Sukses

Fahmi Bo Rehat dari Akting karena Stroke

Aktor Fahmi Bo terserang stroke. Kondisi ini membuatnya sulit beraktivitas dan perlu rehat dari dunia akting.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang tumbuh besar menonton sinetron “Lupus Milenia” pada era 90-an, tentu kenal dengan Gusur, sosok remaja bongsor yang diperankan aktor Fahmi Bo. Cukup lama tak terdengar kiprahnya, Fahmi ternyata sudah dua bulan belakangan mengalami stroke. Kondisi ini tentu saja memaksanya untuk rehat dari aktivitas syuting.

Kabar bahwa Fahmi Bo terserang stroke mencuat usai rekannya di sinetron “Lupus Milenia”, Mona Ratuliu, mengunggah foto di Instagram pada hari Rabu (24/10) saat sadang menjenguk Fahmi di kediamannya. Kabar tersebut kemudian secara viral menyebar.

Dilansir dari berbagai sumber, Fahmi dikatakan pertama kali terserang stroke saat sedang mandi. Ia tiba-tiba lemas dan ambruk di kamar mandi. Aktor berusia 45 tahun tersebut mengaku bahwa itu adalah serangan stroke pertama yang ia alami. Ia juga mengungkapkan bahwa penyebab stroke yang dideritanya adalah tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol yang tinggi.

Saat ini, stroke yang menyerang bagian wajahnya sudah berangsur pulih. Akan tetapi, pemeran Deddy dalam sinetron “Tukang Ojek Pengkolan” ini masih merasakan sakit di bagian kaki kanannya yang kebas atau mati rasa. Akibat stroke yang ia alami ini, Fahmi terpaksa harus rehat dari aktivitas syuting sinetron tersebut dan fokus menjalani terapi dengan tusuk jarum.

Serangan stroke pada usia muda

Usia Fahmi yang masih 45 tahun masih tergolong muda untuk bisa terserang stroke. Namun, saat ini angka kejadian stroke di usia muda cukup tinggi. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal medis “JAMA Neurology”, tingkat rawat inap penderita stroke iskemik meningkat, baik pada pria maupun wanita di bawah usia 45 tahun.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, stroke pada usia muda memang bukan perkara baru. Kasus seperti ini masih menjadi misteri lantaran gejalanya yang sulit dideteksi. Kondisi ini semakin buruk karena banyak usia muda yang belum mengetahui penyebab stroke dan tak terlalu memedulikan pola hidup sehat.

Sementara itu, menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, meningkatnya angka kejadian stroke pada usia lebih muda disebabkan oleh faktor risiko stroke klasik seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, dan obesitas.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi memang bisa terjadi pada usia muda dan tidak akan terdeteksi jika tidak memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan secara rutin. Ini karena tekanan darah tinggi kerap tidak memberikan gejala yang spesifik.

Menurut dr. Atika, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke perdarahan akibat pembuluh darah yang pecah. Risiko ini bertambah apabila terdapat kelainan pembuluh darah otak, seperti aneurisme atau kelainan bawaan lain yang menyebabkan perubahan struktur pembuluh darah.

  • Kelebihan berat badan

Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan cenderung memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi, sehingga risiko stroke pun meningkat.

  • Kurang berolahraga

Dikatakan oleh dr. Dyah, jarang berolahraga dapat memicu terjadinya penyakit kronis seperti stroke dan diabetes pada usia muda. Sebaliknya, olahraga secara teratur bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit tersebut. Ini karena olahraga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), memperbaiki aliran darah, dan mengurangi kadar lemak di dalam tubuh.

  • Merokok

Merokok menyebabkan kecepatan aliran darah melalui pembuluh darah ke otak mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi secara terus-menerus pada lapisan pembuluh darah otak ini dapat memicu penyakit serebrovaskular, yang sering terjadi pada penderita stroke.

Serangan stroke yang dialami aktor Fahmi Bo bisa Anda jadikan pelajaran, bahwa stroke bisa menyerang siapa saja, tak hanya usia lanjut tapi juga usia muda. Untuk mencegah stroke menyerang di usia produktif, usahakan untuk lebih peduli dengan kesehatan tubuh dengan cara menerapkan pola makan sehat dan seimbang, berolahraga secara rutin, serta istirahat cukup. Jangan lupa juga untuk periksa kesehatan secara rutin untuk deteksi dini penyakit, ya!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar