Sukses

Hati-Hati, Stroke Juga Dapat Menyerang Anak Anda

Tidak hanya menyerang orang dewasa, nyatanya stroke juga bisa menghampiri anak. Ketahui penyebabnya agar Anda bisa lebih waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Stroke bisa muncul saat terjadi kerusakan otak sebagai akibat dari sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa atau lanjut usia, namun dapat terjadi juga pada usia anak, remaja, bayi baru lahir, bahkan janin yang masih di dalam kandungan.

Stroke pada anak lebih mungkin terjadi pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun. Namun, karena bayi baru lahir dan anak dianggap sangat jarang mengalami stroke, terkadang tanda dan gejalanya tidak dikenali. Sehingga, penanganannya pun tidak maksimal.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala stroke pada bayi yang dapat Anda waspadai:

  • Kejang
  • Rasa kantuk yang sangat berlebih
  • Kecenderungan hanya menggunakan satu sisi tubuh.

Sedangkan, pada anak-anak dan remaja, tanda dan gejala dari stroke yang dapat terjadi adalah:

  • Nyeri kepala berat
  • Muntah
  • Rasa kantuk yang berlebih
  • Pusing
  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi beberapa bagian tubuh.
1 dari 2 halaman

Penyebab stroke pada anak

Mengidentifikasi stroke pada anak serta mencari penyebabnya merupakan elemen yang penting untuk memastikan pengobatan yang tepat dan mencegah cedera lebih lanjut. Berikut ini adalah penyebab stroke yang mungkin menyerang si Kecil dan harus Anda waspadai:

  1. Penggumpalan darah pada jantung

Salah satu penyebab stroke yang sering terjadi pada anak adalah terdapatnya gumpalan darah yang terbentuk di jantung, kemudian berlalu ke pembuluh darah otak. Hal ini dapat disebabkan oleh penyakit jantung bawaan, seperti katup jantung yang tidak normal maupun oleh infeksi.

  1. Penyakit sel sabit

Penyakit sel sabit juga merupakan salah satu kelainan darah yang dikaitkan dengan stroke pada anak. Pada penyakit sel sabit, darah tidak dapat mengantarkan oksigen ke otak, dan pembuluh darah yang menuju otak mengalami penyempitan atau penutupan.

Sekitar 10 persen dari anak dengan penyakit sel sabit mengalami stroke. Kondisi ini merupakan faktor risiko tinggi terjadinya stroke berulang, meski dapat diredamkan dengan upaya transfusi darah.

  1. Cedera pada leher

Penyebab lain dari stroke pada anak adalah cedera yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah arteri besar, sehingga dapat menurunkan aliran darah.

Arteri besar dapat mengalami cedera apabila seorang anak mengalami cedera pada leher. Jadi, pastikan selalu faktor keamanan si Kecil saat bermain.

Diagnosis penyebab stroke pada anak dapat ditentukan berdasarkan wawancara medis, pemeriksaan fisis secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu bila dibutuhkan.

Dua pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menilai kondisi otak dan pembuluh darah otak adalah computerized tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI).

Pemulihan dan penanganan stroke pada anak

Anak umumnya menunjukkan fase pemulihan yang lebih cepat setelah stroke dibandingkan orang dewasa. Karena otak anak masih berada dalam fase perkembangan. Namun, anak juga dapat mengalami komplikasi permanen dari stroke, seperti kejang, kelemahan, dan gangguan daya lihat.

Penanganan stroke pada pasien anak umumnya bergantung dari penyebab yang spesifik yang mendasarinya. Beberapa penanganan yang umumnya digunakan pada pasien dewasa yang mengalami stroke belum tentu sesuai bagi pasien anak dan bayi.

Tindakan yang saat ini dilakukan untuk menangani stroke pada anak-anak adalah menjaga suhu tubuh, hidrasi yang baik, serta mempertahankan kadar gula darah agar tetap normal, mengendalikan tekanan darah tinggi, mendeteksi dan menangani kejang, menangani tekanan yang meningkat di otak, dan pembedahan bila dibutuhkan.

Stroke pada anak relatif jarang terjadi bila dibandingkan dengan kasus stroke pada orang dewasa. Namun, bukan berarti Anda boleh mengabaikannya. Mengedukasi diri untuk dapat mengenali penyebab serta tanda dan gejala dari stroke pada anak juga sangat penting. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat terdiagnosis dan tertangani dengan cepat dan baik.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar