Sukses

Kenali Risiko Pendaratan Darurat Pesawat di Air pada Kesehatan

Dalam kondisi genting, pesawat bisa melakukan pendaratan darurat di atas permukaan air. Kenali risiko kondisi ini pada kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 pada Senin (29/10) sangat mengejutkan masyarakat. Beberapa bagian pesawat yang hancur mulai ditemukan di perairan Tanjung Karawang. Kondisi tersebut seakan menunjukkan bahwa dalam kondisi emergency, pesawat bahkan bisa melakukan pendaratan darurat di atas air seperti laut atau sungai. Pendaratan darurat semacam ini tentu saja memiliki risiko tersendiri terhadap kesehatan para penumpang dan awak pesawat.

Namun sayang, pesawat Boeing 737-800 Max tersebut hancur berkeping-keping karena terjatuh ke perairan dalam kecepatan 345 KTS dari ketinggian 3.650 kaki. Angka ini terdeteksi dari aplikasi Flightradar 24 yang memperlihatkan pergerakan penerbangan tersebut, seperti dilansir dari Liputan6.com.

Nahasnya, tidak ada yang selamat dari kecelakaan ini. Sebanyak 189 orang yang terdiri dari 181 penumpang dan 8 awak penerbangan menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Untuk mengetahui secara pasti tentang apa yang terjadi pada Lion Air JT 610 hingga tak sempat melakukan pendaratan darurat, diperlukan investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan identifikasi kotak hitam pesawat.

Bila pendaratan darurat mungkin dilakukan

Pesawat yang berhasil mendarat darurat baik di darat maupun di air membutuhkan bantuan tenaga medis untuk merawat korban yang terluka maupun yang mengalami syok.

Menurut Federal Aviation Administration (FAA), terdapat tiga jenis pendaratan darurat, yaitu forced landing, precautionary landing, dan ditching.

  • Forced landing adalah pendaratan segera yang dilakukan di dalam atau luar bandara karena ketidakmampuan pesawat untuk melanjutkan penerbangan, misalnya karena adanya kegagalan mesin.
  • Precautionary landing adalah pendaratan darurat atas pertimbangan adanya bahaya atau kedaruratan yang mengancam, dimana pesawat masih dapat melanjutkan penerbangan, namun tidak disarankan untuk dilakukan karena adanya kekhawatiran tertentu.

Contoh precautionary landing misalnya prediksi cuaca buruk yang mendadak, keterbatasan bahan bakar, dan kerusakan mesin ringan yang masih berjalan.

  • Ditching, yaitu segala jenis pendaratan darurat yang dilakukan di air. Perlu diingat sekali lagi, bahwa mendarat darurat berbeda dengan jatuh.

Saat pesawat jatuh bebas, tidak ada kontrol yang dapat dilakukan sebagai usaha untuk mendaratkan pesawat dengan selamat. Sedangkan, pada pesawat yang berhasil didaratkan di air, ada beberapa protokol dan langkah-langkah lanjutan yang harus dilakukan.

Selain itu, ketika pesawat melakukan pendaratan darurat, terutama di perairan, ada berbagai risiko gangguan kesehatan yang mungkin terjadi pada penumpang dan awak pesawat. Hal-hal seperti inilah yang harus Anda waspadai sejak awal.

1 dari 2 halaman

Risiko mendarat di air terhadap kesehatan

Setelah pesawat berhasil mendarat di air, ada berbagai hal yang masih harus Anda perhatikan dan lakukan dalam usaha untuk bertahan hidup. Jadi, ketahui apa saja risiko yang mengintai pada pendaratan darurat di air, terutama di laut.

Perlu Anda ketahui, suhu air di laut lepas dapat mencapai suhu dingin yang ekstrem, sehingga tenggelam secara tiba-tiba di laut lepas dapat menyebabkan kematian yang mendadak.

Pada kondisi yang lebih ringan sekalipun, suhu air yang dingin tetap menjadi ancaman tersendiri, karena akan menarik panas tubuh dan menyebabkan Anda mengalami hipotermia.

Paparan air bersuhu sangat dingin secara mendadak dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang mengancam jiwa, seperti rasa nyeri hebat, reflek menggapai udara yang dapat menyebabkan tersedak dan tenggelam, hiperventilasi, perubahan tanda vital yang kritis, dan serangan jantung.

Suhu yang sangat dingin tersebut juga dapat menyebabkan gangguan koordinasi otot dalam waktu yang terbilang singkat, yakni selama 10-15 menit. Kondisi ini akan mempersulit usaha Anda untuk menyelamatkan diri dengan berenang, akibat sulitnya mengontrol otot gerak.

Dapat disimpulkan bahwa musuh utama Anda saat pesawat yang Anda tumpangi mendarat darurat di air adalah suhu dingin, baik suhu di air maupun di udara.

Pendaratan darurat yang dilakukan di perairan rupanya juga menyimpan bahaya tertentu bagi kesehatan penumpang yang menjadi korban. Dengan mengetahui berbagai risiko di atas, diharapkan Anda dapat lebih waspada saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Belajar dari kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, jangan lupa untuk senantiasa mempelajari instruksi keselamatan yang biasanya tersedia di kantong depan kursi Anda. Tidak ada salahnya untuk mengecek sekali lagi sesaat sebelum terbang, bisa jadi ada sedikit perbedaan protokol dari tipe pesawat dan maskapai yang berbeda, termasuk perihal pendaratan darurat.

[NP/ RVS]

1 Komentar