Sukses

Inilah Penyebab Tersering Keguguran Spontan

Keguguran spontan dapat terjadi akibat berbagai hal yang mungkin belum Anda duga sebelumnya. Apa saja? Cari tahu di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Keguguran bisa menjadi keadaan yang traumatis bagi seorang wanita. Parahnya, keadaan mengerikan tersebut juga kerap menimbulkan pertengkaran pada pasangan suami istri.

Berbicara tentang keguguran, medis menyebutkan bahwa keadaan ini terjadi ketika janin mengalami kematian sebelum mencapai usia kehamilan 20 minggu. Sebagian besar kasus keguguran terjadi secara spontan, dimana rahim mengeluarkan sendiri janin yang terdapat di dalamnya.

Penyebab keguguran spontan

Keguguran spontan merupakan peristiwa yang kerap membuat pasangan merasa sedih, apalagi jika yang mengalami keguguran adalah mereka yang sangat menanti-nanti hadirnya sang buah hati.

Terdapat beberapa hal yang berhubungan erat dengan keguguran spontan, misalnya:

  • Masalah hormonal
  • Infeksi
  • Gangguan rahim
  • Trauma pada ibu
  • Stres berkepanjangan
  • Kekurangan asupan gizi sehari-hari
  • Paparan asap rokok atau polusi udara yang tinggi
  • Obat-obatan tertentu

Selain hal-hal di atas, sekitar 50–60 persen kasus keguguran spontan juga berkaitan dengan kelainan kromosom pada janin. Sekitar 95 persen kelainan kromosom tersebut disebabkan oleh kesalahan yang terjadi selama proses pembelahan sel telur maupun sel sperma suami, sehingga menyebabkan janin yang dikandung mengalami kekurangan atau kelebihan jumlah kromosom.

Janin yang memiliki kelainan kromosom akan sulit untuk tumbuh dan hidup selama masa kehamilan. Jika akhirnya berhasil lahir, bayi akan memiliki kelainan fisik maupun mental. Itulah sebabnya sebagian besar janin dengan kelainan kromosom akan mengalami keguguran spontan.

Lantas, adakah cara mencegah keguguran akibat kelainan kromosom? Ada!

Kelainan kromosom sulit diprediksi pada kehamilan dan sering terjadi secara tidak menentu. Walau demikian, salah satu hal yang diketahui berkaitan erat dengan risiko kelainan kromosom adalah usia ibu di atas 35 tahun.

Seiring dengan pertambahan usia, kualitas sel telur pada wanita akan semakin menurun sehingga kemungkinan adanya kelainan kromosom pada janin menjadi semakin tinggi. Atas alasan ini, seorang wanita dianjurkan untuk hamil di rentang usia 20–35 tahun agar tidak mengalami keguguran spontan akibat kelainan kromosom.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami keguguran lebih dari satu kali, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter. Hal ini untuk mengetahui penyebab pasti keguguran, serta mencari solusi tepat yang bisa Anda terapkan agar keguguran tak terulang kembali.

Ingatlah bahwa keguguran dapat terjadi akibat faktor dari ibu maupun ayah. Karena itu, berhenti menyalahkan pasangan jika memang Anda mengalami kondisi mengerikan yang satu ini. Akan lebih baik jika Anda dan pasangan saling bahu-membahu menghadapi cobaan yang sedang dialami, juga saling introspeksi dengan memeriksakan diri ke dokter. Jangan lupa untuk selalu menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, agar keguguran tak terulang kembali.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar