Sukses

Benarkah Mandi Lebih Efektif Usir Depresi daripada Olahraga?

Sebuah studi menelaah efektivitas mandi yang ternyata lebih ampuh usir depresi ketimbang olahraga. Simak selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Depresi bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Sebagian orang mengambil waktu sejenak untuk keluar dari rutinitas harian mereka, ada yang memilih untuk lebih banyak mengabiskan waktu dengan orang-orang tersayang, ada yang mendatangi psikolog, tapi ada juga yang memilih untuk mendiamkannya. Selama ini olahraga dipercaya dapat meredakan depresi. Namun, ada studi yang menyatakan bahwa mandi lebih efektif usir depresi daripada olahraga. Benarkah?

Dari KlikDokter, dr. Atika mengatakan bahwa depresi adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan merosotnya suasana hati pada diri seseorang. Depresi bisa terjadi pada siapa pun yang tengah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, entah karena pekerjaan, ekonomi, dan lain-lain.

“Ada dua macam depresi, yaitu depresi ringan dan berat (menetap). Depresi ringan datang dan pergi dengan sendirinya, ditandai dengan perasaan sedih dan murung. Depresi berat ditandai oleh perasaan diri seolah tak berguna atau bersalah, serta sering kali disertai gejala fisik seperti turun berat badan, sakit kepala, hingga tidak enak badan. Penderita depresi berat cenderung menarik diri dan tidak peduli pada lingkungan,” dr. Atika menjelaskan.

Ada berbagai cara yang bisa dicoba untuk mengusir depresi. Mulai dari hal-hal sederhana seperti olahraga atau menemui profesional seperti psikolog atau psikiater. Nah, menurut sebuah studi, untuk meredakan depresi Anda bisa melakukan aktivitas sesederhana, yaitu mandi. Bagaimana bisa?

Khasiat mandi sebagai peredam depresi

Dilansir dari laman Health, ada sebuah studi yang menyebut bahwa mandi air hangat setiap hari dapat membantu mengobati depresi lebih baik ketimbang olahraga. Para peneliti dari Universitas Freiburg, Jerman, melibatkan partisipan sebanyak 45 orang yang tengah bergulat dengan depresi.

Mereka dibagi dalam dua kelompok. Tim pertama diberi tahu untuk berendam dalam air dengan suhu 40 derajat Celcius selama 30 menit setiap hari, sedangkan kelompok kedua diberi instruksi untuk latihan aerobik selama 40-45 menit selama dua kali seminggu.

Setelah delapan minggu, para peneliti menguji suasana hati semua partisipan dengan menggunakan skala depresi. Mereka yang dalam rentang waktu tersebut berendam air hangat mendapat nilai rata-rata enam poin lebih rendah dibandingkan sebelum studi dimulai, sedangkan mereka yang berolahraga memiliki nilai rata-rata hanya tiga poin lebih rendah. Kesimpulan dari studi ini, mandi dengan berendam air hangat dipercaya lebih efektif dalam memperbaiki suasana hati.

Mengenai kesimpulan tersebut, para peneliti percaya itu ada hubungannya dengan ritme sirkadian. Jam biologis tubuh ini memengaruhi fungsi organ-organ tubuh melalui pengaturan suhu.

Pada orang-orang dengan depresi, terkadang ritme sirkadian mereka terganggu. Insomnia adalah salah satu gejalanya. Dengan meningkatkan suhu tubuh partisipan secara teratur, para peneliti percaya bahwa ritme sirkadian ini bisa diperbaiki dan pada akhirnya mengurangi gejala depresi yang dialami. Sinar matahari pagi juga telah terbukti memengaruhi ritme sirkadian dan dapat meredakan depresi.

Meski hasil kesimpulan studi ini sangat menarik, tapi studi tersebut berskala kecil sehingga masih butuh studi lanjutan agar hasilnya lebih valid. Akan tetapi, mengingat mandi air hangat punya efek relaksasi, tak ada salahnya untuk Anda coba.

“Mandi dengan air hangat bisa menurunkan ketegangan otot setelah seharian beraktivitas. Air hangat juga dapat membantu melemaskan otot dan membuat Anda lebih santai,” kata dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Lelah dan stres dengan berbagai beban pekerjaan dan hidup? “Berendam dengan air hangat yang sudah diteteskan aromaterapi bisa membantu Anda mengurangi tingkat stres,” tambah dr. Alvin.

Jika mandi berendam dengan air hangat tak efektif untuk usir depresi, cobalah untuk mengombinasikannya dengan olahraga, curhat dengan orang-orang terdekat, dan menerapkan pola hidup sehat. Apabila depresi tak juga mereda, pertimbangkanlah untuk menemui psikolog untuk membantu mengatasi kondisi tersebut sebelum makin memburuk.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar