Sukses

Makan Kacang Hijau Saat Hamil Dapat Cegah Bayi Lahir Cacat?

Ibu hamil tentu ingin janin yang dikandungnya tumbuh sehat. Salah satu upaya menghindari bayi lahir cacat adalah dengan makan kacang hijau.

Klikdokter.com, Jakarta Data yang dirilis oleh WHO pada 2010 menyatakan bahwa di Indonesia tercatat 295.000 bayi lahir cacat, dari total 5 juta bayi yang lahir setiap tahunnya. Untuk menghindari hal tersebut, banyak ibu hamil yang mengonsumsi kacang hijau yang dipercaya dapat meminimalkan risiko gangguan pertumbuhan pada janin.

Tak hanya dari WHO, Kementerian Kesehatan RI juga sempat melakukan survei bekerjasama dengan 13 rumah sakit di 9 provinsi pada 2014. Hasilnya, ditemukan 15 kelompok kelainan bawaan yang sebenarnya dapat dicegah.

Dari data tersebut, sekitar 231 bayi lahir cacat dengan 87 persen memiliki satu kelainan bawaan, dan 13 persen memiliki lebih dari satu kelainan bawaan. Dari fenomena ini, kemudian beredarlah kabar seputar manfaat kacang hijau bagi ibu hamil, yang dipercaya dapat meminimalkan risiko bayi lahir cacat.

Khasiat makan kacang hijau di masa kehamilan

Dilansir dari Babyologist, makan kacang hijau saat hamil dapat mencegah kecacatan pada janin. Sebab, kandungan asam folatnya membantu pertumbuhan janin berjalan secara optimal. Dalam 100 gram kacang hijau terkandung sebanyak 159 gram asam folat. Takaran ini dinilai cukup untuk melengkapi nutrisi ibu hamil.

Mengenai hal tersebut, dr. Dyan Novita Anggraini dari KlikDokter, menuturkan bahwa  kacang hijau memang terbukti dapat membantu perkembangan janin dalam kandungan.

“Kebaikan kacang hijau berasal dari kandungan vitamin B, kalsium, kalium, zink, fosfor, asam folat dan protein. Namun, agar nutrisinya tidak hilang, sebaiknya konsumsi kacang hijau dalam bentuk bubur atau air rebusan saja,” terangnya.

Selain itu, dr. Melyarna Putri dari KlikDokter juga menyarankan Anda untuk memperbanyak asupan kacang hijau saat menginjak trimester ketiga kehamilan.

“Konsumsi kacang hijau di trimester ketiga ini ditujukan untuk memberikan energi yang cukup untuk menghadapi persalinan. Sebab, melahirkan merupakan proses yang melelahkan dan membutuhkan banyak tenaga. Wanita hamil dapat memperoleh asupan vitamin K yang cukup dari kacang hijau,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Mely menambahkan bahwa selain menjadi sumber energi, asupan kacang hijau yang mengandung vitamin K dapat membantu mempercepat pembekuan darah pasca persalinan.

1 dari 2 halaman

Manfaat lain kacang hijau bagi ibu hamil

Selain dapat mencegah bayi lahir cacat, makan kacang hijau juga memberikan berbagai manfaat lainnya. Berikut ini adalah di antaranya:

  1. Sumber protein yang baik

Kacang hijau merupakan sumber protein dan zat besi yang baik bagi ibu hamil. Dengan asupan protein yang cukup, kesehatan ibu hamil lebih terjaga dan janin pun tumbuh optimal.

  1. Mencegah sembelit

Dengan kadar serat yang cukup tinggi, kacang hijau dapat membantu mencegah dan meredakan keluhan yang sering dialami ibu hamil, yaitu sembelit. Jadi, saat hamil, perbanyaklah makan kacang-kacangan termasuk kacang hijau untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda.

  1. Menghalau depresi

Asam folat yang terdapat di dalam kacang hijau dapat membantu mengatasi depresi. Sebab, folat dapat mencegah kelebihan homocysteine yang berisiko menghentikan darah dan nutrisi lain ke otak. Jika sudah demikian, produksi hormon serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan bisa terganggu.

  1. Meningkatkan kesehatan tulang

Dilansir dari Baby Center, kekurangan vitamin K berisiko menyebabkan ibu hamil mengalami nyeri tulang. Dengan asupan vitamin K yang terdapat di dalam kacang hijau, penyerapan kalsium lebih mudah, sehingga kesehatan tulang pun terjaga.

Dalam satu cangkir kacang hijau mengandung sekitar 14,4 mcg vitamin K, atau setara dengan 20 persen dari kebutuhan vitamin K harian seseorang. Banyak makan kacang hijau sangat membantu menjaga kekuatan tulang ibu hamil.

Nyatanya, kacang hijau memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Selain dapat mencegah bayi lahir cacat, kacang hijau juga dapat membantu menciptakan kehamilan sehat. Baca artikel lainnya di sini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar