Sukses

5 Efek Disengat Lebah pada Tubuh

Tersengat lebah mungkin salah satu dari mimpi buruk Anda. Untuk itu, jangan remehkan efek disengat lebah dan segera tangani.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika Anda dan anak sedang bermain di kamar, seekor lebah tiba-tiba muncul entah dari mana. Bukannya menghinggapi bunga, malah mendarat di lengan Anda dan melancarkan sengatannya di situ. Ya, sengatan lebah bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Meski mayoritas kejadian berada di luar ruangan, Anda juga bisa berisiko disengat lebah saat di dalam ruangan, misalnya rumah.

Lebah dikenal sebagai serangga yang hidup berkelompok meski sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah di seluruh dunia, kecuali Benua Antartika.

Satu atau sekelompok lebah membuat sarangnya di atas bukit, pohon kayu, dan bisa juga atap rumah. Saat merasa terganggu atau terancam, lebah melindungi dirinya dengan cara menyerang sang musuh. Pada posisi ini, Anda yang secara tak sengaja mengganggu sarangnya pun dapat menjadi incaran sengatan lebah yang menyakitkan.

“Sengat lebah terlihat sebagai titik hitam di tengah ruam merah. Semakin lama sengat tersebut tertinggal di dalam kulit, semakin banyak pula racun yang akan masuk ke dalam tubuh,” kata dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

Itu adalah reaksi tubuh yang terlihat oleh kasatmata. Bagaimana dengan efek yang terjadi di dalam tubuh? Ini penjelasannya:

  1. Melepaskan peptida ke dalam tubuh

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa racun lebah dapat larut dalam air. Ini membuatnya sangat riskan ketika “disuntikkan” ke tubuh manusia, yang sebagian besar terbuat dari air. Akibatnya racun itu menyebar lebih cepat.

Racun lebah juga bersifat sitotoksik, yang berarti ia menghancurkan sel-sel darah segera setelah memasuki tubuh. Itu sebabnya, kulit Anda menjadi merah dan bengkak di area yang tersengat.

  1. Menstimulasi reseptor rasa sakit

Setelah menyuntikkan sengat ke kulit Anda, lebah melepaskan peptida ke dalam tubuh—disebut melittin—yang menghancurkan sel dengan memecah membrannya. Peptida lantas menstimulasi reseptor rasa sakit tubuh Anda, sehingga menimbulkan sensasi terbakar di area sengatan.

  1. Tubuh melepaskan histamin

Untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan penyebaran racun, sistem imun memicu tubuh Anda untuk menghasilkan senyawa histamin. Pada dasarnya, pelepasan histamin ini terjadi setiap kali tubuh Anda perlu melawan infeksi atau peradangan. Produksi histamin inilah yang membuat luka sekitar sengatan terasa bengkak dan lembut saat disentuh.

  1. Tekanan darah menurun

Dengan meluapnya sel-sel darah merah di sekitar area sengatan, timbul perluasan pembuluh darah yang dapat menyebabkan tekanan darah menurun secara signifikan. Efek dari turunnya tekanan darah meliputi badan lemas dan pusing.

  1. Tubuh melepaskan sel darah putih

Bukan berarti sistem perlindungan tubuh Anda diam saja saat disengat lebah. Ketika itu terjadi, garis pertahanan pertama tubuh Anda datang dalam bentuk sel darah putih. Nah, sel darah putih inilah yang melawan antigen dalam racun lebah. Akibat perlawanan yang terjadi di dalam tubuh, timbullah kemerahan, bengkak, panas, dan rasa sakit di lokasi sengatan.

Menangani sengatan lebah

Sengat lebah biasanya masih tertinggal di kulit, jadi segeralah buang sengat tersebut. Lalu bersihkan dan cuci area sengatan dengan air mengalir dan sabun. Kompres area tersebut dengan es batu atau ice pack selama kurang lebih 15 menit hingga bengkak berkurang.

“Rasa nyeri dan gatal akibat sengatan umumnya akan hilang setelah beberapa jam, namun pembengkakan akan tetap ada hingga beberapa hari ke depan. Anda dapat memberikan sirop parasetamol untuk membantu mengurangi nyeri dan sirop antihistamin untuk mengurangi gatal dan pembengkakan,” ujar dr. Karin.

Anda harus segera ke dokter jika pembengkakan akiat disengat lebah tidak menghilang setelah lebih dari dua hari. Begitu pula jika bengkak meluas, atau Anda disengat lebah di beberapa titik sekaligus. Periksakan ke dokter juga bila Anda mengalami gejala reaksi alergi yang serius, seperti kesulitan bernapas, gatal-gatal, atau pusing.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar