Sukses

Amankah Mengganti Gula Pasir dengan Pemanis Buatan?

Dewasa ini banyak orang yang memilih pemanis buatan sebagai pengganti gula pasir. Amankah cara tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Ingin sekali rasanya menikmati minuman manis tanpa rasa berdosa. Teh manis, kopi manis, jus buah yang manis, smoothies, milkshake, dan lainnya. Atas dasar alasan kesehatan, kini banyak orang mengonsumsi pemanis buatan sebagai pengganti gula pasir.

Kalori dalam gula

Satu kaleng minuman bersoda yang biasa Anda konsumsi ternyata dapat menambah 150 kalori ke dalam tubuh Anda. Bahkan, jumlah kalori tersebut sama banyaknya dengan yang terkandung di dalam satu kaleng minuman bersoda dengan label “nol kalori”.

Seratus lima puluh kalori tersebut kurang lebih sama seperti Anda mengonsumsi satu mangkuk besar (sekitar 50 gram) salad, 150 ml susu full cream, atau satu setengah butir telur rebus.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kini telah tersedia berbagai jenis pemanis buatan yang dijual di berbagai toko. Pemanis buatan ini digadang-gadang aman dan mengandung kalori yang sangat rendah, sampai bisa diabaikan. Dengan demikian, pemanis buatan ini tidak menambah asupan kalori sebanyak gula dan tidak meningkatkan kadar gula darah seperti pada penyakit gula.

Tapi tunggu dulu, jangan telanjur senang dengan fakta tersebut. Apakah benar pemanis buatan aman dikonsumsi untuk menggantikan gula?

Jenis pemanis buatan

Pemanis buatan adalah pemanis yang dibuat oleh manusia dari bahan-bahan tertentu yang memiliki rasa manis 30-8000 kali lipat dari gula, namun memiliki kalori yang jauh lebih rendah.

Setiap gram gula pasir mengandung 4 kalori, sementara pemanis buatan hanya mengandung nol koma sekian kalori, sehingga bisa dikatakan mengandung nol kalori. Oleh karena itu, penggunaannya pun cukup dipakai sedikit saja, namun sudah bisa memberikan rasa manis yang Anda inginkan.

Pemanis buatan ini diklaim dapat menurunkan asupan gula dan kalori, sehingga bermanfaat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, penderita diabetes, sindrom metabolik, dan penyakit jantung.

Badan pengawas obat dan makanan Amerika, FDA, telah mengakui keamanan beberapa jenis pemanis buatan, yaitu sakarin, aspartame, neotame, acesulfame, dan sukralosa.

Harus hati-hati memilih pemanis

American Heart Association (AHA) dan American Diabetes Association (ADA) memang telah memberikan persetujuan mengenai penggunaan pemanis buatan., sebagai pengganti gula dengan pemanis buatan memang dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti obesitas, sindrom metabolik, diabetes, dan penyakit jantung.

Meskipun demikian, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda ingin mengonsumsi pemanis buatan tersebut.

Jangan karena Anda sudah mengurangi kalori dari konsumsi gula, maka Anda boleh menggantinya dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis lainnya. Hal tersebut justru berisiko menyebabkan peningkatan asupan gula dan kalori ke dalam tubuh.

Terlalu banyak menggunakan pemanis buatan juga dapat meningkatkan keinginan Anda untuk mengonsumsi semakin banyak makanan dan minuman yang manis-manis. Hal ini karena lidah Anda sudah terlanjur terbiasa dengan rasa manis.

Kebiasaan menggunakan pemanis buatan berlebihan juga dikhawatirkan dapat menurunkan sensitivitas lidah terhadap makanan lain yang tidak manis. Karena pemanis buatan ini lebih manis daripada gula, maka dikhawatirkan Anda akan kehilangan selera makan begitu berhadapan dengan makanan lain yang rasanya kurang manis, contohnya sayur.

Sebenarnya penggunaan pemanis buatan aman sebagai pengganti gula pasir dan disetujui oleh berbagai badan dunia. Pemanis buatan pun diteliti tidak menyebabkan kanker, seperti yang banyak orang khawatirkan.

Namun demikian, bukan berarti Anda boleh sesuka hati menggunakan pemanis buatan tersebut sebagai pengganti gula pasir. Apalagi jika Anda menggunakannya dalam jumlah banyak dan terlalu sering. Batasi pemakaian pemanis buatan secukupnya untuk menghindari kemungkinan timbulnya gangguan kesehatan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar