Sukses

Hati-hati, Menopause Bikin Wanita Rentan Terkena Penyakit Jantung

Banyak ancaman kesehatan yang menghadang ketika menopause datang menghampiri wanita. Penyakit jantung adalah salah satunya.

Klikdokter.com, Jakarta Menopause merupakan suatu tahapan yang normal dialami oleh setiap wanita. Meski demikian, gangguan kesehatan bisa muncul setelah siklus menstruasi berakhir. Mulai dari ruam merah di tubuh, badan lemas hingga keluhan berat seperti penyakit jantung bisa muncul di masa menopause.

Data dari sebuah penelitian menunjukkan, serangan jantung merupakan pembunuh nomor 1 wanita yang berusia di atas 65 tahun, yakni usia dimana umumnya seorang wanita memasuki masa menopause. Tak heran, menopause dan penyakit jantung kerap kali dihubung-hubungkan.

Menopause dan penyakit  jantung

Di usia muda, risiko penyakit jantung pada wanita jauh lebih rendah dibandingkan dengan pria. Akan tetapi beranjak lansia, yakni di atas usia 65 tahun, wanita  akan mulai rentan terserang penyakit jantung. Salah satu faktor yang diduga kuat berpengaruh adalah kadar hormon estrogen di dalam tubuh.

Estrogen merupakan salah satu hormon yang berperan dalam pengaturan siklus haid seorang wanita. Tidak hanya itu, ternyata hormon ini juga turut andil dalam menjaga jantung tetap dalam keadaan sehat, salah satunya dengan menjaga kolesterol darah tetap stabil.

Hormon estrogen juga membantu meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol baik dan menurunkan Low Density Lipoprotein (LDL) sang kolesterol jahat.

Dengan rendahnya kadar kolesterol jahat, maka peredaran darah di tubuh akan tetap lancar dan risiko sumbatan di pembuluh darah koroner juga dapat diminimalkan.

Selain bekerja menstabilkan kadar kolesterol dalam darah, estrogen juga berperan aktif menjaga dinding pembuluh darah tetap lentur, menekan peradangan dalam tubuh dan memerangi radikal bebas penyebab kerusakan sel.

Ketika memasuki masa menopause, kadar estrogen ini akan menurun secara bertahap. Akibatnya, berbagai perlindungan yang semula diberikan akan berkurang.

Atas dasar teori ini kemudian para ahli berkesimpulan bahwa meningkatnya risiko penyakit jantung pada wanita menopause disebabkan oleh penurunan kadar estrogen dalam darah.

1 dari 2 halaman

Pemberian terapi hormon estrogen

Banyak yang menganggap terapi hormon esterogen adalah solusi untuk masalah menopause tersebut. Nyatanya, terapi ini bukan solusi yang bisa selalu diandalkan.

Berbagai penelitian yang kemudian dilakukan justru banyak yang menunjukkan fakta sebaliknya. Bahkan, salah satu penelitian menunjukkan bahwa penggunaan hormon untuk mempertahankan kadar estrogen darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Dari sinilah kemudian berbagai penelitian menyimpulkan bahwa rendahnya kadar estrogen bukan faktor tunggal yang mendongkrak risiko penyakit jantung. Penggunaan hormon pada wanita menopause pun harus dilakukan di bawah pengawasan ketat dokter.

Mencegah penyakit jantung di masa menopause

Faktor lain yang juga berperan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita menopause adalah gaya hidup dan rutinitas olahraga. Faktanya, wanita menopause cenderung meningkat tekanan darahnya dan berisiko mengalami hipertensi.

Perlu Anda tahu, hipertensi juga dapat berperan meningkatkan risiko penyakit jantung. Salah satu cara mencegah hipertensi adalah dengan pola hidup yang sehat, bebas stres, berhenti merokok dan rutin berolahraga.

Di samping itu, kebiasaan menjaga pola makan sehat juga sangat berperan. Pada wanita menopause, kadar kolesterol jahat umumnya perlahan meningkat, sedangkan lemak baik relatif tetap atau menurun kadarnya.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pengaturan pola makan harus dilakukan. Hindari mengonsumsi makanan yang digoreng, tinggi lemak dan kolesterol seperti jeroan. Sebaliknya perbanyak makanan yang kaya akan lemak baik seperti ikan laut, alpukat, gandum dan kacang yang dipanggang.

Dengan pengaturan pola hidup sehat, risiko penyakit jantung pada wanita menopause dapat diminimalkan. Sehingga, kualitas hidup dan aktivitas harian pun dapat terjaga tetap optimal. Bagi Anda yang sebentar lagi memasuki masa menopause, jaga asupan makanan dan rutin berolahraga, ya!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar