Sukses

4 Cara Tepat Hadapi Depresi Akibat Lupus

Sebagian besar pasien lupus mengalami depresi berkepanjangan dalam hidupnya. Jangan menyerah, hadapi dengan cara ini!

Klikdokter.com, Jakarta Lupus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor utama penyebab kematian pada tahun 2012. Menurut The Lupus Foundation America, sekitar 1,5 juta kasus lupus terjadi di Amerika dan setidaknya lima juta kasus di seluruh dunia.

Lupus itu sendiri, menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter adalah penyakit autoimun yang dapat menimbulkan peradangan kronik di berbagai area tubuh.

“Lupus atau systemic lupus erythematosus bisa menimbulkan peradangan di kulit, ginjal, jantung, paru, otak hingga sel darah,” jelas dr. Andika.

Terkait gejala dari lupus, dr. Jessica Florencia dari KlikDokter mengatakan bahwa penyakit ini bisa menyebabkan penderitanya sulit tidur, sedih, cemas, mudah marah, perubahan mood maupun kepribadian, serta stres dan depresi.

“Pasien lupus yang mengalami masalah mental harus segera berobat ke dokter agar bisa segera mendapatkan penanganan secara tepat,” ungkap dr. Jessica.

Selain bantuan dokter, lanjut dr. Jessica, terdapat beberapa hal lain yang perlu dilakukan pasien lupus agar depresi dan gangguan mental lainnya bisa segera dikendalikan, yaitu:

  1. Melakukan aktivitas atau hobi yang disenangi

Lupus memang membuat pergerakan menjadi sangat terbatas. Namun bukan berarti penderitanya hanya diam dan pasrah dengan keadaan. Akan lebih baik bila penderita lupus mencoba melakukan kegiatan sederhana yang disenangi atau yang berguna bagi orang lain.

“Aktivitas yang disenangi atau yang berguna bagi orang lain dapat membantu penderita lupus merasa lebih nyaman terhadap dirinya,” kata dr. Jessica.

Beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan penderita lupus agar suasana hati tak melulu kelabu, misalnya berkebun, mendalami ilmu tata boga, atau melakukan aktivitas positif dan bermanfaat lainnya.

“Hal yang perlu dipastikan adalah, pastikan Anda senang dan merasa bahagia dalam menjalani aktivitas tersebut,” jelas dr. Jessica.

  1. Bergabung dengan kelompok

Bagi penderita lupus, buatlah diri Anda tergabung dalam suatu kelompok. Bisa yang terdiri dari penderita lupus lain dan konselor, keluarga, atau sekadar sahabat dekat. Dengan hadirnya orang lain di sekitar, Anda bisa berbagi pengalaman, informasi seputar lupus, keluh kesah, serta hal-hal lainnya.

Dengan berbagi dan bercerita kepada orang lain, bukan tak mungkin beban yang ditanggung penderita lupus akan sedikit berkurang. Bahkan, mereka yang tergabung dalam kelompok juga bisa saling memberikan motivasi, agar penderita lupus mampu terus berjuang melawan penyakitnya.

  1. Terapkan gaya hidup sehat

Jangan pasrah dengan keadaan yang terjadi akibat lupus! Cobalah untuk melawan, salah satunya dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Ya, penderita lupus dianjurkan untuk berolahraga secara rutin dan teratur, selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, istirahat cukup, menghindari alkohol serta rokok.

“Gaya hidup sehat tak hanya bermanfaat untuk mengatisipasi permasalahan kejiwaan dari penyakit lupus, tapi juga sekaligus memberikan manfaat sehat ke semua aspek tubuh,” tutur dr. Jessica.

  1. Cintai diri sendiri

Setiap orang diciptakan unik dan berharga. Meski mengalami lupus, Anda pasti punya kelebihan lain yang mungkin tidak dimiliki orang pada umumnya. Misalnya, dalam hal bermusik, memasak, atau lainnya.

“Ubah fokus pada kelebihan yang dimiliki dan jangan buat penyakit lupus sebagai pusat hidup Anda. Jauhi keinginan untuk bunuh diri dan cintailah diri Anda. Jangan mau dikalahkan oleh penyakit lupus, tapi kalahkanlah penyakit lupus tersebut” dr. Jessica menegaskan.

Jangan mau kalah dengan lupus! Ingatlah bahwa Anda adalah tuan atas tubuh yang Anda miliki. Anda memegang kendali penuh atas segala sesuatu yang sedang dialami saat ini. Maka dari itu, jangan pasrah begitu saja dan membiarkan diri Anda dikendalikan sepenuhnya oleh penyakit lupus. Terus berjuang dan lawan penyakit tersebut, agar depresi atau komplikasi lain tak kunjung terjadi.

[RVS]

1 Komentar

  • Erna Sariningrum

    Saya juga penderita lupus sudah berlangsung kurang lebih 5 thn tp saya masih bs melakukan aktivitas seperti biasa,masih bs bekerja,msh bs pergi jln2, karena saya fikir mungkin Tuhan lebih sayang sama saya mngknya saya dikasih ini. Dan saya msh bs bersyukur karena bs Joni hri2 sprti biasa 😊😊😊