Sukses

Fakta di Balik Mitos Keliru Seputar Masa Nifas

Bingung dengan berbagai informasi yang Anda terima seputar masa nifas? Berikut fakta medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Sejak hamil hingga melahirkan, Anda kerap dihujani dengan berbagai informasi baik dari keluarga dekat, teman, maupun orang yang tak Anda kenal. Awalnya mungkin biasa saja, hingga informasi yang didengar begitu banyak sehingga Anda tak bisa membedakan mana informasi yang memang fakta dan mana yang hanya mitos belaka. Bahkan terdapat pula sejumlah mitos tentang masa nifas.

Berikut ini adalah daftar mitos yang berkembang seputar masa nifas beserta dengan fakta medisnya.

Mitos #1: Setiap ibu yang baru saja melahirkan akan mengalami depresi

Memang benar bahwa hampir semua ibu baru mengalami mood yang cenderung depresif di hari-hari awal melahirkan. Kondisi yang disebut dengan baby blues syndrome. Ini berkaitan dengan perubahan hormon pascapersalinan dan umumnya hanya berlangsung singkat, yakni sekitar 2 minggu. Sebagian besar ibu mampu melewatinya tanpa kesulitan selama keluarganya suportif.

Depresi bisa terjadi bila keluhan menetap atau bahkan memburuk setelah 4 minggu. Meski demikian, ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita yang baru menjadi ibu.

Mitos #2: Menyusui membuat berat badan segera turun

Katanya, berat badan ibu yang menyusui lebih cepat turun daripada yang tidak. Sesungguhnya, tubuh tiap-tiap wanita berbeda. Berat badan sebagian ibu dapat turun drastis hanya dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan setelah melahirkan, sedangkan sebagian lainnya cenderung lambat dan perlu usaha esktra untuk bisa kembali ke berat badan sebelum hamil.

Menurut studi yang dilakukan oleh Cochrane Pregnancy and Childbirth Group, kombinasi pengaturan pola makan dan olahraga adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. Meski demikian, Anda tak perlu cepat-cepat melakukan diet setelah melahirkan. Pada bulan-bulan awal, Anda justru membutuhkan kalori ekstra untuk mendukung pemulihan dan menghasilkan ASI yang cukup.

Mitos #3: tidak boleh mandi atau keramas

Katanya, bersentuhan dengan air dapat menyebabkan “masuk angin”, sakit kepala, dan nyeri sendi di kemudian hari. Tentu saja mitos ini sangat keliru, sebab mandi dan keramas diperlukan untuk menjaga kenyamanan tubuh, kebersihan, serta mencegah infeksi kulit dan infeksi pada jahitan operasi atau jalan lahir.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Mitos #4: tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari

Ibu yang baru melahirkan kerap dilarang untuk keluar rumah sebelum masa nifas selesai. Katanya, ini bertujuan agar tubuhnya betul-betul pulih dari proses melahirkan, apalagi setelah menjalani operasi caesar atau persalinan normal yang sulit.

Memang benar bahwa ibu baru membutuhkan banyak istirahat. Namun, bila rasanya mampu dan cukup nyaman, sebaiknya segera bergerak dan berjalan. Aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan sebelum hamil pun dapat dimulai kembali secara bertahap. Ini penting untuk menghindari risiko terbentuknya gumpalan darah akibat tubuh yang kurang aktif.

Mitos #5: tidak dapat berhubungan intim selama 40 hari

Patokan 40 hari masa nifas sesungguhnya berkaitan dengan keluarnya lokia—yakni sisa darah dan lendir—dari vagina. Selama lokia belum selesai keluar dan luka jahitan jalan lahir belum sembuh, maka hubungan intim yang dilakukan pada masa nifas dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu.

Mitos #6: harus pakai stagen atau korset supaya bentuk perut kembali seperti semula

Di Indonesia, pemakaian stagen atau korset adalah praktik yang populer dan dijalankan berdasarkan tradisi turun-temurun. Namun, sebenarnya tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa penggunaan stagen atau korset akan mengembalikan bentuk perut seperti sebelum hamil.

Sebaliknya, penggunaan stagen atau korset ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman, atau bahkan menimbulkan nyeri, memicu rasa gatal dan ruam kemerahan pada kulit, menekan rahim sehingga muncul perdarahan yang berlebihan, serta memicu komplikasi pada ibu yang menjalani operasi caesar.

Mitos #7: tidak boleh makan ikan, telur atau daging agar jahitan cepat sembuh atau kering

Sejatinya, konsumsi ikan, telur dan daging sangat baik untuk pemulihan setelah melahirkan. Ini karena ketiganya mengandung tinggi protein. Protein adalah zat pembangun utama tubuh, yang juga berperan dalam memperbaiki sel yang rusak. Jadi, konsumsi daging adalah wajib bagi ibu setelah bersalin. Apalagi, bila Anda sebelumnya menjalani operasi caesar atau mendapatkan jahitan di jalan lahir.

Wajar saja bila orang-orang di sekitar memberikan informasi atau petuah, karena pada dasarnya mereka menginginkan yang terbaik untuk Anda dan bayi yang baru lahir. Namun, sebaiknya jangan langsung percaya dengan segala informasi yang Anda terima. Lakukan kroscek dulu, termasuk mengenai fakta dan mitos seputar masa nifas. Ini penting untuk melindungi diri dari informasi yang salah, yang justru dapat merugikan Anda dan bayi.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar