Sukses

5 Penyebab Wanita Mengalami Menopause Dini

Kata siapa wanita muda tak bisa kena menopause? Faktanya, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan Anda mengalami menopause dini.

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki usia 40 tahun, akan muncul rasa cemas pada wanita terhadap menopause yang tak lama lagi datang menghampiri. Pasalnya, ada sejumlah perubahan yang akan dialami saat menopause, mulai dari kekeringan vagina sampai hot flashes atau rasa panas pada tubuh yang disertai keringat. Lalu, bagaimana jika seorang wanita muda mengalami menopause dini?

Biasanya, kecemasan yang dialami muncul karena ada keraguan apakah Anda bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut atau tidak. Nah, jika wanita yang telah berusia lanjut saja merasa cemas dengan menopause, wanita yang mengalami menopause di usia muda pasti juga bisa panik.

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa seseorang mengalami menopause dini. Namun, wanita muda pun nyatanya bisa terkena menopause karena beberapa penyebab khusus. Menyambut Hari Menopause Sedunia yang jatuh pada hari ini, mari kenali penyebab dan gejala dari menopause ini.

Penyebab menopause dini

Dilansir dari Health, menopause dini disebabkan oleh operasi pengangkatan indung telur. Seorang wanita yang membawa mutasi gen BRCA (BReast CAncer) atau gen yang menentukan kerentanan terhadap kanker payudara, dapat memilih untuk tetap memiliki indung telur atau diangkat guna mencegah penyakit lanjutan.

Pengangkatan sel telur akan menurunkan kadar hormon estrogen secara drastis, sehingga wanita tersebut mengalami hot flashes, kekeringan vagina, dan beragam gejala menopause lainnya.

Salah satu cara termudah untuk mendeteksi menopause dini ialah dengan mengecek siklus menstruasi selama 4 bulan terakhir. Wanita dengan kegagalan ovarium prematur (POI) mungkin akan mengalami perubahan suasana hati yang signifikan, libido rendah, dan sulit mendapatkan anak karena ovarium berhenti menghasilkan sel telur sebelum usia 40 tahun.

Meski sebenarnya belum jelas betul apa penyebab terjadinya POI tersebut, namun ada beberapa faktor risiko yang memicunya, antara lain:

  • Ada riwayat menopause dini dalam keluarga

Jika nenek, ibu, atau saudara perempuan Anda mengalami menopause dini akibat POI, kemungkinan besar Anda juga akan mengalami hal tersebut karena POI bersifat genetik.

  • Gangguan genetik

FMR1 adalah gen yang menyebabkan sindrom Fragile X atau mutasi gen lain yang dapat menyebabkan masalah pada indung telur Anda. Menurut laporan National Institute of Health, 1 dari 33 wanita yang mengalami menopause dini akibat POI berawal dari adanya gangguan genetik.

  • Gangguan autoimun

Gangguan tiroiditis autoimun (radang kelenjar tiroid) telah dikaitkan dengan POI. Begitu pula dengan penyakit Addison, dimana kelenjar adrenal tidak menghasilkan cukup hormon. Dalam kasus ini, mungkin sistem kekebalan Anda sendiri yang menyerang folikel (kantung-kantung kecil tempat telur matang dan tumbuh) di ovarium Anda.

  • Paparan rokok atau racun lainnya

Beberapa racun, seperti kandungan pada rokok dan pestisida, disinyalir dapat menyebabkan kegagalan ovarium prematur. Umumnya, wanita memiliki folikel primordial (biji-biji kecil yang tumbuh menjadi folikel) yang cukup untuk bertahan hidup sampai usia Anda 50 tahun. Namun, karena sering terpapar bahan kimia, folikel menjadi cepat habis mati.

  • Kemoterapi atau radiasi

Serupa dengan lingkungan yang beracun, kemoterapi dapat merusak materi genetik dalam sel ovarium. Meski demikian, kerusakan tersebut tergantung pada jenis obat, dosis radiasi, dan usia saat Anda melakukan perawatan kanker tersebut.

1 dari 2 halaman

Kenali gejala menopause dini pada wanita

Selain waspada terhadap berbagai faktor risiko di atas, Anda juga perlu mengetahui beberapa tanda kemunculan menopause dini. Gejalanya sama seperti menopause pada umumnya, yakni:

  • Haid tidak teratur

Terjadi pada fase perimenopause atau masa transisi sebelum menopause terjadi. Siklus haid akan memanjang, kemudian benar-benar berhenti.

  • Vagina kering

Menurunnya estrogen akan menyebabkan elastisitas vagina juga berkurang, tebal, dan lembap.

  • Sering mengompol

Perubahan produksi estrogen dapat melemahkan fungsi kantung kemih, terutama saat batuk atau bersin.

  • Perubahan emosi dan sulit berkonsentrasi

Hal ini membuat wanita muda yang mengalami menopause dini menjadi mudah marah atau tersinggung.

Demikianlah penyebab dan gejala dari menopause dini pada wanita. Meski menopause bisa memengaruhi kesuburan Anda, sebaiknya jangan langsung berputus asa. Konsultasikan kondisi yang Anda alami kepada dokter, supaya hal-hal yang mengkhawatirkan bisa tertangani dengan cepat, tepat, serta tidak menimbulkan penyakit lanjutan yang lebih berbahaya untuk kesehatan Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar