Sukses

Ini Dia Pantangan untuk Ibu Hamil

Ada sejumlah pantangan untuk ibu hamil yang mesti dipatuhi. Tujuannya agar kondisi kehamilan tetap sehat. Yuk, cari tahu selengkapnya!

Setiap wanita pasti berharap memiliki kehamilan yang sehat, termasuk lancar saat persalinan. Anda juga demikian, bukan?

Salah satu hal yang dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut adalah mengenali dan mematuhi pantangan ibu hamil

Terdapat beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan selama kehamilan agar janin tetap sehat dan persalinan bisa lancar.

Apa saja pantangan untuk ibu hamil yang mesti dipatuhi agar kondisi janin tetap sehat dan persalinan bisa lancar? Berikut ini daftarnya untuk Anda:

1 dari 14 halaman

1. Merokok

Sebuah jurnal medis yang menggabungkan hasil dari 43 penelitian membuktikan bahwa merokok atau sering menghirup asapnya selama kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan pada bayi. 

Penyakit jantung bawaan merupakan salah satu masalah serius pada bayi. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang hingga terjadinya gagal jantung dan kematian dini.

Tak hanya itu, wanita hamil yang terpapar asap rokok juga lebih berisiko untuk melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR), kematian janin, kelahiran prematur, dan keguguran.

Artikel Lainnya: Mitos Hamil Muda yang Tak Boleh Anda Percaya

2 dari 14 halaman

2. Konsumsi Minuman Beralkohol

Konsumsi alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Karena itu, Anda sebaiknya menghindari meminum minuman beralkohol saat hamil. 

Konsumsi jenis minuman tersebut selama kehamilan juga dapat menyebabkan kegagalan tumbuh pada janin, pertumbuhan wajah tidak normal, serta lahir mati.

3 dari 14 halaman

3. Mengonsumsi Kafein Terlalu Banyak

Terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kegagalan pertumbuhan janin. 

Asupan kafein lebih dari 300 miligram per hari selama kehamilan berkaitan erat dengan pertumbuhan tidak normal pada jantung dan pembuluh darah janin. Kondisi ini juga bisa membuat janin memiliki pertumbuhan tulang tidak normal. 

Perlu diingat bahwa kafein tak hanya terdapat dalam kopi. Senyawa tersebut juga bisa ditemukan pada cokelat, teh, dan minuman berenergi.

4 dari 14 halaman

4. Mengonsumsi Makanan yang Bisa Membahayakan Janin

Ibu hamil dianjurkan untuk tidak mengonsumsi daging mentah atau yang dimasak kurang matang, seperti sushi atau steak. Jenis makanan tersebut berpotensi mengandung toksoplasmosis, parasit penyebab infeksi serius pada janin dan ibu hamil.

Tak hanya itu, ibu hamil juga mesti menghindari daging ayam dan telur yang mentah atau tidak dimasak hingga matang sempurna. 

Hindari juga makanan lain, seperti hati ayam yang bisa menjadi sumber bakteri Salmonella. Mikroorganisme berbahaya ini bisa menyebabkan diare berat pada ibu hamil.

Ibu hamil juga mesti membatasi atau menghindari ikan yang berpotensi mengandung merkuri tinggi, seperti tuna, sea bass, dan ikan-ikan berukuran besar lainnya. 

Paparan merkuri yang tinggi pada tubuh ibu hamil dapat menyebabkan kerusakan saraf.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil, Jangan Sampai Kelelahan dan Kelaparan

5 dari 14 halaman

5. Minum Obat Tanpa Rekomendasi Dokter

Kalau makan saja tak boleh sembarangan, apalagi minum obat. MInum obat sembarangan perlu dihindari ibu hamil. 

Minum obat tanpa rekomendasi atau resep dari dokter saat hamil bisa menyebabkan dampak buruk pada perkembangan organ janin dalam kandungan.

6 dari 14 halaman

6. Mengangkat Beban Terlalu Berat

Mengangkat beban yang terlalu berat bisa menyiksa punggung dan panggul ibu hamil. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan prolaps uteri, yaitu rahim turun karena otot melemah. 

Jika harus mengangkat sesuatu yang berat, cobalah untuk memegangnya dekat dengan tubuh Anda.  Kemudian, secara perlahan tekuk lutut dan jangan membuat gerakan memutar sambil mengangkat beban.

Agar lebih aman lagi, mintalah bantuan orang lain untuk mengangkat beban tersebut.

7 dari 14 halaman

7. Yoga

Pada dasarnya, yoga adalah jenis latihan fisik yang baik untuk tubuh. Namun, pada ibu hamil, ada beberapa posisi yoga yang memerlukan lebih banyak peregangan. 

Dengan kata lain, ibu hamil yang hendak melakukan yoga harus menghindari gerakan memutar. 

Tak ada salahnya juga untuk terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter sebelum memulai yoga. Atau, daftarkanlah diri Anda ke kelas yoga khusus untuk ibu hamil yang instrukturnya sudah tersertifikasi.

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Keluar Rumah Saat Malam Hari?

8 dari 14 halaman

8. Sauna

Pantangan bagi ibu hamil selanjutnya adalah melakukan sauna. Meski dianggap sebagai salah satu bentuk relaksasi, berendam di bathtub yang dialiri air panas atau sauna bisa berbahaya pada kehamilan. 

Aktivitas tersebut diyakini dapat meningkatkan risiko cacat lahir. Selain itu, ada pula risiko terserang penyakit menular jika air atau bak mandi tidak bersih. 

Bila Anda memang sangat ingin berendam saat hamil, pastikan suhu air hanya suam-suam kuku atau sama dengan suhu tubuh Anda saat itu.

9 dari 14 halaman

9. Bersepeda

Saat hamil, pusat keseimbangan tubuh akan bergeser. Hal ini akan membuat aktivitas bersepeda menjadi semakin sulit, terutama jika dilakukan di jalur yang padat. 

Alternatif yang lebih aman adalah mengendarai sepeda statis. Namun, aktivitas ini hanya boleh dilakukan sampai trimester kedua kehamilan. 

Agar lebih aman, lebih baik konsultasikan kepada dokter jika Anda ingin bersepeda statis saat hamil.

10 dari 14 halaman

10. Mengonsumsi Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Tujuan dari proses pasteurisasi adalah menghilangkan bakteri jahat dengan menggunakan suhu tinggi. 

Sebaliknya, susu yang tidak dipasteurisasi berisiko mengandung bakteri Listeria yang bisa menyebabkan keguguran atau penyakit serius lainnya. 

Artikel Lainnya: Aktivitas yang Pantang Dilakukan Saat Hamil

11 dari 14 halaman

11. Membersihkan Kotoran Kucing

Hampir semua ibu hamil tahu akan bahaya parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat membuat ibu hamil mengalami keguguran atau bayi meninggal saat lahir. 

Jika bayi lahir selamat, ada kemungkinan infeksi parasit tersebut dapat membuat bayi mengalami kejang atau menderita gangguan kesehatan mental

Oleh karena itu, selama hamil, Anda disarankan untuk menghindari kucing. Mintalah bantuan suami atau anggota keluarga lain untuk sementara waktu merawat binatang peliharaan kesayangan Anda.

12 dari 14 halaman

12. Memiliki Berat Badan Berlebih

Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas saat hamil, tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan diabetes gestasional. 

Oleh karena itu, berat badan ibu hamil perlu dijaga dengan mengatur asupan kalori harian dan berolahraga jika memungkinkan.

13 dari 14 halaman

13. Kurang Tidur

Ibu hamil sering mengalami gangguan tidur, terutama pada trimester ketiga. Kondisi ini mesti segera diatasi, agar kehamilan bisa tetap sehat.

Nyatanya, kurang tidur dapat meningkatkan risiko hipertensi, preeklampsia, dan diabetes gestasional.

Kini Anda sudah tahu apa saja pantangan untuk ibu hamil, bukan? Pastikan untuk selalu mengingat dan mematuhinya, agar kondisi Anda dan si kecil dalam kandungan tetap terjaga.

Apabila menemui masalah selama kehamilan, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter dengan memanfaatkan fitur tanya dokter di Live Chat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar