Sukses

Ini Alasannya Mengapa Saran Dokter Perlu Dipatuhi

Mengapa mengikuti saran dokter sangatlah penting? Simak faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tepat pada hari ini, Kamis (24/10), ranah medis di Indonesia memperingati Hari Dokter Nasional. Momen ini dirayakan sebagai bentuk mengingatkan kesadaran masyarakat bahwa dokter dan petugas medis lainnya siap membantu dalam kondisi apapun, kapan saja, dan di mana saja.

Hari Dokter Nasional itu sendiri adalah sebuah “hari raya” yang umumnya diperingati oleh organisasi-organisasi kesehatan untuk menghargai jasa-jasa para dokter kepada masyarakat dan kehidupan individual.

“Layaknya seorang dosen, dokter harus memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni serta mampu mentransfer keilmuannya ke pihak lain. Dalam arti yang lebih luas, seorang dokter harus berilmu, terlatih, dan terampil sehingga perencanaan pengobatan dan perawatan pasien bisa dilakukan sebaik mungkin,” kata dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Sejarah Hari Dokter Nasional memang identik dengan Hari Jadi Ikatan Dokter Indonesia. Memiliki nama awal Vereniging van lndische Artsen, organisasi tersebut dimulai pada tahun 1911. Organisasi yang diawali dari sebuah perkumpulan para dokter itu diketuai oleh dr. J.A. Kayadu.

Seiring berjalannya waktu, tanggal 24 Oktober ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus Hari Dokter Nasional. Sejak saat itu pula, pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang berkantor pusat di Jakarta, tepatnya di Jalan Sam Ratulangi, Menteng, terus mengibarkan sayapnya dalam memajukan dunia kesehatan Indonesia.

Pentingnya mematuhi saran dokter

Keberadaan dokter dan ahli medis didedikasikan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap golongan masyarakat yang berobat dianjurkan untuk selalu mengikuti saran dokter demi kesehatan yang lebih baik.

Sayangnya, tak sedikit pasien yang “bandel” dan mengabaikan saran dokter terkait pengobatannya. Berdasarkan fakta yang diutarakan Food Drug Administration (FDA), sebanyak 30–50 persen pasien mengabaikan instruksi tentang cara minum obat yang diberikan oleh dokter. Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa hanya sekitar 50 persen pasien yang benar-benar mengikuti saran dokter untuk terapi jangka panjang.

Kasus yang kerap ditemukan adalah lupa minum obat tepat waktu, salah pengertian atas saran dokter yang diberikan, tidak bisa mengubah gaya hidup yang diperlukan untuk perawatan tertentu, hingga mengabaikan nasihat medis. Sikap abai dalam hal ini sering berujung pada konsekuensi yang tragis. Diperkirakan bahwa 125.000 orang dengan penyakit yang sebenarnya dapat diobati meninggal setiap tahun. Kondisi ini  akibat mengabaikan saran dokter yang merawat, baik terkait konsumsi obat maupun pola hidup yang harus dijalani.

Mengetahui adanya fakta tersebut, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap saran yang diberikan dokter terkait kondisi kesehatan. Jangan anggap sepele, sekalipun itu tentang hal-hal kecil.

“Saya berharap kesadaran masyarakat tentang berbagai topik kesehatan semakin meningkat, dan akses untuk mendapatkan informasi kesehatan bagi mereka juga semakin mudah,” ujar dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, mengutarakan pesannya untuk Hari Dokter Nasional.

Yuk, lebih sadar akan pentingnya saran dan anjuran yang diberikan oleh dokter, khususnya jika Anda adalah seorang pasien yang sedang menjalani perawatan medis. Dengan demikian, pengobatan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan Anda bisa merasakan manfaatnya dengan optimal. Selamat Hari Dokter Nasional!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar