Sukses

Masyarakat Perlu Lebih Peka Terhadap Diabetes dan Hipoglikemia

Inovasi terapi insulin generasi baru bisa menjadi solusi pasien diabetes dengan risiko hipoglikemia. Tapi deteksi dini tetap diperlukan.

Klikdokter.com, Jakarta Indonesia merupakan negara urutan ke-4 yang memiliki penderita diabetes terbanyak di dunia. Fakta itulah yang dituturkan Dr. Dante Saksono, SpPD-KEMD, Ph.D. saat memberikan penjelasan di sebuah acara media briefing. Acara bertajuk Inovasi Terapi Insulin Generasi Baru sebagai Solusi Pasien Diabetes dengan Risiko Hipoglikemia dari Novo Nordisk digelar pada Rabu (24/10) di ruang kuliah Ilmu Penyakit Dalam RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Permasalahan diabetes di dunia, termasuk di Indonesia, kini kian bertambah rumit dengan kehadiran hipoglikemia, yaitu gula darah rendah. Ya, penderita diabetes yang terkenal memiliki kadar gula darah tinggi itu ternyata juga berpotensi mengalami kadar gula darah yang terlampau rendah. Dan ini bukan sebuah kondisi yang menguntungkan.

Hipoglikemia masih asing di telinga masyarakat

Menilik data dari studi IO HAT Indonesia, sebanyak 36.4% pasien diabetes tidak tahu-menahu soal hipoglikemia. Padahal, ada 25,7% angka kejadian hipoglikemia dan 13% angka kejadian hipoglikemia berat per tahunnya. Lebih lengkapnya lagi, sebanyak 83% persen penderita diabetes tipe 1 mengalami hipoglikemia setidaknya satu tahun sekali. Sedangkan 47% penderita diabetes tipe 2 mengalami kejadian hipoglikemia setidaknya satu kali sebulan!

Tak kalah berbahaya dengan gangguan kesehatan lainnya, hipoglikemia ini rupanya juga dapat berakibat fatal – misalnya, koma hingga kematian – jika dibiarkan begitu saja.

“Karena hipoglikemia ini bisa mengubah pola irama jantung sehingga membuat pompa jantung tidak optimal dan membuat peradangan di pembuluh darah. Jika hipoglikemia berulang terus, bisa menyebabkan kematian.” kata Dr. Dante.

1 dari 2 halaman

Inovasi terapi insulin

Sementara itu, penderita diabetes tipe 1 biasanya mengalami hipoglikemia karena ada ketidaksesuaian dosis pengobatan dari terapi insulinnya. Sedangkan pada diabetes 2, umumnya hipoglikemia disebabkan oleh pola makan yang tidak baik atau tidak menerapkan diet seimbang dengan tepat. Oleh sebab itulah, Novo Nordisk meluncurkan inovasi terapi insulin generasi baru yang memiliki risiko hipoglikemia lebih rendah dari terapi insulin kebanyakan. Terapi insulin generasi baru ini bisa menurunkan gula darah pada penderita diabetes tanpa meningkatkan risiko terkena hipoglikemia.

Perusahaan perawatan kesehatan global yang telah 95 tahun berpengalaman dalam inovasi perawatan diabetes itu kini tengah menggalakkan edukasi di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang diabetes dan hipoglikemia. Tak hanya itu, PT Novo Nordisk Indonesia yang diwakili oleh Dr. Fahad Jameel selaku CMRQ Director pun melakukan pengembangan kapasitas untuk tenaga kesehatan profesional serta berperan aktif dalam mendukung inisiatif yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Meski sudah ada terapi insulin generasi baru, Dr. Dante berpesan untuk tetap mengenali gejala hipoglikemia. Beberapa gejalanya antara lain, sering gemetar, sering berkeringat, mudah cemas, sering lapar, sering pusing, jantung berdetak lebih cepat, penglihatan kabur, mudah capek dan lemas, serta mudah emosional.

Selain itu, orang yang memiliki garis hitam di belakang leher juga menandakan bahwa insulin di dalam tubuhnya tidak berfungsi dengan baik.

Hipoglikemia juga bisa menyerang selain diabetesi

Di sisi lain, rupanya tak cuma diabetesi atau penderita diabetes yang bisa terkena hipoglikemia. Orang nondiabetes juga bisa mengalaminya. Gejalanya pun sama, hanya saja ditambah dengan kulit yang pucat dan mudah mengantuk. Namun, menurut Dr. Dante, mengatasi hipoglikemia pada orang nondiabetes jauh lebih mudah ketimbang hipoglikemia pada penderita diabetes.

Misalnya, saat orang berdiri terlalu lama, ia akan lemas dan pingsan karena gula darahnya rendah. Tetapi jika diberikan minuman teh manis hangat, pasti keadaannya sudah lebih baik. Sedangkan pada orang diabetes, penanganannya tidak sesederhana itu. Orang tersebut memerlukan penyesuaian terapi insulin dan diet seimbang yang ketat untuk menormalkan kembali kondisinya.

Dengan adanya inovasi terapi insulin generasi baru sebagai solusi pasien diabetes dengan risiko hipoglikemia, diharapkan masyarakat tetap aktif melakukan pendeteksian diabetes sejak dini. Dengan demikian, masyarakat bisa melakukan pencegahan diabetes sehingga bisa terwujud masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar