Sukses

Benarkah Darah Kental Menyebabkan Keguguran Berulang?

Darah kental diduga sebagai salah satu faktor penyebab keguguran saat hamil. Apakah medis setuju dengan dugaan ini? Yuk, cari tahu faktanya!

Keguguran berulang merupakan  kejadian yang cukup sering ditemukan. Sekitar 1 hingga 3 persen wanita usia produktif mengalami hal tersebut, dan risikonya meningkat hingga 5 persen  pada mereka yang pernah keguguran dua kali atau lebih.

Salah satu faktor yang dicurigai sebagai penyebab keguguran adalah darah kental.

Faktanya, darah tersusun dari berbagai komponen, seperti plasma berbentuk cair, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), keping darah (trombosit), dan lainnya. Semua komponen tersebut mempengaruhi kekentalan darah.

Ada pula sistem koagulasi (pembekuan darah), yang turut menjadi faktor penentu kekentalan darah seseorang.

Selain itu, faktor darah kental juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kehamilan. Hal inilah yang diduga berhubungan dengan risiko keguguran.

Artikel Lainnya: Penyebab Keguguran Berulang, Yuk, Ketahui 5 Penyebabnya!

1 dari 3 halaman

Waspada Keguguran Akibat Darah Kental

Hormon saat hamil adalah yang berperan sebagai penyebab sistem koagulasi tubuh meningkat, sehingga darah menjadi lebih kental. Hal ini terjadi sebagai bentuk pertahanan tubuh untuk menjaga keseimbangan darah, karena adanya janin dan plasenta (ari-ari) yang dianggap sebagai benda asing.

Selain itu, sistem koagulasi tubuh yang meningkat pada ibu hamil juga bertujuan sebagai bentuk pertahanan tubuh untuk mencegah perdarahan saat proses persalinan.

Sayangnya, dalam beberapa kasus, fungsi dari sistem koagulasi yang meningkat selama kehamilan malah dapat meningkatkan risiko keguguran.

Pada beberapa orang, pembekuan darah yang terlalu signifikan dan tidak diatasi dengan tepat bahkan disebut dapat menjadi penyebab keguguran berulang.

Keadaan tersebut terjadi karena darah yang kental menyebabkan sirkulasi menjadi kurang lancar. Hal tersebut pada akhirnya dapat membentuk bekuan darah.

Bekuan darah berisiko menyumbat pembuluh darah untuk plasenta, yang merupakan “jalur penghubung” antara ibu dan janin. Semakin banyak sumbatan yang terbentuk, risiko rusaknya “jalur penghubung” tersebut akan semakin tinggi.

Apabila sudah benar-benar rusak, plasenta tidak akan mampu lagi menyalurkan gizi dari ibu ke bayi. Akibatnya, bayi tidak akan mendapatkan pasokan gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Ujung dari perkara ini adalah keguguran, yang bisa saja terjadi berulang apabila tidak ditangani dengan tepat oleh dokter.

Artikel Lainnya: Hati-Hati, Ini 9 Penyebab Keguguran Saat Hamil

2 dari 3 halaman

Kiat Atasi Darah Kental saat Hamil untuk Cegah Keguguran

Darah kental saat hamil sebenarnya merupakan fisiologis tubuh, yang berarti mekanisme normal sebagai bentuk pertahanan.

Kendati demikian, agar dapat mencegah keguguran akibat darah kental, berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Konsultasi Dokter

Hal utama yang harus Anda lakukan adalah konsultasi ke dokter kandungan, apalagi jika sebelumnya pernah mengalami keguguran.

Dokter kandungan akan memastikan penyebab keguguran sebelumnya; apakah karena masalah organ reproduksi, darah kental, atau masalah lainnya.

  • Lakukan Pemeriksaan Darah

Setelah konsultasi, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memeriksa kondisi darah Anda.

Dari situ, penyebab keguguran dapat ditentukan; apakah karena masalah organ atau masalah darah.

  • Konsumsi Obat Pengencer Darah

Jika benar Anda mengalami keguguran karena darah kental, dokter mungkin akan meresepkan obat pengencer darah. Obat ini mesti dikonsumsi di bawah pengawasan dokter, guna mencegah timbulnya efek samping berbahaya.

Terbukti bahwa darah kental menyebabkan keguguran. Kondisi ini mesti diwaspadai dan segera diatasi agar tidak terjadi berulang sehingga menggagalkan rencana Anda memiliki momongan.

Konsultasikan lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai darah kental atau penyebab keguguran lainnya.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar