena luka bakar agar tidak mengganggu pengobatan.
  • Bilas bagian kulit yang terbakar menggunakan air mengalir bersuhu ruang - tidak panas dan tidak dingin. Bilas kulit yang terbakar selama kurang lebih 15 menit. Pembilasan ini penting dilakukan untuk menurunkan temperatur kulit dan menghentikan proses pembakaran yang terus terjadi di kulit.
  • Jangan kompres menggunakan es atau air dingin karena bisa merusak jaringan.
  • Setelah dibilas menggunakan air mengalir, bilas lagi dengan menggunakan air matang suhu ruang.
  • Hindari menyentuh lentingan atau lepuh karena dapat menimbulkan infeksi.
  • Bersihkan luka menggunakan sabun antibakteri secara perlahan.
  • Jangan mengoleskan pasta gigi, mentega, atau cairan berminyak lainnya untuk mengobati luka. Penanganan luka bakar dengan hal-hal tersebut hanyalah mitos.
  • Jika sudah, bilas dan keringkan secara perlahan.
  • Bila ada, oleskan salep antibiotik.
  • Tutup luka bakar menggunakan kasa steril dan selesai.

Nah, selain langkah-langkah di atas, dilansir dari Reader’s Digest, Anda juga bisa mengobati luka bakar dengan bahan alami seperti gel lidah buaya. Gunanya adalah untuk meredakan kulit yang terasa terbakar. Lidah buaya bersifat antiinflamasi sehingga dapat membantu mendinginkan serta mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada luka bakar derajat 1 dan 2.

Selain itu, hindari penggunaan pasta gigi karena kandungan mentol, pemutih, perasa, zat-zat kimia lainnya karena bisa memperparah inflamasi. Ya, meski memberikan pasta gigi dianggap bisa “mendinginkan” kulit, tapi pada kenyataannya hal tersebut malah memperburuk kondisi luka. Pasta gigi juga bisa menghalangi udara di kulit sehingga suhu di bawah kulit tetap terasa panas, luka bakar pun bisa meluas.

Faktanya, luka bakar dalam lingkungan rumah cukup sering terjadi, dan yang paling sering terjadi adalah luka bakar derajat 1 dan 2. Jika Anda, atau anggota keluarga lainnya mengalami luka bakar jenis ini, atasi dengan melakukan di atas sebagai pertolongan pertama. Namun, jika luka bakar menampakkan bagian dalam kulit, sebaiknya segera minta pertolongan petugas medis agar bisa ditangani dengan cepat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar