Sukses

6 Gangguan Tidur Ini Perlu Anda Konsultasikan ke Dokter

Gangguan tidur yang membuat Anda tidak nyenyak beristirahat pada malam hari harus dikonsultasikan ke dokter agar tahu penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Kesulitan tidur pada malam hari tentu sangat mengganggu Anda. Jika jam dinding sudah menunjukkan pukul 2 pagi, tapi Anda masih saja melek, itu tandanya Anda mengalami gangguan tidur. Ada beberapa kondisi gangguan tidur yang harus dikonsultasikan dengan dokter.

Para ahli menyatakan bahwa tidur yang baik adalah yang tepat waktu dan minimal 7 jam. Jika Anda bisa memperbaiki kesulitan tidur dengan mengatasi kebiasaan yang menurut Anda salah, itu tentu saja sangat bagus. Tapi bila tidak bisa juga, itu tandanya Anda memerlukan bantuan medis dari ahlinya.

Ada persepsi bahwa ruangan yang cukup gelap dan kasur yang tepat bisa membuat Anda tidur nyenyak. Namun, orang-orang perlu menyadari bahwa dalam beberapa kasus, berkonsultasi dengan ahli medis adalah jalan keluar terbaik. Demikian menurut dokter ahli saraf dan peneliti tidur W. Christopher Winter, MD, dari Charlottesville Neurology and Sleep Medicine, seperti dikutip dari SELF.

Kurangnya tidur dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi berantakan. Bahkan, setiap bagian kehidupan Anda dapat terpengaruh. 

"Kurangnya kualitas dan kuantitas tidur dapat menyebabkan kesalahan di tempat kerja, kecelakaan, masalah dengan konsentrasi dan perhatian, suasana hati buruk, dan masalah medis lainnya," kata Josna Adusumilli, MD, spesialis tidur di Departemen Neurologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

Agar dapat menjalani kehidupan sebaik mungkin, pastikan untuk mendiskusikan  masalah tidur yang Anda alami kepada dokter. Karena ada beragam penyebab potensial Anda kesulitan tidur, maka dokter Anda akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mengajukan pertanyaan tentang gejala yang dialami.

Berikut beberapa masalah tidur yang harus dikomunikasikan kepada dokter:

1 dari 4 halaman

Selanjutnya

  1. Mendengkur

Jika Anda pendengkur berat, ada kemungkinan Anda memiliki apnea tidur. Ini adalah gangguan serius yang membuat pernapasan Anda berulang kali berhenti setiap kali tidur. Menurut Mayo Clinic, bentuk paling umum dari kondisi ini adalah obstructive sleep apnea (OSA). Kondisi ini terjadi ketika otot-otot tenggorokan Anda terlalu rileks sehingga menyebabkan getaran saat bernapas.

Tak hanya membuat mendengkur, OSA juga meningkatkan risiko Anda terhadap kondisi kesehatan yang serius. Misalnya peningkatan tekanan darah dan penekanan pada jantung, yang dapat meningkatkan peluang serangan jantung dan detak jantung yang tidak normal.

Selain itu, orang dengan apnea tidur lebih mungkin mengembangkan resistansi insulin. Itu terjadi karena tubuh tidak merespons dengan benar hormon insulin, yang merupakan bagian integral untuk mengatur gula darah. Ini dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

  1. Sulit memulai tidur maupun tidur nyenyak

"Ada banyak alasan mengapa hal ini bisa terjadi," ujar Rita Aouad, M.D., seorang dokter tidur di The Ohio State University Wexner Medical Center. Main gawai sebelum tidur, insomnia, atau memiliki sindrom kaki gelisah adalah beberapa penyebab yang umum.

Menurut Mayo Clinic, insomnia adalah gangguan yang dapat membuat orang sulit untuk tertidur. Serangan insomnia dapat terjadi selama berhari-hari atau berminggu-minggu, tetapi ada juga insomnia kronis yang berlangsung selama satu bulan atau lebih. Insomnia dapat terjadi dengan sendirinya, atau terkait dengan kondisi medis seperti kecemasan dan asma. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan insomnia, salah satunya obat antidepresan.

Sindrom kaki gelisah adalah kondisi yang menyebabkan dorongan tak terkendali untuk menggerakkan kaki Anda, dan itu sering terjadi di malam hari saat Anda berbaring untuk tidur. Pada orang dengan sindrom kaki gelisah, mereka bisa saja mengantuk tapi kaki mereka tidak cukup rileks sehingga malah sulit tertidur. Bisa juga kaki berkedut-kedut dan menendang saat tidur, jadi sangat sulit untuk tetap nyenyak.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Mudah terbangun

Masalah ini bisa disebabkan oleh sleep apnea, insomnia, dan sindrom kaki gelisah. Penyebab potensial lainnya adalah refluks asam, yang terjadi ketika asam lambung naik ke esofagus sehingga menyebabkan sensasi terbakar yang dapat mengganggu tidur. Bruxism, atau gangguan yang menyebabkan Anda mengepalkan atau menggertakkan gigi, juga bisa menyebabkan rasa sakit yang membuat Anda terbangun.

  1. Ketergantungan obat tidur

Menurut Dr. Winter, jika Anda sedang dalam penerbangan jauh dan ingin tidur, mengonsumsi obat tidur sebenarnya tak masalah. Tapi Anda tidak boleh bergantung pada itu setiap malam, karena Anda dapat membutuhkan lebih banyak untuk terus mendapatkan efek yang sama.

Di luar itu, Anda jadi cenderung mengabaikan masalah mendasar di balik kesulitan tidur. Obat-obatan juga dapat memiliki efek samping seperti terlalu mengantuk pada keesokan hari.

  1. Masih merasa lelah padahal yakin sudah tidur nyenyak

"Sebenarnya normal untuk merasa sedikit 'mabuk' setelah bangun tidur. Fenomena ini dikenal sebagai inersia tidur, dan itu akan memudar semakin lama Anda terjaga," kata Dr. Adusumilli.

Namun, banyak gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan kelelahan tanpa henti sepanjang hari, seperti depresi, sindrom kelelahan kronis, dan mengalami hipotiroidisme (ketika tiroid Anda tidak menghasilkan cukup hormon, sehingga Anda mungkin merasa mengantuk).

Narkolepsi juga bisa menjadi pelakunya. Ini adalah gangguan tidur kronis yang menyebabkan seseorang mengantuk parah di siang hari dan sering tertidur secara tiba-tiba. Orang-orang dengan narkolepsi biasanya sulit untuk tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama, bahkan jika mereka telah istirahat cukup.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya (3)

  1. Terserang parasomnia

Jika Anda sering berjalan saat tidur, berhubungan seks saat Anda sedang tidur, atau terbangun lalu menemukan bahwa Anda telah memindahkan barang-barang sekitar tanpa mengingatnya, Anda perlu ke dokter.

"Semua kebiasaan ini bisa menjadi tanda gangguan tidur yang dikenal sebagai parasomnia," Sabra Abbott, M.D., Ph.D., seorang ahli tidur di Northwestern Memorial Hospital. Pada dasarnya, parasomnia terjadi ketika Anda melakukan sesuatu yang aneh dalam tidur tanpa menyadarinya.

“Orang-orang enggan untuk membicarakannya karena merasa malu dengan hal-hal yang mereka lakukan. Tetapi penting untuk berbicara dengan dokter tentang hal itu," kata Dr. Abbott.

Jika Anda merasa memiliki parasomnia, Anda perlu memeriksanya karena beberapa alasan. Salah satunya adalah Anda berpotensi menyakiti diri sendiri atau orang lain ketika Anda sedang tidur.

Semua masalah gangguan tidur di atas sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter. Jika satu saja gangguan tidur di atas menghampiri Anda, hidup Anda akan terganggu seluruhnya. Dokter tentu memiliki cara yang tepat untuk menyembuhkannya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar