Sukses

Benarkah Faktor Genetik Sebabkan Gangguan Mata?

Faktor genetik diduga turut ambil peran pada terjadinya gangguan mata. Apa kata medis terkait anggapan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Apa yang biasanya menyebabkan gangguan mata? Sebagian orang mungkin akan menjawabnya sebagai faktor eksternal, seperti terlalu sering menatap gawai, nonton televisi terlalu dekat, atau lainnya. Namun, tak sedikit pula yang meyakini bahwa gangguan mata juga bisa terjadi akibat adanya faktor genetik. Benarkah ini?

Ya, benar, gangguan mata bisa disebabkan oleh faktor genetik. Menurut Cleveland Clinic, faktor genetik berperan besar pada sebagian kasus penyakit mata, termasuk penyakit-penyakit yang merupakan penyebab utama kebutaan pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa.

Untuk kasus gangguan mata, salah satu masalah yang sering terjadi adalah kelainan refraksi. Menurut dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, gangguan itu menyebabkan bentuk bola mata membuat cahaya yang datang tidak jatuh tepat di retina.

Terkait itu, sebuah studi klinis tahun 2013 dan dipublikasikan di jurnal Nature Genetics mengabarkan bahwa terdapat 24 gen yang baru diketahui berkaitkan dengan kelainan refraksi. Jumlah tersebut semakin bertambah dari 2 gen yang sudah diketahui sebelumnya.

1 dari 2 halaman

Jenis gangguan mata akibat faktor genetik

Terdapat beberapa gangguan kesehatan mata, di mana faktor genetik juga ikut berperan. Beberapa beberapa di antaranya:

1. Astigmatisme

Penelitan dilakukan pada 500 pasang saudara kembar di Inggris. Para peneliti menemukan bahwa faktor keturunan memengaruhi 50% kasus terjadinya astigmatisme.

Astigmatisme adalah kondisi cacat optik, dimana penglihatan kabur karena optik mata tidak mampu fokus. Keadaan ini juga dikenal dengan sebutan mata silinder.

2. Katarak

Katarak identik dengan proses penuaan. Namun, terdapat faktor lain yang ternyata juga berperan. Faktor-faktor tersebut, misalnya cedera, paparan sinar UV, penyakit diabetes, riwayat operasi sebelumnya, dan genetik.

Terkait genetik, jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan mata ini, risiko Anda untuk mengalami hal yang sama menjadi lebih tinggi.

3. Buta warna

Buta warna adalah ketidakmampuan untuk membedakan warna tertentu. Penyakit ini lebih sering terjadi pada pria ketimbang wanita, dan merupakan gangguan mata yang bisa diwariskan di dalam keluarga.

4. Mata kering

Mata kering tak hanya terjadi akibat faktor lingkungan. Penelitian di jurnal Nature Genetics pada tahun 2014 menemukan bahwa faktor genetik juga berperan sebesar 30 hingga 40 persen dalam menentukan apakah seseorang akan mengalami mata kering atau tidak.

5. Rabun jauh (miopia)

Bila kedua orang tua tidak menderita rabun jauh, risiko seseorang untuk mengalami keadaan yang sama adalah sebesar 2,5%. Sementara itu, bila salah satu orang tua mengalami rabun jauh, kemungkinan terjadinya penyakit tersebut untuk diwariskan meningkat menjadi 20%. Sedangkan, bila keduanya mengalami rabun jauh, risikonya melonjak menjadi 33%.

6. Rabun dekat (hipermetropia)

Hipermetropia merupakan salah satu gangguan mata yang juga digolongkan dalam kategori kelainan refraksi. Ini adalah salah satu gangguan mata yang berkaitan dengan faktor genetik alias keturunan.

7. Glaukoma

Seseorang dengan anggota keluarga yang mengalami glaukoma sudut terbuka primer memiliki kemungkinan 4–9 kali lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama di kemudian hari.

Meski demikian, beberapa jenis glaukoma yang terjadi pada anak tidak memiliki sangkut-paut yang berarti dengan faktor genetik. Karena, keadaan tersebut lebih disebabkan oleh cedera, efek samping pembedahan, dan kondisi nongenetik lainnya.

8. Amblyopia (mata malas)

Menurut WebMD, amblyopia merupakan gangguan mata yang juga bersifat diwariskan. Penyakit mata ini umumnya dimulai ketika satu mata memiliki fokus yang jauh lebih baik daripada yang lain. Orang yang mengalami gangguan ini tidak dapat memfokuskan mata mereka pada gambar.

Kesimpulannya, penyakit mata memang terbukti dapat diwarsikan secara genetik. Jadi, jika di keluarga ada yang mengalami salah satu gangguan mata yang telah disebutkan di atas, risiko Anda untuk mengalami keadaan yang sama akan meningkat berlipat ganda. Jika Anda khawatir akan hal ini, tak ada salahnya untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter umum atau dokter spesialis mata.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar