Sukses

5 Fakta tentang Stroke yang Anda Harus Tahu

Stroke adalah salah satu penyakit yang ditakuti oleh hampir semua orang. Berikut ini beberapa fakta yang perlu Anda tahu tentang stroke.

Klikdokter.com, Jakarta Stroke merupakan salah satu jenis penyakit yang ditakuti hampir semua orang. Bagaimana tidak, dalam beberapa kasus stroke bisa menyebabkan kematian. Begitu berbahayanya penyakit ini, mari ketahui beberapa fakta penting tentang mengenai stroke.

Stroke merupakan gangguan neurologis akibat terganggunya aliran darah pada otak. Stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) dan pecah pembuluh darah (stroke hemoragik). Gangguan aliran darah di otak tersebut tentu dapat mengganggu fungsi otak.

Otak merupakan salah satu organ vital di dalam tubuh yang berfungsi mengatur kelangsungan fungsi berbagai organ lain di tubuh. Ketika otak mengalami masalah stroke, otomatis ini berdampak langsung pada organ-organ lainnya. Parahnya, stroke suatu kegawatan medis yang dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa fakta tentang stroke di bawah ini.

  1. Stroke dapat terjadi pada usia muda

Anggapan stroke hanya menyerang pada usia di atas 60 tahun tak sepenuhnya benar. Pasalnya, sebagian kasus stroke juga ditemukan pada usia lebih muda, yaitu orang-orang yang berusia 40-an. Pola hidup diduga memiliki peran penting dalam terjadinya stroke pada usia muda. Pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dan jarang berolahraga bisa menjadi faktor risiko terjadinya stroke.

Selain dampak dari pola hidup, terjadinya stroke juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Termasuk di antaranya adalah beberapa penyakit penyerta. Misalnya, seseorang yang berusia muda dengan penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, atau kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan kemungkinan mengalami stroke.

  1. Penanganan stroke harus dilakukan segera mungkin

Seseorang yang mengalami stroke harus segera mendapat pertolongan medis di rumah sakit. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan otak lebih lanjut dan meningkatkan peluang untuk pulih pasca stroke. Golden period atau periode emas penanganan awal stroke adalah 3 jam sejak stroke mulai menyerang.

  1. Deteksi dini gejala stroke

Anda perlu mengenali gejala awal stroke sehingga ketika ada seseorang di sekitar Anda – atau bahkan diri Anda sendiri – terkena stroke, Anda bisa melakukan pertolongan.

Sembari menunggu pertolongan medis di rumah sakit, cara mudah untuk mengenali gejala stroke adalah menggunakan metode FAST, yaktu:

  • Face (wajah): perintahkan orang tersebut untuk tersenyum untuk mengetahui apakah ada satu sisi wajah yang “tertinggal” dari sisi lainnya. Atau coba minta penderita untuk mengernyitkan dahi, apakah wajah terlihat simetris atau tidak. Jika tampak tidak simetris, maka ia kemungkinan mengalami stroke.
  • Arms (tangan): perintahkan orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Jika ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya, bisa jadi itu merupakan gejala stroke.
  • Speech (perkataan): perintahkan orang tersebut untuk berbicara. Apakah cara bicaranya terdengar kurang jelas atau seperti pelo? Apakah ada kesulitan dalam memahami yang Anda katakan? Jika ya, kemungkinan ia mengalami gejala stroke.
  • Time (waktu): jika seseorang memiliki tiga gejala yang disebutkan di atas, kemungkinan besar ia mengalami serangan stroke. Mengingat adanya periode emas pada serangan stroke, maka Anda perlu mencatat waktu sejak pertama muncul pada orang tersebut. Hal ini nantinya dapat menolong dokter dalam memberikan terapi.
  1. Stroke lebih sering terjadi pada pagi hari

Stroke yang terjadi pada pagi hari diduga berhubungan dengan perubahan irama tubuh manusa. Saat Anda tidur pada malam hari, tekanan darah akan bertambah tinggi karena terjadi pengecilan diameter pembuluh darah. Peningkatan tekanan darah juga bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stroke.

  1. Cara mencegah stroke

Upaya pencegahan stroke dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan medis secara rutin dan deteksi dini sejak usia 20 tahun. Pemeriksaan medis rutin yang direkomendasikan sebaiknya meliputi pemerikaan tekanan darah, pemeriksaan fisik, kadar kolesterol lengkap saat puasa (LDL, HDL, trigliserida), kadar gula darah, ukuran lingkar pinggang, dan rekam jantung standar (EKG).

Stroke merupakan kondisi kegawatan yang dapat terjadi pada usia tua dan muda. Penanganan medis pada stroke seperti berlomba dengan waktu. Begitu berbahayanya penyakit ini, ketahui berbagai fakta tentang stroke lalu segera lakukan langkah-langkah pencegahan dengan mengawasi pola makan, berolahraga secara rutin, hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol, jauhi diri dari stres, serta rutin lakukan pemeriksaan kesehatan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar