Sukses

Beberapa Penyebab Gusi Pucat yang Harus Anda Waspadai

Warna gusi pucat bisa mengganggu penampilan. Namun, tak hanya itu, gusi pucat juga bisa jadi tanda penyakit! Simak penyebab gusi pucat berikut!

Setiap orang memiliki warna alami gusi yang bervariasi, biasanya tergantung dari suku dan ras. Tapi pada umumnya, warna gusi yang normal adalah merah muda. Warna merah muda tersebut akan tampak pada gusi sekitar gigi, dan terlihat lebih merah pada dasar gusi.

Bila terjadi perubahan, seperti gusi berwarna pucat, apalagi ditambah dengan adanya gejala lainnya, segera periksakan ke dokter gigi. Bisa jadi, perubahan warna gusi menjadi pucat adalah tanda adanya penyakit yang lebih serius.

Apa saja penyakit dan kondisi yang menyebabkan munculnya gejala gusi pucat? Berikut daftarnya.

1 dari 6 halaman

1. Anemia

Dalam kondisi anemia, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang mengandung oksigen. Kadar hemoglobin (Hb) pun berada di bawah normal. Salah satu gejala akibat penyakit ini adalah kulit dan gusi yang tampak lebih pucat.

Gejala lain akibat anemia adalah pusing, sakit kepala, mudah lelah, badan lemas, napas terasa pendek, warna mata dan kulit yang kuning dan pucat, telapak tangan dan kaki terasa dingin, serta denyut jantung tidak teratur.

Anemia juga bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B 12. Kondisi lain yang bisa menyebabkan anemia adalah perdarahan berat, menstruasi yang berlebihan, kehamilan gangguan pada liver dan limpa, hipotiroidisme, serta kelainan genetik.

Anemia dapat disembuhkan tergantung dari faktor penyebabnya. Anda bisa disarankan untuk mengonsumsi suplemen, transfusi darah, atau dengan obat-obatan.

Artikel lainnya: 7 Bahaya Jika Anemia Tidak Ditangani, Apa Saja?

2 dari 6 halaman

2. Kekurangan Vitamin K

Vitamin K berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah. Bayi baru lahir yang kekurangan vitamin K dapat alami perdarahan berat sehingga terjadi anemia. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi anemia bisa menjadi penyebab gusi pucat.

Gejala lain kekurangan vitamin K antara lain warna kulit yang lebih pucat, memar di tubuh, kulit mudah iritasi, sering muntah, feses BAB berwarna gelap, kejang-kejang. Kondisi ini bisa disembuhkan dengan penyuntikan vitamin K, termasuk pada kasus bayi baru lahir.

Beberapa kelompok berisiko mengalami kekurangan vitamin K. Beberapa di antaranya, pasien pengobatan antikoagulan coumarin atau pengencer darah seperti warfarin, konsumsi antibiotik, orang dengan gangguan penyerapan lemak, dan menjalani diet makanan kurang kandungan vitamin K.

3 dari 6 halaman

3. Leukoplakia

Leukoplakia adalah timbulnya bercak putih pada bagian gusi atau dalam rongga mulut sehingga gusi terlihat berwarna pucat. Bercak putih ini—kadang bisa juga bercampur merah—tidak bisa dibersihkan atau dikerok.

Penyebab pasti leukoplakia belum diketahui. Namun, diduga kondisi ini dipicu oleh kebiasaan buruk, seperti merokok, minum alkohol, kebersihan rongga mulut yang belum terjaga, dan kebiasaan mengunyah tembakau.

Beberapa kasus leukoplakia cenderung tidak berbahaya bagi kesehatan. Tapi kondisi ini dapat berubah menjadi kanker, khususnya jika sudah muncul bercak putih bercampur merah.

Bagi orang yang mengalami leukoplakia sebaiknya segera periksakan ke dokter gigi atau dokter umum. Dokter akan memeriksa ukuran bercak dan lokasi bercak.

Misalnya, pada kasus leukoplakia perokok, dokter akan memonitor dulu perkembangannya atau bisa menggunakan tindakan bedah untuk mengangkatnya.

Artikel lainnya: Penyakit Serius Penyebab Lidah Berwarna Putih

4 dari 6 halaman

4. Lichen Planus pada Mulut

Pada orang yang mengalami lichen planus akan tampak lendir menyerupai benang-benang putih yang menempel di permukaan gusi sehingga tampak pucat. Belum ada pengobatan pasti untuk menyembuhkan kondisi ini.

Orang yang mengalami keadaan ini harus segera mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Caranya dengan memperbaiki pola makan sehat, konsumsi air putih yang cukup, berolahraga teratur, dan berhenti merokok.

Bila tidak, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih parah. Lichen planus yang parah bisa memicu timbulnya sariawan dan dapat menyebabkan terjadinya luka terbuka dalam rongga mulut.

5 dari 6 halaman

5. Menopause

Pada fase menopause terjadi perubahan hormonal yang sering menyebabkan berkurangnya aliran darah di dalam tubuh. Hal ini ternyata bisa membuat warna gusi terlihat pucat dan terasa kering.

Selain itu, wanita yang menopause juga bisa alami infeksi gusi yang disebut menopausal gingivostomatitis. Infeksi ini dapat menjadi penyebab gusi pucat, kering, atau malah dapat menyebabkan gusi berwarna lebih gelap dan mudah berdarah.

Untuk mengatasi gejala ini, dokter dapat memberikan terapi hormon atau pemberian suplemen yang mengandung estrogen. Namun, jika ternyata gejala ini disebabkan oleh infeksi jamur maka bisa diberikan obat salep antijamur, seperti nystatin atau clotrimazole.

Jangan anggap sepele kondisi-kondisi penyebab gusi pucat di atas. Jika tidak tertangani, penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan komplikasi yang lebih berat sekaligus menurunkan kualitas hidup Anda.

Bagi Anda yang saat ini masih memiliki gusi yang sehat, pertahankan keadaan tersebut dengan menyikat gigi dua kali sehari. Dampingi kebiasaan ini dengan flossing setelah makan menggunakan dental floss, dan lakukan pembersihan karang gigi setiap 6 bulan di dokter gigi.

Hindari pula kebiasaan merokok, cukup istirahat, serta selalu konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Untuk membaca artikel kesehatan gigi dan mulut lainnya, unduh aplikasi Klikdokter via Play Store atau Apps Store.

[HNS/JKT]

1 Komentar