Sukses

6 Cara Merawat Pasien Kanker Limfoma

Kanker limfoma tak hanya dapat memengaruhi pasien, tetapi juga orang-orang di sekelilingnya. Ini panduan untuk Anda sebagai pendamping.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika imunitas tubuh pasien kanker limfoma menurun, mereka mungkin tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Di sinilah peran pendamping (caregiver) menjadi sangat penting. Dalam sebagian besar kasus, orang yang biasanya ditunjuk menjadi pendamping utama adalah pasangan, orang tua, atau anak sulung.

Penelitian menunjukkan bahwa dukungan dari pendamping dapat berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien. Namun, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum dan saat bertugas menjadi pendamping. Berikut tips yang mungkin dapat membantu Anda:

1. Tentukan tanggung jawab

Biasanya seorang pendamping bertugas untuk memasak, bersih-bersih, dan menyetir. Tapi ada juga yang sekaligus mengurus obat-obatan serta memberikan dukungan emosional. Anda dapat menentukan tanggung jawab apa yang harus dilakukan bersama pasien dan keluarga besar lainnya.

Satu hal yang pasti, menjadi pendamping berarti harus mempelajari jenis penyakit yang dialami pasien serta efek samping dari pengobatan. Selain itu, seorang pendamping harus memiliki kemampuan untuk membuat pilihan-pilihan –mulai dari sarapan hingga baju apa yang dikenakan pasien.

2. Biarkan pasien tetap memiliki kontrol

Satu kesalahan yang sering dilakukan pendamping adalah merasa harus menunaikan semua jenis pekerjaan, tanpa terkecuali. Ingatlah bahwa Anda hanya perlu mengerjakan hal-hal yang tak lagi bisa dilakukan pasien.

Jika pasien masih dapat menjalankan aktivitas-aktivitas tertentu, seperti memasak atau membayar tagihan di ATM, doronglah ia untuk melakukan hal tersebut. Ini penting bagi pasien kanker karena membantu mereka tetap memiliki kontrol dan independensi.

3. Menjembatani komunikasi dengan dokter

Sebagai pendamping, Anda juga berperan sebagai penasihat untuk pasien. Misalnya, jika pasien mengalami efek samping dari obat seperti rasa nyeri, mulut kering, dan mual, Anda bisa mendorongnya untuk berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih sesuai.

4. Waspadai infeksi

Saat pasien menjalani pengobatan limfoma, akan ada periode di mana kekebalan tubuh mereka menjadi rendah. Ini berarti, pasien akan lebih mudah sakit jika orang-orang di sekeliling mereka ada yang pilek atau infeksi lainnya.

Sebagai pendamping, Anda harus belajar mengenai langkah-langkah pengendalian infeksi. Anda bisa berbicara dengan dokter untuk mengetahui kondisi pasien (kapan kekebalan tubuh pasien rendah dan kapan tidak) sehingga bisa melakukan pencegahan. Misal, dengan menghindari tempat-tempat ramai jika bepergian atau membatasi orang yang menjenguk.

5. Jaga kesehatan

Menjadi pendamping pasien kanker bukanlah tugas yang mudah. Stres dan kecemasan bisa saja menghampiri, yang kemudian membuat pekerjaan Anda menjadi tidak maksimal. Agar segalanya berjalan lancar, usahakan untuk istirahat cukup dan melakukan relaksasi di luar jam merawat. Intinya, jangan terlalu memaksakan diri jika memang sudah lelah dan penat.

6. Bergabung dalam komunitas kanker

Anda dapat bergabung dalam komunitas kanker di sekitar lingkungan Anda atau online. Bertemu dan bercerita dengan orang-orang yang mengalami hal serupa dapat membantu Anda melakukan penyesuaian terhadap kanker, baik secara emosional, fisik, dan sosial.

Merawat pasien kanker limfoma bisa menjadi hal yang menantang. Tapi jika Anda tidak menjaga diri sendiri, Anda akan berisiko mengalami stres dan gangguan kesehatan lain yang memengaruhi tugas. Jadi selain mengurus setiap kebutuhan pasien, jangan luput untuk merawat diri Anda juga, ya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar