Sukses

Anda Sesak Napas Saat Naik Pesawat? Ini Penyebabnya

Sesak napas bisa dialami di mana saja, termasuk saat sedang naik pesawat. Simak ulasan penyebab munculnya sesak napas berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa hari ini, fokus masyarakat Indonesia masih tersedot pada peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10). Peristiwa pesawat jatuh tersebut memunculkan banyak pertanyaan seputar keamanan dan keselamatan saat terbang. Memang, ada kalanya perjalanan naik pesawat tidak berlangsung lancar. Gangguan kesehatan – seperti sesak napas - pun bisa menjadi salah satu kendala yang bisa dialami siapa saja yang naik pesawat.

Nah, pernahkah Anda mengalami sesak napas saat naik pesawat? Jika ya, sebenarnya sesak napas saat berada di dalam pesawat bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Kandungan oksigen di dalam pesawat

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, kandungan oksigen dalam pesawat udara lebih minim ketimbang kandungan oksigen di ruang terbuka. Apalagi jika AC dalam pesawat juga tidak terlalu dingin atau tidak berfungsi dengan baik, risiko untuk terkena sesak napas pun semakin tinggi.

Selain itu, banyaknya penumpang (hingga ratusan) juga mendukung terjadinya sesak napas karena Anda “berebut” udara dengan mereka semua.

Jika Anda mengalami kondisi demikian, jangan panik. Pasalnya, napas orang yang panik akan semakin pendek dan justru semakin sesak. Usahakanlah untuk bernapas seteratur mungkin sampai kadar oksigen di pesawat meningkat. Dan ingat, masker oksigen pasti akan turun jika kadar oksigen di pesawat benar-benar berkurang.

  1. Pengaruh tekanan udara di dalam pesawat

Tak cuma rendahnya kadar oksigen di dalam pesawat yang bikin Anda sesak napas, adanya pengaruh tekanan udara juga bisa memicu hal tersebut. Ya, meski pesawat memiliki teknologi yang mampu meningkatkan tekanan udara dalam pesawat, tetap saja tekanan udara dalam pesawat relatif lebih rendah ketimbang udara luar. Sehingga, kemungkinan untuk merasa sesak lebih besar.

Tak hanya sesak napas, tekanan udara juga bisa membuat telinga Anda sakit dan terasa seperti tersumbat. Biasanya, ketika Anda menelan ludah, rasa tersumbat pada telinga bisa mereda, tetapi rasa tersumbat itu bisa timbul kembali. Itulah mengapa ada penutup telinga kecil (seperti earphone) yang terkadang dipersiapkan di dalam pesawat.

  1. Pengaruh kelembapan udara di dalam pesawat

Selain memiliki kadar oksigen dan tekanan udara yang rendah, kondisi keringnya udara dalam pesawat juga bisa memicu terjadinya sesak napas. “Udara dalam pesawat lebih kering dibandingkan udara bebas. Hal ini terkadang membuat Anda merasa tidak nyaman saat bernapas,” dr. Reza menambahkan.

Bahkan pada orang yang sensitif, keringnya udara dalam pesawat bisa mengiritasi hidung dan saluran pernapasannya! Hal tersebut tentunya akan semakin parah jika durasi penerbangannya semakin lama.

  1. Adanya rasa takut yang berlebihan

Setujukah Anda saat Anda merasa cemas atau ketakutan, gejala penyakit mendadak muncul semua? Sebut saja sakit perut dan sesak napas yang kerap kali datang saat Anda merasa gugup.

Nah, biasanya orang yang baru pertama kali naik pesawat atau orang yang fobia ketinggian akan mengalami cemas yang berlebihan sehingga mengalami sesak napas – meskipun gejalanya tidak terlampau parah. Bahkan, orang yang sudah sering bepergian dengan pesawat pun terkadang masih takut atau trauma saat harus terbang. Sekarang, ditambah lagi dengan peristiwa pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh beberapa hari lalu, memungkinkan orang menjadi takut untuk terbang.

Saat Anda merasa takut, hormon adrenalin meningkat sehingga memacu detak jantung menjadi lebih cepat. “Meningkatnya aktivitas jantung ini membutuhkan energi dan pasokan oksigen yang lebih besar sehingga tubuh dipaksa untuk bernapas lebih cepat,” jelas dr. Reza. Alhasil, sesak napas menjadi sulit untuk dihindari.

Oleh sebab itu, persiapkanlah kondisi fisik dan mental terlebih dulu sebelum naik pesawat. Tenangkan pikiran dengan meditasi atau mendengarkan musik, siapkan obat-obatan asma atau obat penyakit lainnya, dan bawa penyumpal telinga sendiri. Dengan persiapan yang lebih baik, gejala sesak napas saat naik pesawat pun bisa diminimalkan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar