Sukses

Si Kecil Suka Mengisap Jempol? Ini Tanda Awal Kecanduan

Kebiasaan si Kecil mengisap jempol bisa memengaruhi proses pertumbuhan giginya. Selain itu, juga tanda awal kecanduan anak terhadap sesuatu.

Klikdokter.com, Jakarta Si Kecil dan kebiasaan mengisap jempol terkadang sulit untuk dipisahkan. Pasalnya, mengisap jempol sudah dilakukan bayi sejak masih dalam kandungan dan berlanjut hingga mereka lahir ke dunia. Namun, jika si Kecil sudah berusia di atas 3 bulan, kebiasaan ini sebaiknya dihentikan karena tangannya sudah banyak memegang benda-benda di sekitarnya.

Kebersihan benda-benda tersebut juga tidak terjamin. Jika sudah masuk ke mulut dan saluran pencernaan, si Kecil akan mudah sakit. Kebiasaan mengisap jempol juga bisa menyebabkan kerusakan susunan gigi. Tak hanya itu, suka mengisap jempol juga bisa jadi tanda awal kecanduan sesuatu.

Bicara mengenai kebiasaan buruk, sebetulnya kebiasaan mengisap jempol ini dianggap sama seperti kebiasaan menggigit kuku, merengek dan berteriak, hingga kebiasaan memukul. Ya, semuanya bukan hal yang positif dan harus dihentikan demi kebaikannya.

Sementara itu, kebiasaan buruk yang tidak dihentikan umumnya bisa menyebabkan kecanduan di masa mendatang. Dilansir dari Psychology Today, kecanduan – termasuk mengisap jempol – dianggap oleh anak-anak balita sebagai kegiatan yang menenangkan dan menyenangkan.

Di sisi lain, kecanduan seperti ini juga bisa menular, apalagi jika anak memiliki kakak atau adik yang juga punya kebiasaan mengisap jempolnya. Meski pada awalnya anak tak terlalu sering mengisap jempolnya, tapi karena ia melihat kebiasaan saudaranya setiap hari, lambat laun ia bisa “tertular”.

Cara menghentikan kebiasaan mengisap jempol

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu menghilangkan kebiasaan mengisap jempol.

  • Jangan permalukan anak atau membuatnya merasa bersalah

Untuk menghentikan kebiasaan ini, jangan sampai Anda mempermalukan atau membuatnya merasa bersalah, apalagi di depan banyak orang. Bicarakan dengan anak dari hati ke hati, dan beri tahu bahwa kebiasaannya itu akan berdampak pada kesehatannya.

  • Beri ia hadiah

Sebetulnya iming-iming hadiah agar anak melakukan sesuatu memang masih menimbulkan pro dan kontra. Namun, untuk meningkatkan motivasinya terlebih dahulu, tak ada salahnya Anda memberinya hadiah jika ia berhasil tidur tanpa mengisap jempol selama beberapa malam. Setelah itu, perpanjang dari hanya beberapa malam menjadi beberapa minggu, bulan, hingga ia benar-benar bisa melepas kebiasaan itu tanpa harus diberikan hadiah.

  • Aktif berkegiatan

Ikut sertakan anak dalam berbagai aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat, seperti tim musik, kasti, menggambar, klub menari, dan lain-lain agar anak disibukkan sehingga “lupa” akan jempolnya.

  • Libatkan keluarga

Bekerja samalah dengan orang-orang terdekatnya untuk mengingatkan ia saat ia tak sengaja mengisap jempolnya lagi. Satu hal penting, jangan mengingatkannya sambil marah. Alihkan saja dengan mengajaknya bermain atau aktivitas lainnya.

Untuk membantu anak menghentikan kebiasaan mengisap jempol, orang tua dituntut untuk sabar. Tips di atas bisa jadi panduan Anda untuk mengatasi kebiasaan anak itu tumbuh menjadi sebuah tanda kecanduan di masa depan kelak. Jika semuanya sudah Anda coba tetapi gagal terus, konsultasikanlah dengan psikolog anak untuk menemukan solusi yang tepat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar