Sukses

Yuk, Kenalkan Permainan Tradisional kepada Anak

Permainan tradisional perlahan mulai tergerus oleh gawai dan video games. Padahal, manfaatnya banyak sekali, lho, untuk anak.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda termasuk generasi yang masa kecilnya diwarnai dengan bermacam-macam permainan tradisional? Ah, benar-benar suatu masa yang indah. Tidak ada rasa bosan yang muncul karena jenis permainannya begitu banyak. Sumpek dan penat pun jarang dirasakan karena hari-hari dihabiskan di luar rumah, merasakan embusan angin alami, bertemu teman, dan bercanda tawa bersama.

Sekarang, meskipun anak-anak di beberapa daerah masih sering memainkannya, adalah suatu fakta bahwa permainan tradisional semakin tergerus oleh kecanggihan dan pesona dari gawai maupun video games. Permainan yang ditawarkan gawai dan berbagai peralatan elektronik lain tampak lebih atraktif bagi mereka.

Memang, pemakaian gawai pada anak tidak melulu negatif. Anak-anak saat ini hidup di era kecanggihan teknologi, yang membuat mereka harus paham dan terampil menggunakannya agar tidak ketinggalan. Sayang, ketika dikaitkan dengan aspek permainan, mainan modern berbasis teknologi sering kali mengisolasi (hanya dimainkan sendiri), hanya terpaku pada kemenangan, dan kebanyakan bersifat sedenter (kurang aktivitas fisik).

Apalagi semakin banyak penelitian yang menunjukkan efek negatif pemakaian gawai yang terlalu banyak pada anak. Semakin dini usia anak ketika dirinya kecanduan gawai, maka semakin buruk akibat yang dapat terjadi.

Studi menunjukkan bahwa anak yang menggunakan gawai secara berlebihan berisiko mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Hal ini terkait dengan cara pemakaian gawai yang kebanyakan hanya mengharuskan anak-anak duduk diam dalam waktu yang lama.

Risiko anak untuk menderita rabun jauh (miopia) juga meningkat karena aktivitas melihat dalam jarak dekat yang terlalu berlebihan. Akibatnya anak harus menggunakan kacamata untuk mendukung kelancaran aktivitasnya sehari-hari.

Studi kesehatan lain juga menunjukkan kekhawatiran akan terjadinya gangguan perkembangan pada anak. Anak di bawah 2 tahun yang menghabiskan waktu lebih dari 2 jam sehari di depan layar, berisiko mengalami keterlambatan bicara.

Mengambil manfaat dari permainan tradisional

Maka dari itu, sesungguhnya anak-anak zaman sekarang akan sangat dirugikan bila memilih untuk meninggalkan permainan tradisional. Begitu banyak manfaat yang ditawarkan oleh permainan tradisional, seperti:

  1. Meningkatkan stamina dan kekuatan fisik karena melibatkan gerakan berjalan, berlari, dan melompat. Hal ini sangat baik untuk meningkatkan taraf kesehatan anak karena dapat mencegah obesitas. Selain itu, kecerdasan kinestetik anak akan semakin terasah.
  2. Pertumbuhan tulang yang baik. Tulang diberikan banyak ‘tantangan’ (misalnya, karena banyak berlari dan melompat) selama bermain sehingga akan kokoh dan tidak mudah patah. Terpapar sinar matahari pagi saat bermain juga akan memberikan vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang.
  3. Peningkatan keseimbangan tubuh dan kekuatan otot pada permainan yang butuh mengangkat atau menahan sesuatu (misalnya, egrang).
  4. Memberikan pelajaran atas bagaimana berinteraksi dengan orang lain, memahami perasaan orang lain, dan menumbuhkan empati. Kecerdasan bahasa, sosial, dan interpersonal anak akan berkembang dengan baik.
  5. Memahami perlunya menaati aturan dan menunggu giliran, aspek yang akan mendukung kecerdasan moral anak.
  6. Memicu otak anak untuk berpikir dan mencari strategi, serta mampu berhitung, yang baik untuk kecerdasan logika dan matematikanya.
  7. Membuat anak memahami perasaannya sendiri ketika kalah dan merefleksikannya dalam cara yang baik. Atau ketika dirinya marah saat dicurangi, cemas ketika mendapat giliran yang buruk, dll. Manfaat ini mendukung kecerdasan intrapersonal anak.
  8. Permainan tradisional banyak menggunakan lagu, sehingga akan mengasah kecerdasan musikal anak. Permainan tradisional yang menggunakan gambar-gambar di tanah/ lantai dapat mengasah kecerdasan visual dan spasial anak.
  9. Hiburan yang menyenangkan dan melepaskan stres bagi anak, karena dapat tertawa dan bercanda bersama teman.
  10. Manfaat lain yang juga tidak kalah penting adalah kedekatan emosional bersama orang tua dan keluarga, ketika permainan tradisional dilakukan di rumah.

5 permainan tradisional yang seru untuk anak

Ternyata, kesehatan fisik dan jiwa serta sembilan kecerdasan majemuk dapat dikembangkan dari permainan tradisional. Ditambah lagi, permainan tradisional kebanyakan tidak butuh alat dan sederhana untuk dilaksanakan. Tunggu apalagi, lebih baik tinggalkan gawai dan ajak anak untuk memainkan permainan tradisional.

Beberapa permainan tradisional ini dapat membantu Anda mengingat kembali berbagai jenis mainan tradisional:

1. Layang-layang

Permainan yang membutuhkan angin yang cukup kencang ini akan membuat anak berlari, melatih strategi dan kekuatan tangan dalam mengatur layang-layang, serta belajar menyelaraskan diri dengan alam (arah dan kecepatan angin). Bermain di bawah sinar matahari pagi juga akan mencukupkan asupan vitamin D anak.

2. Lompat tali

Mainan sederhana yang menggunakan karet yang disambung ini butuh keterampilan dan kekuatan fisik yang tidak main-main. Anak akan berusaha melompat setinggi mungkin demi naik ‘level’. Koordinasi mata dan tubuhnya juga dibutuhkan agar dapat melompat sesuai tinggi karet.

3. Bola bekel

Permainan yang menggunakan bola dan beberapa bekel (bisa berupa manik-manik, kerang, atau pernik lain) ini mengasah koordinasi mata dan tangan dengan baik. Tanpa koordinasi mata dan tangan, seseorang tidak dapat menang dalam permainan ini.

4. Petak umpet

Permainan yang sangat tenar ini selalu sukses menimbulkan keriuhan, entah karena bahagia dapat menemukan ‘tikus’ atau karena kesal harus menjadi ‘kucing’. Selain itu, petak umpet mengasah kemampuan mengatur strategi dan berpikir anak, agar dapat bersembunyi tanpa ketahuan. Mengingat permainan ini membutuhkan pemain yang banyak, petak umpet cocok untuk dimainkan di keluarga.

5. Gobak sodor

Permainan ini juga melibatkan rasa deg-degan yang cukup besar. Bagaimana tidak, anak harus dapat melewati ‘penjaga’ agar bisa masuk ke kotak berikutnya, hingga finis sampai ke ujung. Ketika tertangkap oleh penjaga, rasa kaget bercampur sedih tentunya mewarnai perasaan pemainnya. Sama seperti petak umpet, permainan ini juga cocok dimainkan anggota keluarga untuk menambah keakraban dan sedikit berolahraga.

Masih sangat banyak jenis-jenis permainan tradisional lain yang seru untuk dimainkan bersama si Kecil. Untungnya negeri Indonesia sangat kaya akan beragam jenis permainan tradisional yang sangat menarik.

Sebagai kesimpulan, manfaat berbagai permainan tradisional sangat melebihi dari yang ditawarkan oleh kecanggihan teknologi saat ini. Maka, dorong dan berikan kesempatan bagi anak-anak untuk dapat memainkannya dan mengurangi pemakaian gawai.

[RS/ RH]

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar