Sukses

Benarkah Sering Digendong Bikin Bayi 'Bau Tangan'?

Sebagian masyakarat percaya bahwa jika terlalu sering digendong akan bikin ia ‘bau tangan’. Fakta atau mitos? Baca penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta “Jangan terlalu sering digendong, ya, nanti bayi jadi ‘bau tangan’”. Biasanya ini merupakan nasihat orang lain kepada ibu yang baru saja melahirkan. Istilah 'bau tangan' sendiri sebenarnya merujuk pada kecenderungan bahwa nanti si Kecil akan manja dan ingin selalu digendong.  Padahal, ibu yang baru lahir tentu saja ingin terus menggendong bayinya sebagai salah satu aktivitas untuk mempererat jalinan antara ibu dan bayi, sekaligus membuat bayi merasa aman dan nyaman.

Pertanyaannya, apakah sering menggendong bayi memang benar bisa bikin bayi 'bau tangan'?

Jika Anda termasuk yang percaya bahwa sering menggendong bayi bisa membuat bayi 'bau tangan', hapus itu dari pikiran Anda. Faktanya, ini cuma mitos belaka. Jika bayi Anda menangis dan rewel, tindakan menggendong anak justru mampu membuat bayi merasa nyaman dan secara tidak langsung memberitahukan kepadanya bahwa Anda sebagai seorang ibu akan selalu ada untuk menjaga dan melindungi mereka.

Terdapat beberapa penelitian yang menjelaskan bahwa anak yang sering berdekatan secara fisik dengan kedua orang tuanya memiliki perkembangan otak dan tubuh yang lebih baik. Selain itu, bayi yang sering digendong dan diajak ngobrol oleh orang tuanya, kelak si Kecil akan mengalami perkembangan bicara yang jauh lebih baik ketimbang bayi yang jarang digendong.

Menggendong bayi dapat mempererat ikatan antara orang tua dan anak serta salah satu langkah untuk menenangkannya. Selain itu juga bisa membuat bayi merasa selalu diperhatikan, berharga, dan merasa dibesarkan dengan penuh cinta. 

Apabila waktu yang dilakukan tepat, jangan takut atau ragu untuk menggendong anak saat mereka membutuhkan dekapan Anda sebagai orang tuanya.

Kapan waktu yang tepat untuk tetap menggendong bayi Anda?

Saat anak berusia di bawah 6 bulan menangis membutuhkan Anda, Anda dapat langsung menggendongnya. Namun, jika anak sudah berusia di atas 6 bulan, Anda bisa mempertimbangkan kapan waktunya Anda menggendong anak. Ini karena pada usia di atas 6 bulan, anak perlu belajar bergerak dengan tubuhnya sendiri, dan ia pun perlu mulai belajar merangkak dan berguling.

Jika Anda terlalu sering menggendong anak pada usia 6 bulan ke atas, maka mungkin saja ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak. Perkembangan ototnya juga menjadi tidak maksimal, bahkan bisa terhambat. Pada usia ini, anak juga sudah bisa memahami lingkungan di sekitarnya. Misalnya ketika popok anak basah atau mereka merasa haus sehingga memicunya menangis, jangan langsung menggendongnya. Pahami dulu situasi dan tetap bertindak tenang tanpa langsung menggendongnya.

Nah, mulai sekarang buanglah pikiran bahwa sering menggendong bayi akan membuatnya jadi 'bau tangan' dan menjadikannya anak manja. Faktanya, tak ada kaitan antara sering menggendong bayi dengan anggapan-anggapan tersebut.

Bayi yang baru lahir akan memasuki dunia yang baru, sehingga sangat wajar jika mereka ingin terus dekat dengan Anda sebagai orang tua pada fase pertama kehidupannya.

Ada banyak kebaikan dari menggendong anak apabila dilakukan pada waktu yang tepat. Aktivitas ini bisa menjadi salah satu cara untuk menenangkan bayi, menujukkan bahwa Anda selalu menyayangi dan melindunginya.

Jangan dengar ucapan orang untuk tidak terlalu sering menggendong bayi, karena pada dasarnya Anda yang paling tahu. Paling bijak adalah jika ibu (termasuk pengasuh) untuk tidak lekas menggendong anak ketika ia rewel atau menangis. Cobalah untuk mencari tahu atau mengerti kebutuhannya. Satu hal penting lainnya, nikmatilah masa-masa ini untuk mempererat tali kasih antara Anda dan bayi.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar