Sukses

Khasiat Daun Salam untuk Kesehatan, Selain sebagai Bumbu Dapur

Selain sebagai bumbu dapur dan menyedapkan masakan, daun salam juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Ini fakta medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Aromanya yang khas menjadi andalan penyedap rasa untuk berbagai masakan nusantara. Lain kali, jika pergi ke pasar atau swalayan, belilah lebih banyak. Kenapa? Karena daun salam juga bisa berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Berikut ini adalah beberapa kebaikan daun salam yang harus Anda manfaatkan!

  • Menurunkan kadar kolesterol

Kandungan vitamin C, vitamin A, zat besi, kalsium, magnesium, dan caffeic acid dalam daun salam dapat bermanfaat dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL) dan kolesterol trigliserida. Sementara itu, kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein atau HDL) meningkat.

Sebuah studi 30 hari yang diterbitkan dalam “Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition” pada tahun 2009 menemukan bahwa konsumsi 1-3 gram daun salam setiap hari dapat menurunkan kolesterol total hingga 24 persen, trigliserida hingga 34 persen, kolesterol LDL hingga 40 persen, serta meningkatkan kolesterol HDL hingga 29 persen.

  • Menurunkan risiko serangan jantung

Adanya efek daun salam yang bisa menurunkan kadar kolesterol berarti bisa menurunkan riko terjadinya penyakit jantung di kemudian hari. Tak hanya itu, efek daun salam yang dapat melindungi lapisan pembuluh darah juga berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah dan risiko terjadinya serangan jantung.

  • Menurunkan kadar gula darah

Konsumsi daun salam dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Ini karena adanya zat polifenol dalam daun salam, yang dipercaya berperan baik dalam menurunkan kadar gula darah.

Ada sebuah penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi setiap hari 1-3 gram daun salam dalam bentuk kapsul dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Dengan demikian, konsumsi daun salam bersamaan dengan obat penurun gula darah harus disertai pemantauan kadar gula darah karena dikhawatirkan terjadi perubahan drastis.

  • Membantu mengobati kanker

Sebuah penelitian menyatakan bahwa daun salam dapat membantu dalam pengobatan kanker payudara. Daun salam mengandung antioksidan yang dapat melawan radikal bebas yang berkontribusi dalam pertumbuhan sel kanker. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat daun salam yang berkaitan dengan terapi kanker.

  • Mengobati batu ginjal

Di dalam tubuh terdapat enzim urease. Enzi mini berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal. Nah, daun salam dipercaya dapat mengurangi kadar enzim urease di dalam tubuh. Maka dari itu, daun salam bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati penyakit batu ginjal.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Daun salam juga mengandung berbagai macam vitamin, salah satunya vitamin C. Seperti yang telah Anda ketahui, vitamin C dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain dijadikan bumbu masakan, cara lain untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari daun salam adalah dengan direbus. Ambil 10 hingga 15 daun salam yang segar, kemudian cuci sebentar. Setelah itu, rebus dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas saja. Setelah dingin, air rebusan daun salam disaring lalu diminum saat malam hari. Minumlah secara teratur.

Takaran daun salam yang digunakan bisa berbeda-beda, tergantung manfaat kesehatan apa yang ingin diraih. Tak hanya direbus, saat ini sudah banyak yang menjual daun salam dalam bentuk ekstrak, krim, losion, hingga sabun. Jika ingin mendapatkan hasil yang optimal, konsumsi atau pakailah secara rutin.

Daun salam memang dapat memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi, penelitian masih terus diperlukan untuk menilai khasiat daun salam secara lebih detail. Boleh saja jika Anda ingin mengonsumsi daun salam sebagai upaya pencegahan atau pengobatan suatu penyakit, tapi jangan dikonsumsi secara berlebihan, ya! Agar hasilnya optimal, kombinasikan juga dengan pola hidup sehat. Masih ragu? Konsultasikan dengan dokter mengingat kondisi tubuh setiap individu bebeda-beda.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar