Sukses

Bolehkah Si Kecil Diberi Makanan Berbumbu?

Bolehkah makanan berbumbu dan relatif pedas diberikan pada anak yang masih satu tahun? Ini jawaban dari para ahli medis.

Klikdokter.com, Jakarta Tak terasa si Kecil kini sudah menginjak usia satu tahun. Itu berarti, Anda sudah mulai bisa mengeksplorasi aneka makanan untuk diolah dan diberikan kepada sang buah hati. Dan, jika Anda perhatikan, anak-anak yang sudah bisa berjalan dan berinteraksi sederhana dengan keluarganya pun memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi terhadap berbagai jenis makanan.

Tak jarang, saat Anda, suami, atau orang tua sedang mengonsumsi makanan berempah di rumah, si Kecil datang menghampiri dan memasang "wajah ingin". Namun karena makanan itu terkesan sebagai asupan "orang dewasa" lantaran pedas, bersantan, dan mengandung banyak rempah, alhasil Anda jadi ragu untuk membiarkan si Kecil mencicipinya.

Lantas, jika dilihat dari sudut pandang medis, bolehkah si Kecil yang masih berusia satu tahun mengonsumsi makanan yang terlalu berbumbu?

Kapan si Kecil boleh konsumsi makanan berbumbu?

Menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, saat anak sudah berusia di atas satu tahun, mereka boleh mengonsumsi makanan rumah yang sama dengan orang tuanya, baik itu lauk ataupun camilan. Kendati demikian, Anda wajib melihat dulu kondisi gigi dari si Kecil. Jika giginya memang sudah tumbuh banyak dan kemampuan mengunyahnya sudah cukup baik, Anda diperbolehkan untuk memberikan makanan berat padanya.

"Sebenarnya tidak ada patokan khusus harus seperti apa dan kapan. Jika anak sudah berusia di atas satu tahun, dia boleh mengonsumsi makanan yang sama dengan orang tuanya," jelas dr. Sara.

Lebih lanjut, dr. Sara juga berpesan kepada orang tua untuk memperhatikan reaksi tubuh anak setelah mencicipi makanan tersebut.

"Coba dilihat, apakah ada reaksi alergi atau tidak selama satu hari itu. Apakah gatal-gatal ataupun sakit perut. Kalau memang tidak ada reaksi, berarti boleh diberikan lagi nanti," tambahnya.

Bagaimana dengan makanan pedas? Menurut dr. Reza Pahlevi dari KlikDokter, sebenarnya rasa pedas sudah mulai dirasakan saat si Kecil masih berada di dalam kandungan. Rasa pedas tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu selama masa kehamilan. Selain itu, anak juga menyesap rasa pedas dari ASI seorang ibu yang doyan makanan pedas. Maka, rasa pedas bukanlah hal yang asing untuk anak-anak.

Namun, jika Anda ingin menyajikan makanan pedas pada anak yang masih berusia satu tahun atau lebih, berikanlah dengan derajat kepedasan yang bertahap. Hal ini dilakukan agar lidah dan saluran cerna si Kecil bisa beradaptasi dengan baik.

Di samping itu, berikan pula perhatian penuh saat si Kecil mengonsumsi makanan pedas, agar cabainya tidak masuk ke mata ataupun hidung. Pantau juga kesehatan saluran cerna buah hati Anda setelah mengonsumsi makanan pedas. Jika terbukti sakit perut, diare, atau muntah, berarti saluran cerna anak Anda tidak bisa menerima rasa pedas.

1 dari 2 halaman

Jangan lupakan gizi seimbang untuk si Kecil

Tak hanya itu, menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, meski si Kecil sudah boleh diperkenalkan makanan berbumbu, bukan berarti Anda melupakan gizi seimbang. Jadi, pastikan dalam setiap menu si Kecil terdapat protein, karbohidrat, lemak, dan serat ,supaya tumbuh kembangnya terus optimal.

Senada dengan para dokter dari KlikDokter, para ahli medis dari LiveScience juga berpendapat serupa. Mereka mengatakan bahwa makanan berempah kompleks dan berbumbu pedas sah-sah saja diberikan kepada anak berusia di satu tahun ke atas. Asalkan, orang tua tetap memperhatikan respons tubuh si Kecil setelah menyantapnya.

Professor of Pediatrics dari University of Virginia, Dr. Stephen Borowitz, bahkan mengatakan tidak ada kontraindikasi untuk memulai makanan bertekstur padat, berasa pedas, dan lain sebagainya, selama anak-anak masih mendapatkan nutrisi harian secara penuh.

Mengetahui hal itu, kini Anda tak perlu ragu lagi untuk memberikan makanan berbumbu atau berasa pedas pada si Kecil. Namun, Anda harus tetap ingat untuk memberikannya secara bertahap dan tidak berlebihan. Selain itu, jangan lupa untuk tetap memantau repsons tubuh anak setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Jika sejak dini si Kecil sudah dikenalkan dengan berbagai rasa makanan dan teksturnya, kemungkinan dirinya untuk menjadi seorang picky eater menjadi semakin kecil. Alhasil, anak akan lebih menghargai beragam jenis makanan yang disajikan untuknya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar