Sukses

Cegah Stroke dengan Lakukan 6 Langkah Ini

Punya riwayat stroke di keluarga bukan berarti Anda pasrah begitu saja. Kurangi dampak risikonya dengan cara berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika seseorang hidup di keluarga yang memiliki riwayat penyakit kronis, termasuk stroke, umumnya ia akan menerima saja kenyataan bahwa dirinya “pasti” akan terkena stroke juga di kemudian hari. Padahal, faktor risiko dari stroke sangat bisa diminimalkan, bahkan bisa dihalau dari jauh-jauh hari dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Seorang profesor neurologi dari Harvard Medical School, Dr. Natalia Rost, mengatakan, pengetahuan merupakan kunci utama untuk mengurangi dampak risiko dari stroke. Oleh sebab itu, berikut ini ada enam langkah yang bisa dilakukan dari Health Harvard yang bisa Anda jadikan panduan pencegahan stroke.

1. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi merupakan faktor yang bisa melipatgandakan risiko stroke, baik pada pria maupun wanita apabila tidak terkontrol. Oleh sebab itu, pemantauan dan pengobatan tekanan darah adalah langkah pencegahan terpenting yang dapat Anda lakukan terhadap kesehatan pembuluh darah mereka. Pertahankan tekanan darah kurang dari 135/85 mmHg atau 140/90 mmHg dengan cara:

  • Kurangi garam dalam diet Anda hingga tidak lebih dari 1.500 mg dalam sehari (sekitar setengah sendok teh).
  • Hindari makanan tinggi kolesterol, seperti burger, keju, es krim, dan lain-lain.
  • Makan 4-5 cangkir buah dan sayuran dalam sehari, satu porsi ikan 2-3 kali seminggu, serta beberapa porsi harian gandum utuh dan susu rendah lemak.
  • Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari.
  • Hindarilah merokok.
  • Bila perlu, minum obat penurun tekanan darah yang diresepkan oleh dokter.

2. Menurunkan berat badan

Obesitas, serta komplikasi yang terkait dengannya, termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes, meningkatkan kemungkinan Anda mengalami stroke. Jika Anda memiliki bobot tubuh yang berlebih, menurunkannya minimal 4-5 kg nyatanya bisa menurunkan risiko stroke di kemudian hari.

Karena indeks massa tubuh yang ideal adalah 25 atau kurang (disesuaikan dengan kondisi tubuh), cobalah untuk tidak makan lebih dari 1.500-2.000 kalori per hari. Tingkatkan juga frekuensi serta intensitas olagraga harian Anda.

3. Berolahraga lebih banyak

Berolahraga berkontribusi untuk menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan mencegah terjadinya stroke. Nah, supaya olahraga bisa memberikan efek maksimal terhadap pencegahan tersebut, lakukan cara-cara ini:

  • Berjalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda setiap pagi setelah sarapan.
  • Ikutlah klub kebugaran dengan teman-teman Anda.
  • Saat berolahraga, raihlah tingkatan intensitas latihan hingga napas terengah-engah tapi masih tetap bisa bicara. Ini berarti intensitas olahraga Anda sudah tepat.
  • Jika Anda tinggal atau bekerja di lantai yang tidak terlalu tinggi, gunakan tangga  ketimbang elevator.
  • Jika Anda tidak memiliki waktu 30 menit untuk berolahraga, ganti menjadi 10-15 menit per sesinya, tetapi lakukan lebih dari sekali dalam sehari.

4. Obati dulu penyakit fibrilasi atrium Anda

Fibrilasi atrium adalah gejala detak jantung yang tidak teratur sehingga menyebabkan pembekuan pada jantung. Gumpalan pembekuan itu kemudian menjalar ke otak dan akhirnya memunculkan stroke. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki gejala seperti palpitasi jantung atau sesak napas, segeralah periksakan kondisi tersebut. Dokter mungkin akan meresepkan obat antikoagulan (pengencer darah) untuk mengatasi penyakit tersebut.

5. Cegah diabetes

Memiliki kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu, sehingga gumpalan-gumpalan darah lebih mungkin terbentuk pada tubuh. Maka, untuk meminimalkan risiko stroke, pantau gula darah, terapkan diet seimbang dan sehat, olahraga secara teratur. Bila memang disarankan oleh dokter, minumlah obat-obatan yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah Anda.

6. Berhenti merokok

Sama seperti kadar gula darah yang tinggi, merokok dapat mempercepat pembekuan darah, tetapi dengan cara yang berbeda. Jika darah mengental akibat merokok, hal itu bisa meningkatkan jumlah penumpukan plak di arteri.

Jika Anda kesulitan untuk berhenti merokok, mintalah saran kepada dokter. Kurangilah sedikit demi sedikit hingga akhirnya Anda bisa berhenti sepenuhnya. Anda juga bisa menggunakan alat bantu seperti patch nikotin atau permen karet nikotin. Butuh komitmen, tekad kuat, dan kesabaran—tapi sungguh upaya ini akan berdampak baik terhadap kesehatan tubuh.

Dalam rangka Hari Stroke Sedunia, tingkatkan pengetahuan Anda tentang cara pencegahan stroke sebelum terlambat. Karena sekali lagi, pada dasarnya sebagian besar penyakit kronis bisa diminimalkan dampak risikonya, tak terkecuali stroke. Cobalah menerapkan enam langkah pencegahan stroke yang disebutkan di atas demi masa depan bebas stroke dan penyakit lainnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar