Sukses

Benarkah Generasi Milenial Tidak Sesehat Orang Tua Mereka?

Perkembangan zaman banyak menggeser kebiasaan, termasuk dalam hal gaya hidup. Benarkah generasi milenial tidak sesehat orang tua mereka?

Klikdokter.com, Jakarta Generasi millenial adalah mereka yang lahir di rentang awal dekade 1980-an sampai pertengahan 1990-an. Kehidupan generasi milenial saat ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi. Ponsel misalnya, bukan lagi barang mewah namun bagian dari kebutuhan primer. Fenomena ini yang akhirnya membuat anak millenial berbeda dari orang tua mereka.

Mereka yang masuk ke dalam kelompok generasi milenial di Indonesia, lebih fleksibel dan aktif mengikuti perkembangan teknologi, termasuk gaya hidup dan perilaku sehari-hari. Contoh tersebut dijelaskan oleh dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter sebagai berikut.

“Menjamurnya kafe kekinian yang menawarkan dekorasi dan makanan yang unik, serta berbagai jenis hiburan malam, semuanya akrab dengan generasi millenial. Jika aktivitas ini tidak dibatasi, di masa tua nanti generasi ini akan mengalami berbagai penyakit berbahaya,” ujarnya.

Perkembangan teknologi dan berubahnya gaya hidup pun memengaruhi pola hidup generasi ini. Maka jika tidak hati-hati, generasi milenial kini rentan memiliki penyakit kronis ketika memasuki masa lansia. Yang mengejutkan, tidak sedikit penelitian yang membeberkan bahwa generasi milenial tidak lebih sehat dibanding orang tua mereka di rentang usia yang sama.

Generasi millenial dan kesehatannya

Melansir dari CNN, sebuah penelitian menyebutkan bahwa generasi millenial di Inggris adalah generasi pertama yang kurang sehat. Bahkan, kondisinya mulai semakin parah memasuki usia paruh baya.

The Health Foundation, sebuah badan amal Inggris yang independen, menemukan bahwa masyarakat usia 20-30 tahun yang aktif bekerja untuk memperjuangkan hidup memiliki potensi dampak kesehatan di tahun-tahun mendatang.

Hal tersebut disinyalir dari ketidakstabilan hidup secara personal dan pengaruh faktor lainnya seperti teknologi yang setiap waktu digunakan. Mereka dinilai akan memasuki usia paruh baya tanpa landasan tepat yang dibutuhkan untuk hidup sehat.

Penemuan tersebut menghubungkan kurangnya tempat tinggal yang sehat dan tren pekerjaan yang tidak pasti sebagai penyebab masalah kesehatan jangka panjang. Sementara itu, 4 aset yang penting dimiliki untuk kesehatan masa depan adalah dukungan emosional, keterampilan dan kualifikasi yang sesuai untuk mengejar karier, serta dukungan praktis dan koneksi pribadi untuk bimbingan melalui kehidupan.

Pada survei tersebut juga disebutkan, sebanyak 2.000 orang berusia antara 22-26 tahun, kurang dari 50 persen memiliki kurang dari 4 aset tersebut, sehingga cukup mengkhawatirkan.

Tips menjaga kesehatan untuk generasi millenial

Pencegahan, deteksi, dan penanganan dini merupakan cara yang paling tepat untuk mengurangi risko penyakit kronis di masa mendatang.

Sebagai upaya untuk menghindarinya, generasi milenial disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik, menjaga pola makan, menjauhkan kebiasaan hidup sedentari, serta membatasi waktu di depan layar.

“Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga sebaiknya dihentikan. Akan lebih baik bila Anda mulai membiasakan diri untuk menjalani hidup sehat. Meski tak mudah, dengan tekad yang kuat, Anda pasti bisa melewatinya,” kata dr. Reza.

Kini jelas sudah mengapa generasi millenial bisa sangat berbeda dengan orang tua mereka. Sayangnya, perbedaan yang dimiliki generasi milenial ini mengarah kepada gaya hidup yang tidak sehat. Jadi, rutinlah berolahraga, konsumsi makanan sehat, perbanyaklah bersosialisasi, dan pandai-pandailah mengelola stres. Anda juga bisa mengikuti berbagai kegiatan sosial atau bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan hobi.

Di Hari Sumpah Pemuda ini, generasi milenial Indonesia harus bangkit untuk kembali mengusung gaya hidup yang lebih sehat. Jika generasi milenial saat ini berhasil membangun pola hidup tersebut, niscaya masyarakat Indonesia yang lebih sehat pun akan terwujud.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar