Sukses

5 Alasan Mengapa Anda Mengalami Mimisan

Mungkin sebagian orang pernah mimisan paling tidak sekali sepanjang hidupnya. Sebenarnya, apa penyebab mimisan?

Klikdokter.com, Jakarta Mimisan, atau yang dikenal dalam bahasa kedokteran dengan nama epistaksis, adalah perdarahan hidung bagian dalam karena pecahnya pembuluh darah. Epistaksis terbagi menjadi dua, yakni epistaksis anterior (berasal dari bagian depan hidung) dan epitaksis posterior (yang berasal dari rongga hidung belakang). Mungkin sebagian orang pernah mengalami mimisan paling tidak sekali selama hidupnya.

Faktanya, mimisan merupakan satu dari kelainan telinga, hidung, dan tenggorok (THT) yang paling sering dijumpai di rumah sakit. Setidaknya mimisan mengenai 30 orang dari 100.000 populasi orang dewasa. Mimisan dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. Kendati begitu, mimisan kerap identik dengan usia anak.

Penyebab seseorang mimisan

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, mimisan sering tak jelas penyebabnya. “Hanya 15 persen dari penyebab mimisan yang bisa diidentifikasi pada setiap kasus,” katanya. Meski demikian, beberapa kondisi di bawah ini bisa jadi penyebab mimisan.

  1. Hidung kering

Salah satu alasan paling umum seseorang mimisan adalah bagian dalam hidung yang kering. Pemanasan sentral atau ruangan berpendingin dapat menyebabkan bagian dalam hidung mengering. Kondisi ini juga bisa diakibatkan oleh debu.

Bagian dalam hidung yang kering akan mengeras, sehingga ketika Anda mengoreknya, ini bisa menimbulkan perdarahan. Cobalah gunakan air humidifier  (pelembap udara) dan minum lebih banyak untuk membantu mencegah saluran hidung mengering.

  1. Benturan pada hidung

Sebuah benturan dapat memicu pendarahan pada hidung. Trauma wajah juga dapat menyebabkan bengkak dan memar yang juga berujung pada pendarahan. Kondisi ini biasanya berlangsung dalam kurun waktu singkat. Namun, jika perdarahan seperti ini terus berlangsung, periksakan diri ke dokter.

  1. Pilek dan alergi

Pilek dan alergi musiman membuat saluran hidung bengkak dan penumpukan lendir. Kondisi ini dapat menimbulkan hidung mampet dan tak sedikit orang yang berusaha mengeluarkan lendiri tersebut secara paksa. Jika ini dilakukan, pembuluh darah kecil di dalam hidung bisa robek, lalu berdarah.

  1. Obat

Obat pengencer darah seperti aspirin dan warfarin yang digunakan untuk mengobati kondisi jantung atau stroke bisa membuat mimisan jauh lebih parah. Jika Anda sedang menjalani pengobatan yang bisa membuat mimisan menjadi lebih buruk, pastikan untuk segera mencari saran medis jika hidung Anda mulai berdarah.

  1. Pertumbuhan abnormal dalam hidung

Pertumbuhan yang aneh dapat terjadi di hidung, termasuk polip (benjolan non kanker), lesi, dan tumor. Pada kasus tumor hidung (meski ini jarang sekali terjadi), kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan, terutama jika disertai dengan penyumbatan atau sensasi pengap. Jika seorang dewasa sering mengalami mimisan, maka ia perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis untuk dicari tahu apa penyebabnya, terutama jika disertai dengan penyumbatan atau sensasi pengap.

Cara mengatasi mimisan

Saat Anda mengalami mimisan, jangan langsung panik. Tetap tenang dan lakukan kiat dari dr. Melyarna di bawah ini:

  1. Sumbat hidung dengan kasa gulung yang dimasukkan ke dalam hidung yang mengalami mimisan.
  2. Apabila tak ada kasa, pencet hidung dengan menggunakan jari.
  3. Miringkan posisi kepala ke depan.
  4. Apabila mimisan masih terus terjadi, segera periksakan diri ke dokter.

“Posisi kepala dianjurkan miring ke arah depan untuk mempermudah pembentukan bekuan darah dan menghindari agar darah tidak tertelan melalui lubang hidung bagian belakang. Darah yang tertelan bisa menyebabkan rasa mual yang hebat,” dr. Melyarna menambahkan.

Mimisan memang cenderung tak berbahaya. Namun, penting untuk mengetahui penyebabnya, sehingga Anda bisa mencegah mimisan datang kembali. Jika Anda mengalami mimisan berulang, sebaiknya buat janji temu ke dokter spesialis THT agar bisa diketahui penyebab dan segera dilakukan penanganan yang sesuai.

[RN/ RVS]

1 Komentar