Sukses

Lakukan Ini agar Anda Terhindar dari Risiko DVT

DVT atau penyakit penyumbatan pembuluh darah pada tungkai bawah dapat menyebabkan kematian mendadak. Lakukan ini untuk mencegahnya.

Klikdokter.com, Jakarta DVT atau deep vein thrombosis (trombosis vena dalam) adalah penyakit yang ditandai dengan penyumbatan pembuluh darah vena di tungkai bawah. Studi mencatat bahwa 3 dari 100 penderita penyakit tersebut mengalami kematian mendadak.

DVT memberikan gejala khas berupa bengkak pada tungkai bawah, umumnya pada satu sisi saja (tungkai kiri atau kanan saja). Selain bengkak, tungkai yang mengalami DVT juga akan terasa nyeri jika digunakan untuk berjalan, serta memiliki kulit yang terlihat lebih merah dan hangat jika disentuh.

Hal berbahaya yang bisa disebabkan oleh DVT adalah komplikasinya, yaitu emboli paru. Keadaan itu terjadi jika bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah tungkai mendadak lepas, kemudian menyumbat pembuluh darah di paru.

Emboli paru menimbulkan gejala sesak napas hebat, nyeri dada, dan kehilangan kesadaran akibat terhentinya aliran darah ke paru. Inilah yang mengakibatkan kematian mendadak pada penderita DVT.

Siapa yang rentan mengalami DVT?

DVT umumnya lebih sering dijumpai pada orang-orang dengan keadaan berikut ini:

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Sedang hamil atau baru saja melahirkan
  • Mengalami cedera pada daerah tungkai
  • Mengalami patah tulang di daerah pinggul, tungkai atas atau bawah
  • Baru saja menjalani operasi
  • Berbaring lama karena sakit (misalnya akibat stroke)
  • Mengalami infeksi berat
  • Menderita penyakit kanker
  • Punya kebiasaan merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Duduk dalam waktu yang sangat lama, misalnya saat bepergian dengan pesawat
  • Adanya riwayat DVT di keluarga

Bagaimana cara mencegah DVT?

Meski dapat merenggut nyawa, DVT dapat dicegah. Caranya dalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Secara spesifik, berikut beberapa hal yang perlu diterapkan untuk mencegah DVT:

  1. Menjaga berat badan tetap ideal. Jika kelebihan berat badan, lakukan olahraga dan pengaturan pola makan untuk menurunkan berat badan ke rentang ideal.
  2. Melakukan aktivitas fisik sedang, seperti jalan cepat, jogging, atau bersepeda selama 30 menit setiap hari.
  3. Hindari berdiam diri atau duduk diam dalam waktu lebih dari dua jam. Jika Anda harus berdiri atau duduk dalam jangka waktu lama, gerakkan tungkai dan kaki secara berkala.
  4. Minum air putih 1,5–2 liter per hari.
  5. Sebisa mungkin hindari penggunaan kontrasepsi hormonal atau obat-obatan hormonal lainnya. Atau, jika harus menggunakan obat tersebut, konsultasikan dengan dokter mengenai seberapa besar risiko terjadinya DVT.
  6. Jika memiliki kondisi yang membuat diri Anda lebih rentan mengalami DVT, diskusikan dengan dokter mengenai perlunya konsumsi obat pengencer darah secara rutin atau penggunaan stocking kompresi di daerah tungkai.

Karena DVT sering terjadi pada orang yang sedang travelling, sangat penting untuk melakukan tindakan pencegahan saat bepergian. Jika hendak bepergian jarak jauh dengan pesawat terbang atau kereta, berikut adalah hal yang wajib Anda lakukan agar terhindar dari DVT:

  • Gunakan celana panjang dengan bahan yang longgar. Hindari bahan yang ketat, karena dapat mengganggu kelancaran aliran darah.
  • Hindari menyilangkan kaki selama dalam perjalanan.
  • Bergerak sebanyak mungkin. Setiap dua jam sekali, sediakan waktu beberapa menit untuk ke kamar mandi atau sekadar berjalan-jalan di lorong pesawat atau kereta.
  • Tetap minum air putih dalam jumlah yang cukup.
  • Hindari konsumsi alkohol atau obat tidur selama dalam perjalanan.
  • Pilih kaus kaki dan sepatu yang nyaman

Ingat selalu bahwa penyakit DVT dapat menyebabkan komplikasi mematikan pada orang yang mengalaminya. Karena itu, segera terapkan gaya hidup sehat dan lakukan sederet upaya yang telah disebutkan di atas. Dengan demikian, keadaan mengerikan ini tak terjadi pada diri Anda. Salam sehat!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar