Sukses

Psoriasis pada Ibu Hamil, Apa Dampaknya bagi Janin?

Bagi ibu hamil yang memiliki psoriasis, muncul kekhawatiran jika kondisi tersebut akan memengaruhi janin. Apa yang harus dilakukan?

Klikdokter.com, Jakarta Psoriasis, penyakit kulit menahun yang mengganggu aktivitas ini, sebenarnya dapat disiasati dengan pemberian obat. Namun, banyak terapi yang digunakan untuk psoriasis ternyata dapat berbahaya untuk janin di dalam kandungan. Kuncinya bagi ibu hamil adalah penyesuaian terapi sebelum dan saat kehamilan. Bagaimanakah caranya?

Psoriasis pada kehamilan

Psoriasis merupakan penyakit yang cukup sering ditemui, setidaknya sekitar 1.5-2% populasi dewasa memiliki gangguan kesehatan ini. Baik wanita dan pria dapat mengalaminya. Umumnya,  tiga perempat pasien psoriasis mengeluhkan gejala untuk pertama kalinya sebelum usia 40 tahun.

Risiko psoriasis pada seseorang akan meningkat sampai dengan 28% apabila salah satu dari orang tuanya mengalami hal yang sama. Lalu risiko ini meningkat menjadi 65% bila kedua orang tuanya juga memiliki psoriasis. 

Sayangnya, gejala psoriasis akan memburuk ketika orang tersebut hamil. Sekitar 40-60% wanita menunjukkan gejala psoriasis yang memburuk ketika hamil, terutama pada trimester pertama dan kedua kehamilan.

Memburuknya gejala psoriasis ketika hamil disebabkan oleh peningkatan progesteron. Peningkatan progesteron akan mengganggu sistem imunitas yang memperparah gejala psoriasis.

Apakah psoriasis akan memengaruhi kehamilan?

Psoriasis tidak memengaruhi kesuburan, serta tidak meningkatkan risiko keguguran, kelainan pembentukan organ, dan persalinan prematur. Namun psoriasis bisa berhubungan dengan depresi.

Berbeda dengan penyakit seperti tekanan darah tinggi, psoriasis tidak akan memengaruhi saat persalinan dan metode persalinan. Secara teori, psoriasis akan menimbulkan gejala pada bekas luka dan meningkatkan risiko infeksi. Namun hingga kini, belum ada bukti mengenai peningkatan gejala psoriasis pada bekas luka dan risiko infeksi pada wanita melahirkan dengan psoriasis.

Bagaimana terapi psoriasis untuk ibu hamil?

Umumnya pasien psoriasis akan mendapatkan terapi jangka panjang. Bahkan ketika gejalanya dimulai ketika masa anak-anak, pasien sudah harus mendapatkan terapi sejak usia itu. Idealnya, untuk meminimalkan gejala saat hamil dan efek samping obat kepada janin, maka dianjurkan persiapan terapi psoriasis.

1 dari 2 halaman

Apa saja persiapan yang harus dilakukan?

  • Persiapan sebelum kehamlan

Persiapan sebelum kehamilan bertujuan untuk menghindari efek samping obat terhadap janin. Hal ini dilakukan dengan periode bebas obat minum sebelum kehamilan terjadi. Periode bebas obat minum yang dianjurkan berkisar antara 3 bulan hingga 2 tahun.

Obat yang harus dihindari sejak 2 tahun sebelum kehamilan adalah retinoat. Retinoat terbukti dapat memengaruhi perkembangan janin dalam kehamilan. Oleh sebab itu, obat ini harus dihindari sejak jauh-jauh hari. Sedangkan obat yang dihindari sejak 3 bulan sebelum perencanaan kehamilan adalah metotreksat.

  • Persiapan saat hamil

Terapi oles adalah lini utama mengatasi psoriasis saat hamil, antara lain dengan kombinasi pelembap dan steroid. Kombinasi keduanya sebagai obat oles terbukti aman menangani psoriasis dalam kehamilan.

Sebaliknya retinoat, walaupun sebagai obat oles, penggunaannya dalam kehamilan tidak diperbolehkan. Hal ini disebabkan adanya risiko teratogenik atau kelainan pembentukan organ janin, terutama jika digunakan pada trimester pertama kehamilan.

  • Persiapan setelah persalinan

Sebanyak 50% pasien psoriasis mengalami perburukan gejala dalam 6 minggu setelah melahirkan. Untuk mengatasinya, wanita menyusui dengan psoriasis diperkenankan menggunakan obat oles seperti kombinasi pelembap dan steroid berpotensi lemah sampai sedang.

Bagi ibu hamil yang mengalami psoriasis, tidak perlu khawatir. Psoriasis tidak memengaruhi kehamilan, baik dari sisi kondisi janin sampai dengan persalinannya. Namun hal yang perlu diwaspadai adalah penggunaan obat sejak sebelum kehamilan dan saat kehamilan itu sendiri. Pastikan penggunaan obat yang berbahaya untuk janin sudah dihentikan, ya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar