Sukses

5 Fakta tentang Vaksin Polio yang Perlu Anda Tahu

Mulai dari efektivitasnya yang mencengangkan hingga mitos dibalik pemberiannya, ketahui beragam fakta mengenai vaksin polio.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tahunnya, tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Polio Sedunia. Pada hari ini, dunia sekaligus memperingati hari kelahiran Jonas Salk, penemu vaksin polio. Vaksin ini telah terbukti efektivitasnya. Lewat artikel ini juga, pahami lima fakta tentang vaksin polio lainnya.

Sejak pertama kali ditemukan, vaksin polio (dan vaksin lainnya) telah membawa perubahan besar di dunia kesehatan. Meski penerapannya kerap dibalut dengan beragam pro dan kontra, harus diakui bahwa program imunisasi berperan penting dalam mengurangi angka kejadian penyakit serta kematian akibat penyakit-penyakit infeksi.

Berikut adalah beberapa fakta tentang vaksin polio yang mungkin belum Anda ketahui:

  1. Mencegah penyakit mematikan

Polio (poliomyelitis) adalah penyakit yang disebabkan oleh poliovirus dan dapat mengakibatkan kelumpuhan. Wabah polio pertama kali terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1894. Penularannya yang begitu cepat sehingga menyebabkan banyak orang mengalami kelumpuhan mendadak akibat polio.

Tidak hanya otot anggota gerak, polio juga menyerang otot pernapasan, sehingga penderitanya bisa mengalami gagal napas hingga menyebabkan kematian. Melihat fenomena tersebut, Dr. Jonas Salk pun mengembangkan vaksin polio. Pada tahun 1955, vaksin tersebut dinyatakan aman dan efektif untuk mencegah polio.

  1. Vaksin tersedia dalam dua tipe: OPV dan IPV

Saat ini tersedia dua tipe vaksin polio, yaitu vaksin polio oral dan vaksin polio suntik. Vaksin polio oral (oral poliovirus vaccine atau OPV) berisi virus polio yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan dan diberikan dengan cara diteteskan di mulut. Pemberian OPV diharapkan akan memicu tubuh membentuk kekebalan (antibodi) terhadap virus tersebut.

Vaksin polio suntik (inactivated Poliovirus Vaccine atau IPV) berisi virus polio mati dan pemberiannya adalah dengan cara disuntikkan ke otot lengan dan paha. Sekalipun sudah tidak aktif, tubuh tetap akan membentuk kekebalan terhadap protein dari virus tersebut.

  1. Diberikan sebanyak lima kali

Berdasarkan jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin polio diberikan sebanyak lima kali, yaitu pada saat lahir, usia 2, 4, 6, dan 18 bulan. Baik vaksin oral maupun vaksin suntik sama efektifnya dan dapat diberikan pada usia-usia tersebut.

  1. Murah tapi sangat efektif

Vaksin polio terbilang vaksin yang harganya murah, bahkan oleh pemerintah diberikan secara cuma-cuma. Meski murah, tapi kerjanya tidak murahan—efektivitasnya sangat tinggi!

Bila seorang anak mendapat vaksin polio dengan dosis dan jadwal yang sesuai, kekebalan tubuhnya terhadap polio dapat mencapai 99 persen. Artinya, anak tersebut hampir terlindungi secara penuh dari virus polio. Secara global pun, program pemusnahan (eradikasi) polio terbilang cukup progresif, yakni mencapai 99 persen karena pemberian vaksin di berbagai negara.

  1. Sering dikaitkan dengan berbagai mitos

Di luar dari efektivitasnya, vaksin polio masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos. Bahkan, ada yang menganggap bahwa vaksin polio adalah penyebab dari kelumpuhan itu sendiri.  Padahal kejadian tersebut sangat jarang dan kalaupun terjadi, kemungkinan besar bukan disebabkan oleh vaksin polio, melainkan karena penderitanya yang memang sudah terinfeksi virus polio sebelumnya.

Selain itu, vaksin polio juga dikatakan dapat menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome atau SIDS). Hal tersebut juga tidak benar. Tidak ada hubungan sebab akibat antara SIDS dengan vaksinasi. SIDS tetap bisa terjadi sekalipun bayi tidak divaksinasi. Jadi, tidak ada hubungan diantara keduanya.

Fakta lainnya, polio sudah hampir musnah dari muka bumi. Hal tersebut terjadi berkat vaksin polio. Meski demikian, penyakit ini belum sepenuhnya tereradikasi sehingga setiap orang tua tetap wajib membawa anaknya untuk mendapat vaksin polio sesuai jadwal agar benar-benar terlindungi dari virus mematikan ini.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar