Sukses

8 Makanan Ini Picu Psoriasis

Beberapa makanan tertentu dapat memperburuk kondisi kulit penderita psoriasis. Apa saja makanan tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Psoriasis, atau peradangan kulit yang bersifat menahun, tidak dapat disembuhkan. Obat-obatan yang tersedia pun hanya berguna untuk meminimalkan gejala. Namun, agar tidak kambuh, penderita psoriasis juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari selain dari obat-obatan. Dilansir Everyday Health, berikut beberapa makanan yang bisa membuat kondisi psoriasis makin memburuk:  

1. Daging merah

Daging merah mengandung lemak tak jenuh ganda yang disebut dengan arachidonic acid. Jenis lemak tersebut dapat memperparah gejala psoriasis karena dengan mudah dapat diubah menjadi senyawa peradangan.

Saat daging merah segar saja bisa menjadi pemicu keparahan peradangan kulit, itu berarti daging merah yang sudah diolah menjadi daging kalengan (kornet) atau sosis, juga mesti Anda hindari agar kondisi kulit tidak semakin parah.

2. Makanan cepat saji yang kosong gizi

Jika Anda mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh, pati, dan gula sintetisnya, itu semua bisa memperparah kondisi peradangan yang ada. Selain itu, makanan cepat saji memiliki kalori yang tinggi dengan nilai gizi yang sedikit, sehingga memicu kelebihan berat badan.

Psoriasis disinyalir bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Dan berat badan yang berlebih akan makin menaikkan risiko tersebut. Oleh sebab itu, sangat disayangkan jika Anda tetap memilih untuk mengonsumsi makanan cepat saji yang jelas-jelas hanya enak di lidah, tetapi bisa memperparah kondisi peradangan.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Minuman beralkohol

Alkohol membuka pembuluh darah pada kulit. Ketika pembuluh darah melebar, sel darah putih, termasuk sel T, dapat menyelinap ke lapisan kulit Anda dengan mudah tanpa harus dalam jumlah yang banyak.

Itu berarti, kemungkinan untuk Anda mengalami psoriasis yang parah juga akan semakin terbuka lebar. Mengurangi porsi atau frekuensi minum alkohol pun tidak memberikan dampak yang berarti kecuali Anda berhenti sama sekali.

4. Susu dan telur

Sama seperti daging merah, susu mengandung arachidonic acid dan protein kasein yang menjadi pemicu inflamasi alami. Apalagi jika Anda mencampurkannya dengan kuning telur yang sama-sama mengandung arachidonic acid, kombinasi tersebut bisa menjadi serangan dobel bagi penderita psoriasis.

5. Tanaman “nightshade”

Mungkin Anda agak asing mendengar istilah nightshade, tetapi ketika Anda mengetahui tanaman apa saja yang termasuk nightshade, pasti Anda sudah akrab sekali. Ya, sebut saja cabai, kentang putih, terong, dan tomat. Keempat tanaman tersebut mengandung senyawa kimia solanin yang disinyalir memicu rasa nyeri pada beberapa orang.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

6. Buah sitrus

Buah-buahan sitrus, seperti grapefruit (jeruk bali merah), jeruk, lemon, dan limau dianggap sebagai pencetus alergi yang paling umum. Jika Anda tidak ingin gejala kulit yang meradang itu semakin parah, lebih baik hindari dulu buah-buahan tersebut.

7. Gluten

Gluten merupakan protein yang ditemukan dalam beberapa biji-bijian yang berhubungan dengan rumput, termasuk gandum dan barley (jelai). Meski anggapan bahwa gluten bisa memperparah psoriasis masih kontroversial, para peneliti Portugal menemukan bahwa gejala psoriasis pada beberapa orang dengan sensitivitas gluten berangsur membaik setelah mereka menghindari gluten.

8. Bumbu masakan

Meski bisa melezatkan berbagai macam jenis makanan, rupanya beberapa bumbu rempah, seperti kayu manis, kari, cuka, mayones, dan saus, bisa meningkatkan kadar peradangan. Maka, bila Anda sedang terserang psoriasis, sebaiknya hindari ragam makanan yang terlalu berbumbu, ya.

Selain delapan makanan di atas, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, makanan laut bercangkang pun kerap kali menimbulkan reaksi alergi yang bisa memperparah psoriasis. Oleh sebab itu, patuhilah segala anjuran dan pantangan makanan yang telah diberitahu dokter agar frekuensi kekambuhan psoriasis tidak semakin sering dan gejalanya tidak semakin buruk.

[RS/ RVS]

1 Komentar