Sukses

Anak Dehidrasi Saat Car Free Day? Atasi dengan Cara Ini

Dehidrasi bisa terjadi pada anak yang sedang menikmati car free day. Lakukan ini sebagai upaya untuk mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Aktivitas seru dan menyenangkan saat olahraga atau jalan-jalan di car free day sering kali membuat seseorang lupa untuk mengisi ulang cairan tubuh. Bagi Anda yang membawa anak saat car free day, jangan biarkan dirinya kekurangan minum dan mengalami dehidrasi!

Tidak dimungkiri, seorang anak memang dapat kehilangan cairan lebih banyak dari biasanya. Hal ini khususnya terjadi saat tubuh si Kecil terpapar terik matahari atau berkeringat berlebih, misalnya akibat mengelilingi area car free day.

“Dehidrasi yang dialami seseorang termasuk pada anak rentan mengakibatkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak untuk mencegahnya terkena kondisi yang lebih parah,” kata dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Nadia menjelaskan bahwa anak yang dehidrasi bisa mengalami gejala-gejala berikut ini;

  • Frekuensi buang air kecil menurun

Dalam keadaan normal, anak buang air kecil sebanyak 4–6 kali dalam sehari. Jadi, bila kisaran buang air kecil anak kurang dari itu, bisa jadi ia sedang mengalami dehidrasi.

  • Warna urine lebih pekat

Dehidrasi juga menyebabkan perubahan warna urine. Pada kondisi normal, urine biasanya berwarna bening atau kuning terang. Sedangkan pada kasus dehidrasi, urine akan berwarna kuning pekat.

  • Mata cekung

Kelopak mata yang terlihat cekung atau mata seperti masuk ke dalam menandakan kondisi dehidrasi. Bila terdapat tanda seperti ini, maka kekurangan cairan yang dialami anak sudah cukup berat.

  • Gejala lainnya

Dehidrasi tingkat lanjut dapat menimbulkan kondisi seperti nyeri kepala, mulut terasa kering, bibir pecah-pecah, mudah lelah, kulit dingin dan kering, tampak lesu, mudah mengantuk, serta laju napas yang lebih cepat.

Mengatasi anak dehidrasi di car free day

Sejauh ini, minum air putih adalah pilihan yang tepat bagi anak-anak untuk tetap terhidrasi dengan baik. Segera setelah melihat ciri dehidrasi di atas, lakukan tips berikut:

  • Berikan anak cairan yang mengandung sedikit garam. Jika sulit mendapatkannya, untuk sementara Anda bisa memberikan susu atau jus buah tanpa gula.
  • Berikan air putih pada anak secara perlahan. Hal ini dapat dilakukan hingga urine anak kembali berwarna jernih. Hindari memberikan air putih langsung dalam jumlah banyak, karena dapat membuat anak muntah.

“Tidak semua anak menyukai air putih, tetapi minum air putih merupakan hal yang penting. Karena itu, untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan, bangunlah kebiasaan yang baik pada si Kecil dengan mengonsumsi setidaknya segelas air putih di pagi hari, setiap sesudah makan, dan dua jam sebelum tidur,” ujar dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter.

Adapun kebutuhan cairan tubuh untuk anak, yaitu:

  • Anak laki-laki dan perempuan usia 4–8 tahun: 1,1 hingga 1,3 liter per hari
  • Anak perempuan usia 9–13 tahun: 1,3 hingga 1,5 liter per hari
  • Anak laki-laki usia 9–13 tahun: 1,5 hingga 1,7 liter per hari

Ke mana saja Anda pergi bersama anak, semisal car free day, jangan lupa untuk memberikannya air putih secara berkala agar ia tidak mengalami dehidrasi. Anda tak ingin aktivitas yang sebenarnya menyenangkan malah membawa malapetaka bagi buah hati Anda, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar