Sukses

Bayi Tidak Dibedong, Lututnya Bakal Bengkok?

Ada yang mengatakan bahwa lutut bayi yang tidak bedong akan mengalami bengkok nantinya. Simak penjelasan berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Membedong bayi yang baru lahir menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh orang tua. Hal ini memang memberikan banyak manfaat, salah satunya membantu menghangatkan bayi dan menghindari luka cakaran kuku. Tapi ada pula yang tak menyetujui pembedongan pada bayi. Lalu, benarkah bayi yang tidak dibedong, lututnya bakal bengkok?

Itu adalah mitos belaka. Faktanya, semua bayi lahir ke dunia dengan lutut bengkok, yaitu kedua tumit saling mendekat dan kedua lutut saling menjauh sehingga terlihat seperti huruf “O”. Anda tak perlu khawatir lagi jika lutut bayi terlihat bengkok. Hal ini normal mengingat saat di dalam rahim posisi bayi selalu meringkuk. Seiring dengan pertumbuhannya, lutut bayi akan lurus dengan sendirinya.

Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi terlahir dengan lutut bengkok sampai usia 3 tahun. Namun, jika lutut bayi masih terlihat bengkok setelah usia 3 tahun maka perlu dicari tahu penyebabnya. Anda harus berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah ada kelainan medis seperti penyakit riketsia akibat kekurangan vitamin D, cerebral palsy, atau gangguan pertumbuhan tulang bawaan.

Lutut bengkok yang normal vs. abnormal

Bagaimana cara membedakan lutut bengkok yang normal dengan lutut bengkok akibat kondisi medis tertentu? Selain melihat usia bayi, ada beberapa tanda bahaya lutut bengkok yang perlu Anda ketahui, seperti:

  • Bengkok lutut tidak simetris antara sisi kanan dan kiri.
  • Semakin usia anak bertambah, kondisi lututnya semakin terlihat bengkok.
  • Sudut antara tulang paha dan betis lebih dari 15 derajat.
  • Gangguan lutut bengkok disertai perawakan pendek.

Lalu bagaimana dengan kaki bengkok? Normalnya, kaki bengkok pada bayi  disebabkan kebiasaan meringkuk di dalam rahim. Kondisi ini akan membaik dalam waktu 2-3 minggu.

Cara membedakan kaki bengkok yang normal dan tidak adalah dengan merangsang telapak kaki bayi dengan sentuhan halus. Pada kaki bayi yang normal, setelah dirangsang posisi kaki yang bengkok akan berkurang. Sedangkan jika ada kelainan anatomi, posisi kaki yang bengkok tidak akan berkurang walaupun sudah diberikan rangsangan.

Apabila bayi Anda menunjukkan kelainan kaki atau lutut bengkok setelah dilakukan tes sendiri di rumah, segera konsultasikan ke dokter anak untuk pemeriksaan fisik menyeluruh.

Untuk mencegah kelainan tulang pada bayi, ibu hamil disarankan menjaga asupan kalsium dan vitamin. Dan saat anak sudah lahir, jangan memaksa anak untuk cepat berjalan atau berdiri sebelum waktunya, biarkan mereka berkembang sesuai dengan kemampuannya.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat bedong

Bedong memang dapat menghangatkan dan membuat bayi tidak rewel. Tapi ketahuilah bahwa bayi yang dibedong memiliki risiko 2-5 kali lipat untuk mengalami displasia pinggul. Hal ini bisa terjadi karena teknik bedong bayi yang salah. Misalnya meluruskan kaki bawah bayi selurus mungkin saat membedong, padahal ini keliru.

Tak hanya itu, bayi yang dibedong terlalu ketat juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami dehidrasi akibat kepanasan dan kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome). 

Sampai saat ini, tidak ada aturan baku dalam dunia kedokteran apakah bayi perlu dibedong atau tidak. Namun, jika Anda memilih untuk membedongnya, gunakanlah kain yang tipis yang menyerap keringat. Hindari juga membedong bayi terlalu ketat, apalagi sampai memaksa meluruskan kaki bayi dengan tujuan agar kaki atau lututnya tidak bengkok. Ingatlah bahwa bedong bertujuan untuk membuat bayi nyaman, bukan meluruskan kaki atau lututnya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar