Sukses

Anak Kena Radang Amandel, Perlukah Dioperasi?

Tidak semua kasus radang amandel pada anak harus dioperasi. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Radang amandel merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Biasanya radang amandel menyebabkan anak demam, nyeri tenggorok, sulit menelan, batuk, dan pilek. Sebagian dapat disembuhkan dengan pengobatan, tapi beberapa memerlukan tindakan operasi amandel.

Jika harus dioperasi, pastinya rekomendasi yang disampaikan oleh dokter Anda didasarkan atas alasan yang kuat. Lalu, apa saja tanda-tanda radang amandel yang membutuhkan tindakan bedah?

Apa itu radang amandel?

Radang amandel, atau disebut juga dengan tonsilitis, merupakan salah satu penyakit infeksi saluran napas. Gangguan kesehatan ini dapat menyerang menyerang siapa saja, dan umum dialami oleh anak-anak karena daya tahan tubuh mereka yang masih rendah. Beberapa gejala radang amandel meliputi nyeri tenggorokan, amandel yang membengkak, serta demam.

Radang amandel ini dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Pada peradangan akut, biasanya anak mengalami demam, nyeri tenggorokan, sulit menelan, batuk, dan pilek. Namun, jika infeksi terjadi berulang kali dan bersifat kronis, pembesaran amandel dapat menyumbat jalan napas. Pada sebagian kasus, pengobatan dengan antiobiotik mampu menyembuhkan radang amandel. Meski demikian, pada sebagian kasus lainnya, tindakan operasi perlu dilakukan.

Kapan radang amandel perlu dioperasi?

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan anak harus menjalani operasi amandel, yaitu:

  1. Radang amandel berulang

Telah dijelaskan di atas bahwa radang amandel dapat menyebabkan berbagai gejala yang dapat membuat anak sangat terganggu, terutama karena sulit makan dan demam. Bayangkan jika gejala tersebut terjadi berulang-ulang pada anak Anda. Selain menderita, anak juga harus izin sakit dari sekolahnya terus-menerus karena mengalami radang amandel.

Tentunya hal tersebut akan mengganggu sekolah si anak karena banyak pelajaran yang tertinggal dan lainnya. Itulah mengapa anak yang mengalami radang amandel berulang lebih dari tiga kali dalam satu tahun perlu menjalani operasi amandel.

  1. Radang amandel kronis

Radang amandel ada yang bersifat akut dan kronis. Radang amandel akut akan membaik kurang dari dua minggu dengan terapi obat-obatan. Semantara itu, pada sebagian kasus, radang amandel akan menetap hingga bermingu-minggu.

Terapi obat-obatan saja terkadang tidak mampu mengatasi radang amandel kronis. Pada kondisi ini, operasi amandel perlu dilakukan untuk menyembuhkan radang amandel yang dialami anak Anda.

  1. Anak mengalami hambatan napas saat tidur karena amandel

Radang amandel berulang dan kronis dapat menyebabkan pembesaran amandel secara menetap. Nah, karena lokasi amandel berada di sekitar tenggorokan, pembesaran amandel yang bersifat menetap tersebut dapat menghambat aliran udara pernapasan, terutama saat anak tidur. Hal ini disebut dengan istilah obstructive sleep apneu syndrome (OSAS).

Anak yang mengalami OSAS sering kali mengorok saat tidur dan sering terbangun saat tidur. Hal ini menyebabkan kualitas tidur anak tidak baik sehingga mereka mengantuk pada pagi harinya. Pada kondisi ini, anak juga harus menjalani operasi amandel untuk memperbaiki kualitas tidurnya.

Diskusikan dengan dokter, apakah anak Anda harus menjalani operasi amandel atau tidak. Jika memang ada indikasi untuk operasi, demi kebaikan anak Anda, sebaiknya operasi segera dilakukan sehingga anak tidak perlu mengalami radang amandel lagi seumur hidupnya. Katakan kepada anak Anda bahwa operasi akan membantunya untuk sembuh sehingga ia tak perlu takut. Semoga membantu!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar