Sukses

Berkenalan dengan Kekentalan Darah Lebih Dekat

Kekentalan darah penting untuk diketahui, karena darah yang terlalu kental atau terlalu encer dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkan Anda membayangkan bagaimana bentuk darah yang mengalir dan memberikan kehidupan pada sel-sel di dalam tubuh? Apakah Anda tahu bahwa darah sebenarnya berbentuk seperti sup?

Ya, Anda bisa mengibaratkan darah sebagai sebuah sup. Darah terdiri dari cairan bening (plasma), yang berfungsi serupa dengan “kuah” dalam sup. Pada plasma, darah mengangkut berbagai komponen seperti sel darah merah dan putih, protein, nutrisi, hormon, gas terlarut, platelet, dan lain-lain.

Layaknya kuah sup, tingkat kekentalan pada darah juga berbeda-beda. Perbedaan tersebut terjadi akibat adanya pengaruh berbagai hal. Komponen yang memiliki pengaruh paling besar dalam bentuk darah adalah sel darah merah, karena sel tersebut berfungsi menyusun hingga setengah volume total darah.

Selain sel darah merah, komponen lain yang turut memengaruhi kekentalan darah adalah kadar kolesterol jahat (LDL). Semakin tinggi kadar LDL dalam darah, maka kekentalan darah akan semakin meningkat. Perbandingan lurus ini juga berlaku untuk komponen pembeku darah (fibrinogen), yang bertugas menggumpalkan darah jika terjadi trauma.

Meningkat atau menurunnya kekentalan darah itu sendiri dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pada peningkatan kekentalan darah, beberapa penyebab yang kerap ditemui adalah:

  • Adanya kanker darah, yang menyebabkan proses produksi sel darah berlebihan
  • Mutasi faktor-faktor pembekuan darah, seperti faktor V.
  • Defisiensi protein C dan protein S.
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok.

Sementara itu, menurunnya kekentalan darah sering kali diakibatkan oleh:

  • Pengaruh obat-obatan, misalnya penggunaan obat pengencer darah pada pasien jantung dan hipertensi.
  • Adanya gangguan pada sumsum tulang belakang.
  • Penyakit lupus.

 

1 dari 2 halaman

Fungsi kekentalan darah

Kekentalan darah memengaruhi kemampuan darah untuk mengalir di dalam sistem pembuluh darah. Jika diibaratkan cairan di dalam pipa: semakin kental cairan, semakin besar pula gesekannya dengan permukaan pipa sehingga alirannya pun akan semakin sulit dan lambat.

Pada sistem pembuluh darah, kekentalan darah akan memengaruhi hubungan antara darah dan “pipa”-nya, juga kerja jantung. Tentunya, untuk memompa darah yang lebih kental ke seluruh tubuh, jantung perlu bekerja lebih keras dan lebih cepat.

Tak hanya itu, darah yang terlalu kental juga lebih mudah membeku dan membentuk gumpalan. Hal itu dapat membuat sumbatan pada pembuluh darah kecil, dan menyebabkan terjadinya stroke iskemik.

Di sisi lain, darah yang terlalu encer dapat menyebabkan kebocoran sehingga membuat seseorang lebih mudah mengalami perdarahan. Jika darah yang terlalu kental dapat menyebabkan stroke iskemik, maka darah yang terlalu encer dapat menyebabkan stroke hemoragik. Jadi, baik darah yang terlalu kental maupun terlalu encer sama-sama dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius.

Apabila Anda ingin mengetahui tingkat kekentalan darah yang mengalir di dalam tubuh, lakukanlah medical check-up lengkap. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, agar darah dan jantung terus berkerja dengan optimal.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar